Categories: Business

Integra Indocabinet Optimis Tercapai Target Pertumbuhan Penjualan Ekspor 20%

Direktur Keuangan PT Integra Indocabinet Tbk, Wang Sutrisno dan Direktur PT Integra Indocabinet Tbk, Widjaja Karli saat paparan publik usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan Luar Biasa di Sidoarjo, Selasa (28/5/2019).

SIDOARJO- Produsen furnitur berbahan kayu, PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) memprediksi kinerja perseroan pada semester kedua 2019 akan jauh lebih baik dibandingkan semester I/2019. Perang dagang antara AS dan China juga diyakini juga akan memberi kontribusi bagi target pertumbuhan penjualan ekspor tahun ini sebesar 20 persen.

Selama kuartal pertama 2019, pendapatan perseroan tumbuh di atas 5 persen. Penjualan ekspor perseroan tercatat mencapai Rp 433 miliar atau menyumbang 89 persen dari total penjualan. Kontribusi penjulan ekspor itu lebih besar dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 370 miliar atau 79 persen terhadap total penjualan.

Direktur Keuangan PT Integra Indocabinet Tbk, Wang Sutrisno mengatakan untuk mencapai target pertumbuhan penjualan ekspor tahun ini sebesar 20 persen, perseroan mengandalkan beberapa proyek penambahan fasilitas produksi untuk produk-produk inovasi. Diantaranya adalah produk tirai kayu atau wooden blind, produk furnitur yang mengkombinasikan bahan kayu, metal dan rotan, serta produk millwork yang terbuat dari bahan kayu ringan untuk asesoris rumah. Untuk menambah fasilitas produksi produk-produk inovasi itu perseroan memanfaatkan lahan seluas 2,7 hektar di Gedangan, Sidoarjo. Penambahan fasilitas produksi produk-produk inovasi itu diproyeksikan sudah menyumbang pendapatan pada kuartal kedua 2019 ini. “Kami menganggarkan Capex tahun ini sebesar Rp 200 miliar tahun ini untuk melakukan pembelian mesin-mesin untuk produk-produk inovasi itu,” kata Wang saat paparan publik usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan Luar Biasa perseroan di Sidoarjo, Selasa (28/5/2019).

Menurut Wang, penambahakan kapasitas produksi untuk produk-produk inovasi itu karena permintaan pasar ekspor yang terus meningkat. Dia mencontohkan produk wooden blind dan millwork yang belakangan banjir permintaan dari Amerika Serikat (AS) terutama sejak adanya perang dagang AS dan China. Sebelumnya, produk-produk sejenis disuplai dari China yang memanfaatkan bahan kayu dari Rusia. “Bahkan, khusus kapasitas produksi untuk millwork kita tingkatkan hingga tiga kali lipat menjadi 300 kontainer per bulan. Meskipun pada tahap awal tahun ini penambahan kapasitas ini mungkin baru bisa berjalan 50 persen, tetapi setidaknya tahun ini sudah berkontribusi dan mendukung pertumbuhan 20 persen penjualan ekspor kita tahun ini,” ungkapnya.

Wang mengungkapkan penambahan kapasitas produksi millwork dan wooden blind juga merupakan bagian dari strategi untuk meningkatkan kontribusi penjualan produk komponen bangunan hingga nantinya setara dengan kontribusi penjualan produk furnitur. “Kita harapkan nantinya bisa fifty fifty antara furnitur dan building component melalui pengembangan produk-produk baru, karena kita mempunyai cukup bahan kayu yang melimpah,” tukasnya.

Dia menyebut bisnis perseroan memiliki keunggulan karena terintegrasi dari hulu hingga hilir. Memiliki HPH sendiri seluas 163 ribu hektar di Kalimantan Timur dengan kuaota sebanyak 90 ribu hingga 100 ribu kubik per tahun. “Naiknya harga komoditas kayu seperti kayu Meranti di pasar ekspor tentunya memberi peluang peningkatan pendapatan perseroan,” katanya.

