FAS Blibli Bantu Brand Scaling Up Tanpa Tambah Gudang dan Tim

Kesiapan infrastruktur dan operasional menjadi salah satu faktor penting bagi brand dalam menghadapi perubahan permintaan pasar.

INVESTORJATIM.COM – Pertumbuhan bisnis yang semakin pesat membawa tantangan baru bagi brand, terutama dalam mengelola lonjakan pesanan, penambahan Stock-Keeping Unit (SKU), akurasi inventori, hingga kenaikan permintaan saat periode peak season.

Kondisi tersebut membuat brand perlu meningkatkan kapasitas operasional. Namun, membangun gudang, sistem, maupun menambah tenaga kerja secara mandiri membutuhkan investasi besar dan waktu yang tidak singkat.

Melihat kebutuhan tersebut, FAS, entitas anak usaha Blibli, menawarkan solusi operasional terintegrasi untuk membantu brand memperluas bisnis tanpa harus membangun seluruh infrastruktur dari awal.

Director of FAS Alvin Hadibowo mengatakan FAS tidak hanya berperan sebagai penyedia layanan operasional, tetapi juga mitra strategis bagi brand dalam menyusun dan menjalankan strategi ekspansi berbasis data.

“Pertumbuhan bisnis itu dinamikanya sangat cepat. Dalam kurun waktu singkat, brand bisa mendadak kebanjiran SKU, lonjakan order, atau lonjakan transaksi saat peak season,” kata Alvin.

Menurut dia, FAS hadir untuk membuat kapasitas operasional brand dapat menyesuaikan kebutuhan secara fleksibel, tanpa harus terus-menerus membangun gudang baru maupun menambah tim sendiri.

Baca Juga:  J&T Express Catat Rekor 100 Juta Paket pada Puncak 11.11, Pengiriman di Indonesia Tumbuh 40%

Mengandalkan Ekosistem Terintegrasi

Melalui skema all-in-one enabler solution, FAS mengintegrasikan layanan manajemen e-commerce, fulfillment, hingga distribusi offline.

Ekosistem tersebut memungkinkan FAS memanfaatkan pengalaman dan best practice dari berbagai skala bisnis dan industri untuk membantu brand menentukan strategi ekspansi sekaligus mengeksekusinya.

Layanan FAS diperkuat pengalaman operasional di ekosistem Blibli selama lebih dari 15 tahun, jaringan lebih dari 15 gudang strategis di Indonesia, serta teknologi berbasis data.

Salah satu layanan yang ditawarkan adalah FAS Fulfillment. Layanan ini mencakup pengelolaan inventori, penyimpanan, pengemasan, hingga pemrosesan pesanan secara terpusat.

FAS juga memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning (ML) untuk mendukung akurasi pengelolaan stok dan pesanan, termasuk ketika transaksi datang secara bersamaan dari berbagai kanal marketplace.

Dengan sistem yang fleksibel, kapasitas operasional dapat mengikuti perubahan volume transaksi. Saat permintaan meningkat, kemampuan pemrosesan dapat disesuaikan sehingga brand tidak harus langsung menyewa gudang tambahan atau merekrut tenaga kerja permanen.

Selain fulfillment, layanan tersebut terhubung dengan FAS Enabler untuk pengelolaan e-commerce multikanal serta FAS Distribution untuk memperluas penetrasi brand ke pasar offline.

Baca Juga:  Menkomdigi Tegaskan Pengembangan AI di Indonesia Harus Kreatif dan Bertanggung Jawab

Dengan demikian, brand dapat mengelola rantai bisnis mulai dari kanal penjualan, persediaan, pemrosesan pesanan, pengiriman hingga distribusi secara lebih terintegrasi.

Pesanan Naik 5,8 Kali Lipat

FAS mengklaim pendekatan tersebut telah memberikan dampak terhadap pertumbuhan sejumlah mitranya.

Di sektor kecantikan (beauty), FAS membantu salah satu brand meningkatkan volume pesanan hingga 5,8 kali lipat dalam lima bulan.

Sementara itu, pada sektor fast-moving consumer goods (FMCG), solusi FAS disebut mampu memangkas waktu pemrosesan pesanan hingga 70% sekaligus menekan tingkat pembatalan transaksi hingga 35%.

FAS saat ini tidak hanya melayani brand di sektor beauty dan FMCG, tetapi juga menangani mitra dari kategori gadget, elektronik rumah tangga, hingga fashion.

Alvin mengatakan kesiapan infrastruktur dan operasional menjadi salah satu faktor penting bagi brand dalam menghadapi perubahan permintaan pasar.

“Lewat dukungan operasional yang adaptif, fokus kami adalah mendampingi brand dalam mengubah setiap lonjakan tren menjadi pertumbuhan bisnis jangka panjang,” ujarnya. (onny)

Komentar