Categories: Business

Hipmi dan Pemkot Surabaya Kolaborasi Tata Gang Dolly


Ketua Hipmi BPC Kota Surabaya Muhammad Lutfi periode 2019 -2022 bersama Ketua Umum Hipmi Badan Pengurus Daerah (BPD) Jawa Timur Mufti Aman, Koordinator Hipmi wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Ali Affandi, Ketua Umum Kadin Surabaya Jamhadi dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Pemerintah Kota Surabaya Eri Cahyadi saat pelantikannya di Hotel Shangri-La Surabaya, Kamis (27/6/2019).

SURABAYA-Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Badan Pengurus Cabang (BPC) Surabaya akan berkolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk menata kembali ‘Gang Dolly” sebagai salah satu obyek wisata di Surabaya.

Ketua Hipmi BPC Surabaya Muhammad Lutfi mengatakan kolaborasi dengan Pemkot Surabaya dalam penataan Gang Dolly itu merupakan salah satu program kepengurusan Hipmi BPC Surabaya baru. “Hipmi dan Pemkot Surabaya akan bersama-sama melakukan perencanaan satu kawasan wisata di Dolly yang nantinya akan menjadi salah obyek wisata di Surabaya. Kita masih akan diskusikan bersama modelnya seperti apa,” kata Lutfi usai pelantikan pengurus BPC Hipmi Kota Surabaya periode 2019 -2022 di Shangri-La Surabaya, Kamis (27/6/2019).

Seperti diketahui, Gang Dolly sebelumnya dikenal sebagai lokasisasi di Surabaya yang konon terbesar se Asia Tenggara yang lebih besar daripada lokalisasi Geylang di Singapura dan Phat Pong di Thailand. Sejak 18 Juni 2014 lalu, Pemkot Surabaya resmi menutup operasional lokasisasi itu meski ada yang pro dan kontra.

Selain Gang Dolly, menurut Lutfi, kawasan lain yang menjadi target perencanaan pengembangan obyek wisata antara Hipmi bersama Pemkot Surabaya adalah Kya Kya Surabaya di jalan Kembang Jepun. “Kami dan Pemkot Surabaya ingin Kya-Kya juga dikembagkan menjadi obyek wisata yang akan jadi daya tarik tersendiri,” imbuh Lutfi.

Kya-Kya Surabaya adalah tempat yang dulunya ramai sebagai pasar malam di kawasan pecinan kota Surabaya. Di sepanjang jalan Kembang Jepun didirikan kios-kios yang menjual berbagai macam makanan baik masakan Tionghoa, makanan khas Surabaya maupun makanan lainnya. Kata kya-kya sendiri berasal dari dialek bahasa Tionghoa yang berarti jalan-jalan.(NR)

REDAKSI

Recent Posts

IHSG Terkoreksi, Investor Justru Melirik Indonesia, Ini Alasannya

INVESTORJATIM.COM – Gejolak pasar keuangan global belum surut. Namun, di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dunia,…

2 jam ago

Emil Dardak Luncurkan HAJI C-AIRRe 2026, Percepat Transformasi Digital Kesehatan Berbasis AI di Jawa Timur

INVESTORJATIM.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Timur mempercepat transformasi digital sektor kesehatan melalui peluncuran Ekosistem Teknologi…

23 jam ago

Realisasi Investasi RI Triwulan II 2026 Capai Rp511,8 Triliun, Hong Kong Geser Singapura sebagai Investor Terbesar

INVESTORJATIM.COM — Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani melaporkan…

1 hari ago

PAL dan Pertamina Patra Niaga Perkuat Sinergi Maritim, Bidik Efisiensi Armada Penopang Distribusi Energi

INVESTORJATIM.COM – Upaya memperkuat rantai pasok energi nasional melalui kolaborasi antar-BUMN kembali mendapat penguatan. PT…

1 hari ago

PLN Nusantara Power Pacu Transisi Energi, Produksi Listrik Hijau Tembus 490,5 GWh pada Semester I 2026

INVESTORJATIM.COM – Upaya mempercepat transisi energi nasional mulai menunjukkan hasil yang kian nyata. Di tengah…

1 hari ago

FIFGROUP Perkuat Pembinaan UMKM, Salurkan Dana Bergulir Rp1,88 Miliar untuk 524 Pelaku Usaha

INVESTORJATIM.COM – Di tengah tantangan akses permodalan yang masih dihadapi pelaku usaha mikro, kecil, dan…

1 hari ago