LG Bidik Pasar Smart Home AI di Surabaya, TV Masih Jadi Andalan Penjualan, AC Tumbuh Tercepat

Iwan Sutanto (kanan) didampingi Head of Operation and Sales Hartono Elektronik, Andria Lestiawan, saat mengenalkan produk TV LG berbasis AI di Hartono Elektronik Surabaya, Jumat (11/7/2026).

INVESTORJATIM.COM – PT LG Electronics Indonesia semakin agresif menggarap pasar rumah pintar (smart home) berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Melalui peluncuran seluruh lini produk 2026 yang telah terintegrasi dalam ekosistem LG ThinQ, perusahaan membidik peningkatan adopsi perangkat elektronik pintar di Indonesia, termasuk Surabaya yang dinilai memiliki potensi besar untuk produk premium.

President of LG Electronics Indonesia, Ha Sang-chul, mengatakan seluruh koleksi terbaru LG telah dibekali teknologi AI yang tidak hanya meningkatkan kecerdasan masing-masing perangkat, tetapi juga menghadirkan pengalaman penggunaan yang lebih personal melalui konektivitas antarpiranti.

“Seluruh perangkat dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang saling terkoneksi dengan interaksi yang lebih personal serta memberikan kemudahan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Melalui pembaruan platform LG ThinQ, berbagai perangkat elektronik dapat saling terhubung dalam satu ekosistem. Smart TV, misalnya, mampu berkomunikasi dengan AC untuk menyesuaikan suhu ruangan saat pengguna mulai menonton. Mesin cuci dapat mengirim notifikasi ke ponsel setelah proses pencucian selesai, sementara air purifier secara otomatis menyesuaikan kinerja berdasarkan kualitas udara secara real time.

Baca Juga:  Saat AI Makin Dominan, IdeaFest 2026 Justru Ajak Industri “Kembali Jadi Manusia

LG optimistis integrasi AI tersebut akan mempercepat adopsi konsep smart home di Indonesia seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap perangkat rumah tangga yang lebih efisien dan terhubung.

Di Jawa Timur, televisi masih menjadi kontributor terbesar terhadap penjualan LG. Branch Manager LG Electronics Indonesia wilayah Surabaya, Iwan Sutanto, mengatakan TV menyumbang sekitar 30% dari total penjualan, disusul AC sebesar 23%. Sementara itu, kulkas dan mesin cuci masing-masing berkontribusi sekitar 20%.

“Setiap kategori memiliki pasarnya masing-masing. Namun, kontribusi terbesar masih berasal dari TV, sedangkan pertumbuhan penjualan paling tinggi saat ini terjadi pada AC,” ujar Iwan di Surabaya, Jumat (10/7/2026).

Iwan Sutanto saat menunjukkan produk mesin cuci LG yang berbasis AI di Hartono Elektronika Surabaya.

Menurutnya, tingginya pertumbuhan AC didorong meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap perangkat pendingin udara yang lebih hemat energi dan dilengkapi fitur berbasis AI. Untuk menjawab permintaan tersebut, LG menghadirkan AC produksi Indonesia dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) tinggi serta fitur Dual Swing yang dirancang sesuai karakteristik iklim dan kebutuhan konsumen domestik.

Baca Juga:  Genjot Penjualan Elektronik Rumah Tangga, Blibli Tebar Diskon Elektronik hingga Rp1 Juta

Di sisi lain, LG juga melakukan penyesuaian harga produk sekitar 3%-5% sebagai dampak kenaikan harga bahan baku dan komponen global. Pada produk TV, kenaikan dipicu meningkatnya harga komponen memori akibat tingginya permintaan industri AI dunia. Sementara itu, penyesuaian harga AC dan mesin cuci dipengaruhi kenaikan biaya bahan baku serta pelemahan nilai tukar rupiah.

Meski demikian, Iwan menilai kenaikan tersebut masih berada dalam batas yang dapat diterima pasar karena dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat.

Untuk menjaga momentum penjualan, LG memperluas kerja sama dengan berbagai perusahaan pembiayaan guna mempermudah konsumen memiliki produk elektronik melalui skema kredit.

Ia menambahkan, sekitar 70% portofolio produk LG saat ini berada di segmen menengah hingga premium dan telah dibekali teknologi AI. Adapun sisanya masih menyasar segmen entry level.

“Produk seperti AC, kulkas, dan mesin cuci kini bukan lagi sekadar pelengkap, tetapi sudah menjadi kebutuhan utama rumah tangga. Karena itu, kami melihat permintaan terhadap perangkat premium berbasis AI akan terus meningkat,” katanya.

Baca Juga:  Jaga Kelancaran Pasokan Bahan Bangunan di Pasar, SIG Optimalkan Digitalisasi dan AI

Di Jawa Timur, permintaan produk premium juga terus menunjukkan tren positif meski kontribusinya terhadap total penjualan masih berada pada kisaran satu digit. LG memandang kondisi tersebut sebagai peluang untuk memperluas penetrasi pasar perangkat elektronik premium berbasis AI di wilayah tersebut. (Onny)

Komentar