Khofifah Tunjuk Plt Kadis ESDM Jatim Usai Kepala Dinas Jadi Tersangka Dugaan Pungli

Istimewa

INVESTORJATIM.COM – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menunjuk MHD Aftabuddin Rijaluzzaman sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur.

Penunjukan itu dilakukan menyusul penetapan status tersangka dan penahanan Kepala Dinas ESDM Jatim, Aris Mukiyono, oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur terkait dugaan pungutan liar dalam proses perizinan pertambangan dan air tanah.

Penunjukan Plt Kadis ESDM Jatim merujuk pada Surat Penunjukan Nomor 800/2506/204.4/2026 tertanggal 17 April 2026.

Khofifah mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.

“Kita menyerahkan semua proses kepada APH. Karena ini proses sedang berjalan, kita menghormati proses yang sedang berjalan,” ujar Khofifah dalam keterangan tertulis, Jumat (17/4/2026).

Menurut dia, penunjukan pelaksana tugas diperlukan agar pelayanan publik tetap berjalan optimal, khususnya di sektor energi dan sumber daya mineral.

“Penunjukan Plt ini penting agar seluruh layanan kepada masyarakat tetap berjalan, termasuk pelayanan perizinan dan fungsi pengawasan di sektor ESDM,” kata dia.

Baca Juga:  Khofifah Dorong Konsumsi Jeruk Lokal, Jatim Perkuat Posisi Produsen Jeruk Terbesar Nasional

Selain Aris, dua aparatur sipil negara (ASN) lainnya juga turut ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara yang kini ditangani Bidang Pidana Khusus Kejati Jatim.

Khofifah juga mengingatkan seluruh jajaran organisasi perangkat daerah agar menjaga integritas dan profesionalitas dalam menjalankan tugas.

“Kami terus mengingatkan seluruh jajaran untuk menjunjung tinggi integritas. Pelayanan publik harus tetap berjalan dengan baik, transparan, dan sesuai aturan,” ucapnya.

Ia menambahkan, peristiwa tersebut harus menjadi momentum untuk memperbaiki sistem pengawasan dan tata kelola pemerintahan.

“Momentum ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus memperbaiki sistem, memperkuat pengawasan, dan memastikan tata kelola yang baik di seluruh sektor,” tutur Khofifah.(Onny Asmara)

 

 

Komentar