Mahasiswi UNESA Susun Modul Kitchen Art Berbasis Flipbook untuk Siswa SMKN 4 Madiun

Sekar (kiri) saat berdiskusi dengan guru SMKN 4 Madiun dalam membuat Modul Kitchen Art Berbasis Flipbook. (dok SMKN 4 Madiun)

INVESTORJATIM.COM – Persaingan dunia kerja yang semakin ketat mendorong sekolah menengah kejuruan (SMK) memperkuat kualitas pembelajaran berbasis praktik. Salah satu upaya yang dilakukan ialah menghadirkan modul ajar yang lebih terstruktur guna meningkatkan kompetensi siswa sebelum terjun ke industri.

Hal tersebut dilakukan mahasiswi S1 Pendidikan Tata Boga Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Sekar Putri Nabiilah, saat menjalani program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di SMKN 4 Madiun. Dalam program magang tersebut, mahasiswa mendapat tugas menyusun modul ajar sesuai mata pelajaran yang dipilih.

Praktek barista yang dilakukan di SMKN 4 Madiun. (dok SMKN 4 Madiun)

Sekar memilih mengembangkan modul ajar untuk mata pelajaran pilihan Kitchen Art bagi siswa kelas XI Kuliner. Materi yang disusun meliputi skirting, floral arrangement, fruit cutting, fruit carving, hingga barista.

Menurut Sekar, mata pelajaran tersebut masih tergolong baru sehingga sekolah belum memiliki modul ajar baku sebagai pedoman pembelajaran. Karena itu, penyusunan bahan ajar yang sistematis dinilai menjadi kebutuhan penting bagi sekolah.

Baca Juga:  Wisudawan Terbaik UNESA Kembangkan Chatbot Pembelajaran, Ainus Salsabilla Dorong Literasi Sains di Sekolah

Modul tersebut dikembangkan dalam dua format sekaligus, yakni digital berbasis flipbook dan versi cetak. Penyusunannya dilakukan secara bertahap selama lima bulan masa magang.

Bersana siswa siswi dan guru SMKN 4 Madiun setelah praktek fruit carving. (dok SMKN 4 Madiun)

“Di SMKN 4 Madiun belum ada modul pakem untuk mata pelajaran pilihan ini. Saya membuat materi dari awal sekaligus menambah referensi yang bisa diberikan kepada siswa,” ujar mahasiswi Pendidikan Tata Boga UNESA angkatan 2023 itu.

Selain menyusun modul, Sekar juga mengajar langsung siswa kelas XI Kuliner 1 dan XI Kuliner 3. Selama proses pembelajaran, dia mendapat pendampingan dari guru pamong Nursiyami, S.Pd., selaku Kepala Program Keahlian SMKN 4 Madiun.

Dia mengungkapkan tantangan terbesar bukan pada proses penulisan modul, melainkan bagaimana menyampaikan materi agar mudah dipahami sekaligus dapat dipraktikkan siswa.

“Tantangan saya lebih kepada bagaimana menyampaikan materi dengan baik agar semua siswa paham dan dapat menerapkannya,” katanya.

Sekar menilai antusiasme siswa cukup tinggi, terutama saat sesi praktik berlangsung. Menurut dia, semangat belajar siswa turut didukung kegiatan ekstrakurikuler seperti fruit carving dan barista yang tersedia di sekolah.

Baca Juga:  Unesa Dorong Literasi Lingkungan Sejak Dini Lewat Program Merdeka Belajar di SD Labschool

“Setiap praktik mereka bersemangat mengikutinya. Jadi siswa bisa langsung mempraktikkan materi yang sudah didapatkan,” ujarnya.

Ke depan, modul ajar yang telah dikembangkan tersebut diharapkan dapat menjadi referensi tetap bagi guru-guru SMKN 4 Madiun dalam mengajarkan mata pelajaran pilihan Kitchen Art. (Onny)

Komentar