
INVESTORJATIM.COM – Potensi besar Pulau Sumatera sebagai salah satu sentra kopi terbaik di Indonesia menjadi alasan utama penyelenggaraan Indonesia Coffee Expo (ICX) Medan 2026. Pameran yang digelar di Tiara Convention Center, Medan, pada 31 Juli–2 Agustus 2026 itu diharapkan mampu memperkuat rantai bisnis kopi nasional, mulai dari petani hingga pelaku usaha hilir.
ICX Medan 2026 diselenggarakan oleh Dyandra Promosindo bersama Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) dengan dukungan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Sebanyak 54 peserta ambil bagian, mulai dari UMKM, petani kopi, roastery, coffee shop, penyedia mesin dan peralatan kopi, hingga industri pendukung.
Mengusung tema Brewing Business, Shaping Lifestyle, and Coffee Excellence, pameran ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk, tetapi juga membuka peluang bisnis, memperluas jaringan perdagangan, dan meningkatkan daya saing kopi Indonesia di pasar global.
Selama tiga hari penyelenggaraan, pengunjung dapat mengenal beragam kopi unggulan Sumatera seperti Mandailing, Sidikalang, Karo, Minang, hingga berbagai origin khas lainnya, sekaligus melihat perkembangan teknologi dan tren terbaru industri kopi.
Direktur Dyandra Promosindo Michael Bayu A. Sumarijanto mengatakan Sumatera memiliki peran penting dalam menjaga pasokan kopi nasional. Karena itu, ICX diharapkan menjadi wadah yang mampu membuka akses pasar lebih luas, termasuk bagi penjualan green bean, sehingga memberikan nilai tambah bagi petani.
Untuk mendukung tujuan tersebut, penyelenggara menghadirkan sejumlah program, seperti Local Farmer Access Program, Coffee Cupping bersama petani Cup of Excellence (COE), sesi edukasi, hingga Indonesia Brewers Cup (IBRC) Regional 3 yang diikuti 25 brewer dari 18 coffee shop sebagai ajang seleksi menuju tingkat nasional.
Ketua Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) Daryanto Witarsa menilai ICX menjadi momentum memperkuat apresiasi terhadap kopi Indonesia. Menurutnya, kekayaan origin kopi Nusantara, khususnya dari Sumatera, harus terus dijaga kualitasnya agar mampu bersaing di pasar internasional.
Selain mempertemukan pelaku industri, ICX juga diharapkan memberi dampak ekonomi melalui peningkatan perdagangan, pariwisata, dan pemberdayaan UMKM.
Asisten Deputi Perluasan Pasar Usaha Menengah Kementerian UMKM Harun Adama Sume mengatakan keikutsertaan kementerian merupakan bagian dari Program UMKM Bangkit untuk membantu pelaku usaha kopi, khususnya yang terdampak bencana di Sumatera pada 2025, agar kembali terhubung dengan pasar dan memperluas kemitraan bisnis.
Pameran ini juga mengusung semangat inklusif dengan melibatkan Warung Difabel Sharaswaty, yang memberdayakan penyandang disabilitas sebagai barista.
Dari sisi transaksi, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mendukung digitalisasi selama penyelenggaraan pameran. SEVP Digital Business BTN Thomas Wahyudi mengatakan penguatan industri kopi perlu diiringi ekosistem keuangan digital yang mampu meningkatkan daya saing UMKM.
Hingga Semester I/2026, superapps balé by BTN telah memiliki 4,32 juta pengguna dengan ekosistem lebih dari 344.000 merchant, 14.000 developer, serta terhubung dengan 59 pemerintah daerah. Jumlah transaksi melalui aplikasi tersebut tumbuh 41,6% secara tahunan menjadi 2,63 miliar transaksi, dengan nilai transaksi mencapai Rp134 triliun atau naik 55,3%.
Selama ICX Medan 2026, BTN juga menawarkan berbagai promo transaksi menggunakan QRIS balé by BTN dan kartu debit BTN, termasuk cashback serta program undian berhadiah mesin kopi dan saldo tabungan bagi pengunjung yang bertransaksi di area pameran. (Onny)













Komentar