Khofifah Dorong Konsumsi Jeruk Lokal, Jatim Perkuat Posisi Produsen Jeruk Terbesar Nasional

Istimewa

PASURUAN, INVESTORJATIM – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memanfaatkan momentum libur Tahun Baru 2026 dengan mengunjungi sentra jeruk siam di Desa Kayu Kebek, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. Kunjungan ini menjadi penegasan posisi Jawa Timur sebagai provinsi dengan produksi jeruk tertinggi di Indonesia sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk meningkatkan konsumsi buah lokal dan mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

Di tengah hamparan kebun jeruk yang hijau dan asri, Gubernur Khofifah tampak memetik jeruk langsung dari pohonnya bersama para petani dan warga setempat. Ia menyampaikan apresiasi atas kualitas jeruk siam Tutur yang dinilai unggul dari sisi rasa, ukuran, hingga tampilan fisik buah. Menurutnya, jeruk lokal dari Pasuruan sangat layak menjadi pilihan utama konsumsi masyarakat nasional.

Khofifah mengaku terkesan dengan perkembangan budidaya jeruk di kawasan Tutur yang dinilainya semakin pesat dibandingkan kunjungan sebelumnya. Buah jeruk terlihat tumbuh lebat dengan ukuran besar serta warna cerah yang mencerminkan kualitas panen yang baik. Kondisi geografis Kecamatan Tutur yang berada di ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut disebut menjadi faktor pendukung utama keberhasilan budidaya hortikultura, khususnya jeruk siam.

Baca Juga:  Realisasi Investasi Jatim 2025 Tembus Rp147,7 Triliun, Lampaui Target Renstra

“Jeruk siam di Desa Tutur ini unggul. Dua bulan lalu saya ke sini, dan hari ini datang lagi, saya terkesima melihat buahnya tumbuh lebat, kulitnya agak tebal berwarna oranye, ukurannya besar, dan rasanya manis sekali serasa bercampur madu,” ujar Khofifah, akhir pekan lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menegaskan bahwa Jawa Timur saat ini menjadi provinsi dengan produksi jeruk tertinggi secara nasional. Capaian tersebut dinilai sebagai kekuatan strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong kemandirian ekonomi petani di daerah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, total produksi jeruk di provinsi ini pada triwulan III tahun 2025 mencapai 959.231,31 ton, dengan kontribusi sebesar 36,22 persen terhadap produksi jeruk nasional pada periode yang sama. Angka tersebut menempatkan Jawa Timur sebagai lumbung utama jeruk nasional.

“Produksi jeruk di Jawa Timur merupakan yang tertinggi se-Indonesia. Ini adalah potensi besar yang harus kita jaga bersama. Salah satunya dengan meningkatkan konsumsi jeruk lokal dan secara bertahap mengurangi ketergantungan pada impor,” kata Khofifah.

Baca Juga:  Jatim Diproyeksikan Jadi Tulang Punggung Swasembada Gula Nasional

Ia menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar agenda santai di awal tahun, melainkan simbol dukungan konkret Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap petani jeruk lokal. Menurutnya, penguatan pasar domestik menjadi kunci untuk menjaga stabilitas harga dan keberlanjutan usaha tani jeruk.

“Kami akan terus mendukung petani jeruk siam. Ini bagian dari ikhtiar memperkenalkan jeruk lokal ke masyarakat agar semakin banyak peminatnya,” tegasnya.

Khofifah juga menilai kualitas jeruk siam dari kawasan Tutur dan sekitarnya tidak kalah dengan jeruk impor, baik dari segi rasa, kesegaran, maupun kandungan gizi. Selain memberikan manfaat kesehatan, konsumsi jeruk lokal dinilai mampu menggerakkan roda perekonomian petani dan daerah.

“Kalau kita konsumsi jeruk lokal, kita tidak hanya mendapatkan produk segar dan sehat, tapi juga ikut menggerakkan ekonomi petani kita sendiri. Ini bagian dari gerakan cinta produk dalam negeri,” pungkas Khofifah.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Khofifah juga berdialog langsung dengan para petani untuk menyerap aspirasi terkait tantangan produksi, distribusi, serta peluang pengembangan nilai tambah komoditas jeruk di Jawa Timur. Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen untuk terus mendampingi petani agar jeruk lokal semakin berdaya saing di pasar nasional.(Onny Asmara)

Baca Juga:  Gubernur Khofifah Ajak Camat hingga Sekdes Proaktif Sukseskan PSN

Komentar