Categories: Lifestyle

Ketua Kadin Surabaya: Iduladha Sebagai Trigger Kebangkitan Peternak Lokal Jatim

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya HM Ali Affandi LaNyalla M Mattalitti saat menyerahkan hewan kurban di kantor Partai Demokrat Jatim, Surabaya, Jumat (30/06/2023). Foto: Ist

SURABAYA, investorjatim – Momen Hari Raya Iduladha senantiasa dimaknai sebagai anjuran untuk senantiasa berkorban di jalan Allah dan berbagi dengan masyarakat kurang mampu. Namun menurut Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya, HM Ali Affandi LaNyalla M Mattalitti, ada satu makna lagi yang terkandung dalam ajaran tersebut, yaitu sebagai trigger atau pemacu kebangkitan bagi peternak lokal.
“Karena dalam ketentuan ajaran Islam, hewan yang dibuat kurban adalah onta, sapi, kerbau, kambing dan domba. Nah, Jatim ini lumbung ternak, populasi ternak sapi dan kambing di Jatim sangat besar. Ini perlu dibangkitkan kembali pasca terpuruk akibat wabah Penyakit Mulut dan Kuku menyerang Jatim pada tahun lalu,” ujar Mas Andi, sapaan akrab HM Ali Affandi LaNyalla M Mattalitti usai menyerahkan hewan kurban di kantor Partai Demokrat Jatim, Surabaya, Jumat (30/06/2023).
Sebagai wujud dari upaya menggerakkan peternak lokal, maka Mas Andi membeli sapi kurban jenis Limousin dengan berat 545 kilogram dari peternakan Rojokoyo di Lamongan Jatim. “Pemilik peternakan Rojokoyo ini anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Surabaya yang juga aktif di Satuan Pelajar-Mahasiswa Pemuda Pancasila. Ini wujud kolaborasi dalam membangkitkan peternak sapi lokal,” tandasnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, pada tahun 2022 populasi sapi potong di Jatim mencapai 5,07 juta ekor, naik dari tahun 2021 yang mencapai 4,9 juta ekor. Sementara untuk kambing atau domba populasinya mencapai 3,89 juta ekor naik dari tahun 2021 sebesar 3,74 juta ekor.
“Jatim berkontribusi sebesar 27% terhadap nasional, terbesar dibanding provinsi lain di seluruh Indonesia,” tandas Caleg DPR RI dari Partai Demokrat Dapil I Surabaya dan Sidoarjo tersebut.
Besarnya potensi peternakan Jatim ini harus terus dikembangkan agar mampu mengangkat tingkat kesejahteraan masyarakat dan mengurangi angka pengangguran di desa.
Program peternakan sapi potong harus terus digalakkan di desa-desa karena kebutuhan sapi potong di Indonesia cukup besar. Terlebih untuk memenuhi pasar daging sapi premium, Jatim masih harus impor.
“Kebutuham daging sapi pabrikan, hotel, restoran serta supermarket kelas premium masih disuplai dari impor. Ini harus diminimalisir dengan peningkatan kualitas daging sapi lokal, salah satunya melalui pelatihan SDM peternakan. Bagaimana cara menyembelih, itu juga harus diajarkan agar kualitas daging sapi yang dihasilkan bisa premium,” pungkasnya.(RD)

REDAKSI

Recent Posts

PGN Dorong UMKM Sidoarjo Beralih ke Gas Bumi Lewat City Gas Tour 2026

INVESTORJATIM.COM - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) mendorong perluasan pemanfaatan gas bumi di…

21 jam ago

Pilates Sambil Menikmati Sunset, Grand Whiz Hotel Trawas Hadirkan Pengalaman Wellness di Pegunungan

INVESTORJATIM.COM – Menikmati suasana pegunungan tak selalu harus dilakukan dengan berwisata. Aktivitas olahraga ringan juga…

1 hari ago

Grand Whiz Hotel Praxis Surabaya Bidik Pasar Brunch Akhir Pekan, Tawarkan 30 Menu Mulai Rp99.000

INVESTORJATIM.COM — Grand Whiz Hotel Praxis Surabaya memperkuat strategi bisnis kuliner dengan menghadirkan program weekend…

2 hari ago

Cuaca Panas Mendorong Kebutuhan AC Hemat Energi, Samsung Rilis Neo WindFree Lite

  INVESTORJATIM.COM – Cuaca panas membuat penggunaan pendingin ruangan menjadi kebutuhan bagi sebagian masyarakat. Namun,…

2 hari ago

Khofifah Salurkan 120 Rit Air Bersih untuk 98.946 Warga Terdampak Kekeringan di Blitar

INVESTORJATIM.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat penanganan dampak kekeringan dengan menyalurkan bantuan air bersih…

2 hari ago

PENS Gandeng Kadin dan Swisscontact Susun Kurikulum Network Engineer Sesuai Kebutuhan Industri

INVESTORJATIM.COM — Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) menggandeng Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur,…

3 hari ago