Categories: Headline

IHSG Terkoreksi, Investor Justru Melirik Indonesia, Ini Alasannya

Aktivitas manufaktur yang masih berada di zona ekspansif, turut memperkuat optimisme terhadap prospek ekonomi nasional. (red)

INVESTORJATIM.COM – Gejolak pasar keuangan global belum surut. Namun, di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dunia, Indonesia justru dinilai tetap menjadi salah satu tujuan investasi jangka panjang yang menarik. Koreksi yang terjadi di pasar saham dipandang bukan sebagai sinyal pelemahan fundamental, melainkan membuka peluang akumulasi bagi investor yang mengedepankan valuasi dan prospek pertumbuhan.

Fundamental ekonomi yang relatif kuat, besarnya pasar domestik, serta berbagai reformasi di pasar modal menjadi faktor yang menopang optimisme terhadap prospek investasi di Indonesia. Sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia ditopang oleh populasi lebih dari 284,4 juta jiwa, bonus demografi, serta kekayaan sumber daya alam strategis seperti nikel, tembaga, emas, LNG, hingga minyak sawit yang memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Di tingkat internasional, Indonesia juga memiliki peran strategis sebagai anggota G20, BRICS, dan salah satu pendiri ASEAN.

Dari sisi makroekonomi, kinerja Indonesia masih menunjukkan daya tahan. Pada kuartal I/2026, ekonomi nasional tumbuh 5,61%, didorong konsumsi rumah tangga yang tetap solid, belanja pemerintah yang terjaga, serta peningkatan investasi. Aktivitas manufaktur yang masih berada di zona ekspansif, surplus neraca perdagangan yang berlanjut, dan realisasi investasi yang terus meningkat turut memperkuat optimisme terhadap prospek ekonomi nasional.

Kondisi tersebut menjadi penopang pasar modal Indonesia. Meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mengalami tekanan sepanjang 2026 akibat sentimen global, aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap terjaga dengan partisipasi investor yang stabil.

Di sisi lain, pelemahan IHSG membuat valuasi saham Indonesia semakin menarik. Per 8 Juni 2026, IHSG diperdagangkan pada price to earnings ratio (PER) sekitar 12,85 kali. Sebanyak 434 saham juga tercatat memiliki price to book value (PBV) di bawah satu kali, sehingga membuka peluang bagi investor jangka panjang yang mengedepankan analisis fundamental.

Kinerja emiten pun masih cukup solid. Dari 810 perusahaan tercatat yang telah menyampaikan laporan keuangan per 31 Maret 2026, sebanyak 595 perusahaan atau sekitar 73,46% membukukan laba bersih. Selain itu, 221 perusahaan tercatat membagikan dividen tunai sepanjang 2026, mencerminkan kemampuan korporasi menjaga profitabilitas sekaligus memberikan nilai tambah kepada pemegang saham.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan kondisi pasar perlu dilihat secara komprehensif dengan mempertimbangkan fundamental ekonomi, kinerja perusahaan tercatat, serta reformasi yang terus dilakukan regulator dan Self-Regulatory Organizations (SRO).

“Berbagai langkah reformasi yang dilakukan regulator dan SRO merupakan bagian dari komitmen untuk meningkatkan transparansi, memperkuat tata kelola, dan membangun pasar modal yang semakin kredibel. Dengan fundamental ekonomi dan korporasi yang tetap kuat, kami optimistis pasar modal Indonesia akan terus menjadi pilihan investasi yang menarik bagi investor domestik maupun global dalam jangka panjang,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (10/7).

Optimisme tersebut tercermin dari meningkatnya jumlah investor. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 30 Juni 2026, jumlah investor pasar modal mencapai 28,9 juta Single Investor Identification (SID). Dari jumlah tersebut, investor saham dan surat berharga lainnya mencapai 9,9 juta SID atau tumbuh 15,1% dibandingkan posisi akhir 2025 yang sebanyak 8,6 juta SID.

Investor domestik kini juga menjadi penopang utama pasar modal. Mereka menguasai sekitar 61% kepemilikan saham, terdiri atas investor institusi domestik sebesar 43,3% dan investor ritel 17,7%. Adapun investor asing memiliki porsi kepemilikan sebesar 39,1%.

Dominasi tersebut juga tercermin pada aktivitas perdagangan. Investor domestik menyumbang 65,5% dari total nilai transaksi di BEI, dengan kontribusi investor ritel mencapai 52,5% dan investor institusi domestik sebesar 13%. Kondisi ini memperlihatkan semakin kuatnya basis investor domestik dalam menjaga stabilitas pasar di tengah tingginya volatilitas global.

Untuk memperkuat kepercayaan investor, BEI bersama Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan KSEI, dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terus mempercepat reformasi pasar modal. Sejumlah kebijakan yang telah diterapkan sepanjang 2026 meliputi publikasi data kepemilikan saham di atas 1%, peningkatan batas minimum free float menjadi 15%, perluasan klasifikasi investor menjadi 39 kategori, serta implementasi mekanisme High Shareholding Concentration (HSC).

Selain itu, BEI juga memperluas keterbukaan informasi melalui penyelenggaraan Public Expose Live, publikasi data free float dan kepemilikan saham terkonsentrasi, serta layanan IDX Hotdesk sebagai sarana komunikasi dan konsultasi bagi pelaku pasar.

Dengan kombinasi fundamental ekonomi yang tetap kuat, kinerja emiten yang resilien, pertumbuhan investor domestik, serta reformasi transparansi yang terus berjalan, pasar modal Indonesia dinilai memiliki fondasi yang semakin kokoh. Kondisi tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk terus menarik arus investasi jangka panjang sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu pasar berkembang yang paling prospektif di kawasan. (Onny)

REDAKSI

Recent Posts

Emil Dardak Luncurkan HAJI C-AIRRe 2026, Percepat Transformasi Digital Kesehatan Berbasis AI di Jawa Timur

INVESTORJATIM.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Timur mempercepat transformasi digital sektor kesehatan melalui peluncuran Ekosistem Teknologi…

22 jam ago

Realisasi Investasi RI Triwulan II 2026 Capai Rp511,8 Triliun, Hong Kong Geser Singapura sebagai Investor Terbesar

INVESTORJATIM.COM — Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani melaporkan…

1 hari ago

PAL dan Pertamina Patra Niaga Perkuat Sinergi Maritim, Bidik Efisiensi Armada Penopang Distribusi Energi

INVESTORJATIM.COM – Upaya memperkuat rantai pasok energi nasional melalui kolaborasi antar-BUMN kembali mendapat penguatan. PT…

1 hari ago

PLN Nusantara Power Pacu Transisi Energi, Produksi Listrik Hijau Tembus 490,5 GWh pada Semester I 2026

INVESTORJATIM.COM – Upaya mempercepat transisi energi nasional mulai menunjukkan hasil yang kian nyata. Di tengah…

1 hari ago

FIFGROUP Perkuat Pembinaan UMKM, Salurkan Dana Bergulir Rp1,88 Miliar untuk 524 Pelaku Usaha

INVESTORJATIM.COM – Di tengah tantangan akses permodalan yang masih dihadapi pelaku usaha mikro, kecil, dan…

1 hari ago

Blibli Gelar Salebration 15 Tahun, Hadirkan Promo Bertema Harian hingga Akhir Juli

INVESTORJATIM.COM – Platform e-commerce Blibli menggelar program Salebration 15 Tahun pada 17–28 Juli 2026 dengan…

1 hari ago