INVESTORJATIM.COM – PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari menggandeng SMKN 2 Pandeglang, Banten, untuk meningkatkan keterampilan siswa sekaligus mendorong mereka menjadi wirausaha muda.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Bogasari dan SMKN 2 Pandeglang pada Kamis (3/9/2026). Kerja sama ini menjadi bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Bogasari Mengajar.
Wakil Kepala Divisi Bogasari Erwin Sudharma mengatakan, kerja sama tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis siswa, tetapi juga membekali mereka dengan pengetahuan tentang dunia usaha.
“Melalui kerja sama ini, Bogasari akan mendukung pengajaran, penyelarasan kurikulum, pelatihan siswa dan guru, hingga kesempatan magang,” kata Erwin dalam keterangan tertulis, Jumat (4/9/2026).
SMKN 2 Pandeglang menjadi SMK pertama di Banten yang bekerja sama dengan Bogasari dalam pengembangan kurikulum Teaching Factory (TEFA).
Menurut Erwin, kesempatan magang juga tidak terbatas di pabrik Bogasari. Siswa dan guru berkesempatan belajar langsung di usaha kecil dan menengah (UKM) yang menjadi mitra Bogasari.
“Ini diharapkan semakin menguatkan jiwa kewirausahaan para siswa dan guru,” ujarnya.
Dilatih Membuat Cookies
Setelah penandatanganan MoU, Bogasari langsung memberikan pelatihan TEFA kepada 14 guru dan 68 siswa kelas XI jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP).
Pelatihan berlangsung selama dua hari, 3-4 September 2026, dengan materi pembuatan enam jenis kue kering. Keenamnya adalah Chocolate Chip Cookies, Kaastangels, Nastar Spesial, Lidah Kucing Cokelat Keju, Putri Salju, dan Red Velvet Soft Cookies.
Pelatihan diberikan oleh baker senior Bogasari Baking Center (BBC), Irvan Indrayana.
Irvan mengatakan, siswa tidak hanya diajarkan cara membuat produk, tetapi juga memahami aspek bisnisnya.
Materi yang diberikan antara lain spesifikasi bahan, kandungan gizi, hingga cara menghitung harga pokok penjualan (HPP) dan keuntungan.
“Jadi siswa dan guru tidak hanya bisa membuat produk, tetapi juga memahami bagaimana menghitung biaya dan keuntungan,” kata Irvan.
Produk yang dipelajari tersebut nantinya diharapkan dapat dikembangkan dan dijual melalui kegiatan TEFA, termasuk untuk memenuhi kebutuhan produk Lebaran 2027.
Sudah Berjalan 25 Tahun
Program Bogasari Mengajar telah berjalan lebih dari 25 tahun. Program tersebut mencakup sejumlah kegiatan, seperti magang industri, penelitian skripsi, kunjungan akademik, observasi tugas kuliah, dan kelas praktisi mengajar.
Setiap tahun, Bogasari dapat menerima hingga sekitar 1.000 siswa dan mahasiswa untuk kegiatan magang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMKN 2 Pandeglang Rohmatul Fajri mengatakan, kerja sama dengan Bogasari menjadi kesempatan bagi sekolah untuk meningkatkan kompetensi guru dan siswa.
Terlebih, SMKN 2 Pandeglang baru ditetapkan sebagai sekolah Teaching Factory dan tengah diarahkan menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
“Ini kesempatan emas yang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin,” kata Rohmatul.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang Dede Rukhyati berharap kerja sama selama dua tahun tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi siswa dan guru.
Ia juga mendorong lahirnya produk yang mengangkat potensi lokal Pandeglang, misalnya roti dengan cita rasa durian.
Dede berharap program serupa nantinya dapat diperluas ke SMK lain yang memiliki jurusan tata boga atau kuliner.
“Harapannya, lulusan SMK tidak hanya siap menjadi pekerja, tetapi juga siap menjadi pelaku usaha,” ujarnya. (onny)














Komentar