PT Bukit Darmo Property Tbk Sulap Fairway Nine Mall Jadi Pusat Wellness Surabaya Barat, Okupansi Dibidik Tembus 70%

Direktur PT Bukit Darmo Property Tbk, Lenna Sumampow (kiri).

INVESTORJATIM.COM – PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP) terus mempercepat transformasi bisnis Fairway Nine Mall di kawasan Surabaya Barat dengan mengusung konsep lifestyle dan wellness. Strategi tersebut ditempuh untuk mendongkrak jumlah pengunjung sekaligus meningkatkan okupansi pusat perbelanjaan di tengah persaingan industri ritel yang semakin ketat.

Direktur PT Bukit Darmo Property Tbk, Lenna Sumampow mengatakan, Fairway Nine Mall kini tidak lagi hanya mengandalkan tenant food and beverage (F&B), tetapi mulai memperluas penetrasi ke sektor kesehatan, kecantikan, olahraga, hingga hiburan keluarga.

Menurutnya, tren gaya hidup sehat dan aktif yang terus berkembang menjadi peluang baru bagi perseroan untuk membangun destinasi lifestyle di Surabaya Barat.

“Terbaru, kami mendapat kepercayaan dari APK2I untuk mengisi area sekitar 6.000 meter persegi di Fairway Nine Mall. Kehadiran asosiasi tersebut diharapkan memperkuat positioning mal sebagai pusat gaya hidup sehat dan kecantikan,” ujar Lenna dalam Public Expose Insidentil di Surabaya, Jumat (22/5/2026).

Fairway Nine Mall berada di kawasan superblok Bukit Darmo Boulevard dan terdiri atas enam lantai. Pusat perbelanjaan ini terintegrasi dengan Nine Boulevard Office Tower serta rencana pengembangan hotel, sehingga dinilai memiliki captive market dari penghuni apartemen maupun pekerja perkantoran di kawasan tersebut.

Baca Juga:  IPO Tanpa Free Float Cukup? Siap-Siap Tersingkir dari Bursa

Dengan total luas sekitar 56.000 meter persegi, tingkat okupansi Fairway Nine Mall per Mei 2026 telah mencapai 58,7%. Perseroan menargetkan okupansi meningkat menjadi 70% hingga akhir 2026.

Sejumlah tenant baru dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal IV/2026, mulai dari restoran, arena permainan anak, yoga, pilates, spa, hingga layanan kesehatan dan kecantikan.

Lenna mengungkapkan, sejumlah tenant besar asal Jakarta juga telah menyatakan komitmen untuk masuk ke Fairway Nine Mall. Kehadiran tenant nasional tersebut diyakini mampu meningkatkan traffic pengunjung dan memperkuat pendapatan perseroan.

Di sisi lain, BKDP juga memperluas fasilitas olahraga untuk membangun ekosistem komunitas di Surabaya Barat. Setelah lapangan padel yang diklaim ramai setiap hari, perseroan berencana menambah fasilitas badminton dan basket.

Selain itu, salah satu lantai mal dengan luas sekitar 6.000 meter persegi akan diisi wahana permainan keluarga City Garden. Perseroan menilai kombinasi tenant olahraga, hiburan keluarga, kesehatan, dan kecantikan akan menciptakan destinasi baru yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat urban.

Untuk meningkatkan traffic, perseroan juga akan memperbanyak agenda event seperti kompetisi olahraga, kegiatan kesehatan, hingga acara kecantikan.

“Kami ingin menghadirkan tenant destinasi bagi masyarakat yang peduli kebugaran dan lifestyle sehat,” kata Lenna.

Baca Juga:  BEI Pantau 70 Emiten Berisiko Tercoret, Sejumlah BUMN Masuk Daftar Waspada

Meski traffic pengunjung belum sepenuhnya pulih, manajemen mengklaim omzet tenant di Fairway Nine Mall menunjukkan tren positif dan menjadi sinyal prospektif bagi pengembangan bisnis pusat perbelanjaan tersebut.

Hyatt Centric Disiapkan Jadi Mesin Pendapatan Baru

Selain fokus pada pengembangan mal, BKDP juga mematangkan proyek Hotel Hyatt Centric yang ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV/2027.

Direktur PT Bukit Darmo Property Tbk, Brasada Chandra mengatakan, desain proyek hotel bintang lima tersebut telah memasuki tahap finalisasi. Perseroan menargetkan proses tender dimulai pada September 2026 dan konstruksi dimulai Oktober 2026.

Hotel Hyatt Centric dirancang memiliki sekitar 210 kamar yang dilengkapi function room, meeting room, dan golf lounge. Perseroan membidik soft opening pada November atau Desember 2027.

“Untuk menyelesaikan proyek hotel, BKDP menyiapkan anggaran sekitar Rp230 miliar. Dengan investasi sebelumnya sebesar Rp64 miliar, total investasi proyek diperkirakan mencapai sekitar Rp290 miliar,” ujar Brasada.

Pendanaan proyek berasal dari internal perusahaan dan pihak terafiliasi. Perseroan mengaku telah memperoleh dukungan goodwill sebesar Rp175 miliar dari jajaran komisaris untuk memperkuat modal kerja serta pengembangan hotel dan pusat perbelanjaan.

Dari total dana tersebut, sekitar Rp145 miliar dialokasikan untuk pengembangan hotel dan mall, sedangkan sisanya digunakan menjaga arus kas, biaya operasional, dan perbaikan aset.

Baca Juga:  Wahana Pronatural (WAPO) Tambah Varian Baru Sankist dan AirAlam

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, pendapatan BKDP sepanjang 2025 mencapai Rp36,63 miliar. Sementara pada kuartal I/2026, pendapatan tercatat Rp9,22 miliar dengan kontribusi terbesar berasal dari sewa mall, disusul apartemen dan ruang perkantoran.

Namun demikian, perseroan masih membukukan rugi bersih sebesar Rp35,57 miliar sepanjang 2025 dan rugi Rp9,39 miliar pada kuartal I/2026. Kerugian tersebut dipengaruhi tingginya biaya maintenance, perpanjangan SLF, serta tekanan depresiasi rupiah.

Terkait suspensi perdagangan saham BKDP oleh Bursa Efek Indonesia pada 18 Mei 2026, manajemen menyampaikan bahwa penghentian sementara perdagangan telah dibuka kembali sehari setelahnya.

Saat suspensi terjadi, saham BKDP berada di level Rp103 per saham dan kini bergerak di kisaran Rp100 per saham. Manajemen menilai pergerakan harga saham merupakan mekanisme pasar dan mencerminkan valuasi yang masih berada di bawah nilai aset perseroan.

“Analisa kami mungkin juga karena harga masih di bawah undervalue di tengah pasar saham yang bergejolak,” ujar manajemen.

BKDP menilai valuasi saham saat ini masih lebih rendah dibandingkan nilai aset perseroan setelah revaluasi properti hotel dan pusat perbelanjaan yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp2 triliun. (Onny)

Komentar