Kinerja Moncer 2025, Bank Jatim Bagikan Dividen Rp850 Miliar

 

Istimewa

INVESTORJATIM.COM – Bank Jatim menyetujui sejumlah agenda strategis dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 yang digelar di Surabaya. Salah satu keputusan utama dalam rapat tersebut adalah pembagian dividen sebesar Rp850,17 miliar atau setara 55% dari laba bersih tahun buku 2025.

RUPS yang berlangsung di Kantor Pusat Bank Jatim itu dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa selaku pemegang saham pengendali, bersama jajaran dewan komisaris, direksi, dan dewan pengawas syariah.

Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menjelaskan, keputusan pembagian dividen tersebut sejalan dengan kinerja perseroan yang mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang 2025.

“Total dividen yang dibagikan mencapai Rp850,17 miliar atau 55% dari laba bersih. Nilai dividen per saham sebesar Rp56,62, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).

Kinerja keuangan Bank Jatim pada 2025 menunjukkan pertumbuhan signifikan. Secara konsolidasi, aset perseroan mencapai Rp168,85 triliun atau tumbuh 42,93% secara tahunan (year-on-year/YoY). Laba bersih tercatat sebesar Rp1,61 triliun, meningkat 24,80% YoY.

Baca Juga:  Tingkatkan Peluang Ekspor, Empat Mitra Binaan Bank Jatim Ikuti IFEX 2025

Sementara itu, dari sisi bank only, laba bersih Bank Jatim mencapai Rp1,546 triliun atau menjadi yang tertinggi di antara seluruh bank pembangunan daerah (BPD) di Indonesia.

Winardi mengatakan, pencapaian tersebut ditopang oleh sejumlah strategi, antara lain optimalisasi dana murah, penyaluran kredit secara selektif pada sektor prospektif, peningkatan transaksi digital untuk mendorong pendapatan nonbunga, serta pengendalian kualitas aset.

“Manajemen juga terus melanjutkan transformasi melalui lima pilar utama, yaitu penguatan tata kelola dan manajemen risiko, optimalisasi bisnis berbasis ekosistem, peningkatan kompetensi SDM, penguatan teknologi informasi, serta sinergi Kelompok Usaha Bank (KUB),” jelasnya.

Selain menyetujui penggunaan laba, RUPS juga menetapkan sejumlah agenda lain, termasuk persetujuan laporan tahunan, penunjukan kantor akuntan publik, pengkinian recovery plan, serta perubahan struktur organisasi dan susunan pengurus perseroan.

Dalam perubahan tersebut, Bank Jatim mengangkat Andry Wicaksono sebagai Direktur Manajemen Risiko dan Moh. Nasih sebagai Komisaris Independen. Selain itu, terdapat perubahan nomenklatur pada sejumlah posisi direksi guna menyesuaikan kebutuhan bisnis dan transformasi perusahaan.

Baca Juga:  Cegah Stunting, Bank Jatim Serahkan CSR Pengadaan Susu Formula Ke Pemkab Jombang

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi capaian kinerja Bank Jatim yang dinilai mampu menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan kualitas aset.

“Kinerja keuangan Bank Jatim menunjukkan capaian yang patut diapresiasi, tercermin dari pertumbuhan aset, kredit, serta dana pihak ketiga yang konsisten,” ujar Khofifah.

Dia menekankan pentingnya peran Bank Jatim sebagai motor penggerak ekonomi daerah, khususnya dalam mendukung pembiayaan sektor produktif seperti UMKM serta memperkuat konektivitas program pembangunan daerah dengan sektor riil.

Menurut Khofifah, ke depan Bank Jatim perlu mempercepat transformasi digital, memperkuat sinergi KUB, serta meningkatkan tata kelola dan manajemen risiko di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat.

“Kita ingin Bank Jatim tidak hanya tumbuh secara kinerja, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan perekonomian daerah,” katanya.

Memasuki 2026, kinerja perseroan juga menunjukkan tren positif. Hingga kuartal I/2026, Bank Jatim membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp661 miliar atau tumbuh 90,41% YoY. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan pendapatan bunga bersih serta ekspansi kredit yang mencapai Rp109,22 triliun.

Baca Juga:  Pemprov Jatim Apreasiasi Bank Jatim (BJTM) Penghargaan sebagai Dunia Usaha Peduli Anak

Dengan kinerja tersebut, Bank Jatim optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan hingga akhir tahun, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu BPD terdepan di Indonesia.(Onny)

 

Komentar