Penjualan Elektronik Bergairah Saat Liburan Sekolah, Laptop dan TV Jadi Andalan

Head of Operation and Sales Hartono Elektronik, Andria Lestiawan.

INVESTORJATIM.COM – Momen liburan sekolah yang berlanjut ke persiapan masuk tahun ajaran baru 2026 menjadi berkah bagi pelaku ritel elektronik di Jawa Timur. Permintaan produk penunjang pendidikan, terutama laptop, meningkat seiring kebutuhan pelajar dan mahasiswa, sementara penjualan televisi tetap kuat terdorong euforia Piala Dunia.

Head of Operation and Sales Hartono Elektronik, Andria Lestiawan, mengatakan penjualan elektronik selama liburan sekolah naik sekitar 5%–10% dibandingkan periode normal. Kenaikan tersebut ditopang oleh meningkatnya belanja masyarakat untuk kebutuhan rumah tangga maupun pendidikan.

“Selama liburan sekolah penjualan meningkat sekitar 5 sampai 10 persen. Produk yang paling banyak dicari masih televisi,” ujarnya, Jumat (11/7/2026).

Memasuki tahun ajaran baru, permintaan laptop mulai menunjukkan tren kenaikan. Menurut Andria, banyak orang tua memanfaatkan periode ini untuk membeli perangkat belajar bagi anak-anak mereka.

“Menjelang masuk sekolah, permintaan laptop naik sekitar 5 sampai 10 persen karena menjadi kebutuhan pelajar,” katanya.

Di sisi lain, televisi masih menjadi kontributor terbesar terhadap penjualan Hartono Elektronik. Andria menuturkan, gelaran Piala Dunia mendorong masyarakat mengganti televisi dengan ukuran layar yang lebih besar.

Baca Juga:  Libur Sekolah Tiba, Grand Whiz Trawas Tebar Promo Staycation Mulai Rp575.000

“Ukuran TV yang paling diminati berada di rentang 43 hingga 65 inci dengan kisaran harga Rp5 juta hingga Rp10 juta,” jelasnya.

Secara keseluruhan, Hartono Elektronik mencatat tren penjualan elektronik pada 2026 masih lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Perseroan pun optimistis kinerja penjualan hingga akhir tahun tetap tumbuh positif seiring membaiknya permintaan konsumen.

Meski demikian, Andria mengakui sejumlah produk yang masih bergantung pada komponen impor, seperti laptop dan beberapa tipe televisi, mengalami penyesuaian harga. Kendati begitu, kenaikan tersebut dinilai belum memberikan dampak berarti terhadap daya beli masyarakat.

“Ada beberapa produk yang mengalami kenaikan harga karena komponen impornya masih didatangkan dari luar negeri. Namun, sejauh ini tidak terlalu berpengaruh terhadap penjualan,” kata Andria. (Onny)

Komentar