Direktur PT Integra Indocabinet Tbk, Widjaja Karli menambahkan pengembangan pabrik baru di Sidoarjo, masing-masing di Betro, Buduran, dan Gedangan serta di Lamongan untuk merespon peluang pasar ekspor dan dalam negeri. Memanasnya perang dagang China- semakin memperkuat potensi ekspor perseroan. Ancaman pengenaan tarif perang dagang yang meningkat dari 10 persen kembali ke 25 persen mengakibatkan penguatan dolar AS hampir ke semua mata uang Asia, termasuk Indonesia. “Kita punya peluang untuk menggenjot pasokan produk perseroan ke pasar AS. Saat ini banyak buyer Amerika terus berdatangan ke sini,” ujarnya.

Widjaja mengatakan, saat ini pesaing produk furniture Indonesia bukan lagi China. Terlebih dengan semakin banyak produk turunan yang dibuat untuk ekspor Indonesia ke luar negeri. Tahun lalu, dari total penjualan perseroan, sebesar 70 persennya berasal dari pasar ekspor. “Dari jumlah itu, sekiar 40 persennya ekspor ke Amerika. Sisanya baru ke Eropa, China, dan sejumlah negara lainnya,” ujarnya.

Dia menyebut, khusus pasar Amerika, pihaknya melayani toko hingga butik furniture yang ada di Negeri Paman Sam. “Kita juga memasok untuk Amazon.com melalui importir,” bebernya.

Dia optimis prospek pasar furnitur dunia masih cukup bagus, apalagi perseroan memiliki keunggulan dari segi desain, ragam produk, kualitas, serta telah dikantonginya FSC certified dan SVLK yang menjadi persyaratan utama produk kayu olahan untuk pasar internasional. Selain manufaktur, perseroan juga mulai menggarap pasar ritel dengan membuka gerai di Jakarta, Bali dan Surabaya. “Pembukaan gerai ini untuk mendongkrak penjualan dalam negeri,” katanya.

Kontribusi penjualan lokal selama tiga bulan pertama 2019 sebanyak 13 persen dari total revenue, yang meliputi segmen kehutanan Rp 36 miliar, tumbuh 12,5 persen dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 32 miliar. Kemudian segmen manufaktur kontribusinya sebesar Rp 14 miliar dan perdagangan senilai Rp 9,5 miliar.(ND)

 

 

REDAKSI

Recent Posts

Optimalkan Potensi PLTA Dalam Negeri, PLN Nusantara Power Andalkan Teknologi AI

INVESTORJATIM.COM – Upaya mewujudkan swasembada energi tidak hanya dilakukan dengan membangun pembangkit baru, tetapi juga…

8 jam ago

Strategi Belanja Akhir Bulan: Pilih Kebutuhan Prioritas untuk Kurangi Kerepotan Harian

INVESTORJATIM.COM – Memasuki akhir Oktober, banyak aktivitas yang datang bersamaan, mulai dari tuntutan pekerjaan yang…

15 jam ago

Waspada Suhu 40 Derajat, Pakar ITS Ingatkan Risiko Heatwave bagi Kesehatan

INVESTORJATIM.COM – Musim kemarau yang berkepanjangan memicu gelombang panas atau heatwave dengan suhu mencapai 40…

18 jam ago

Kejar Kesiapan Tempur, PT PAL Overhaul Dua Kapal Perang Andalan TNI AL

INVESTORJATIM.COM – PT PAL Indonesia (Persero) tengah menangani pemeliharaan dan perbaikan atau Maintenance, Repair, and…

21 jam ago

Survei Kepuasan: Layanan TPS Raih Skor 4,75 dan 100 Persen Bebas Pungl

INVESTORJATIM.COM – Penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) di…

21 jam ago

OJK Catat Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.231 Triliun hingga Agustus 2026

INVESTORJATIM.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis industri keuangan syariah nasional terus bertumbuh di tengah…

1 hari ago