BI Catat Harga Properti Residensial Tumbuh Melambat, Penjualan Rumah Primer Turun 8,43%

Istimewa

INVESTORJATIM.COM – Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan harga properti residensial di pasar primer melambat pada triwulan III/2026. Perlambatan tersebut terjadi bersamaan dengan penurunan penjualan rumah di seluruh tipe hunian.

Berdasarkan Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia, Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada triwulan III/2026 tumbuh sebesar 0,58% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Pertumbuhan tersebut lebih rendah dibandingkan dengan capaian triwulan II/2026 yang mencapai 0,69% (yoy).

Hasil survei BI juga menunjukkan tekanan pada sisi permintaan. Penjualan properti residensial di pasar primer mengalami kontraksi sebesar 8,43% (yoy) pada triwulan III/2026.

Penurunan penjualan tersebut terjadi pada seluruh tipe rumah, mencerminkan belum kuatnya aktivitas transaksi hunian di pasar primer.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan harga properti residensial masih terbatas di tengah pelemahan penjualan. Dengan demikian, dinamika pasar properti primer tidak hanya terlihat dari pergerakan harga, tetapi juga dari kemampuan pasar menyerap pasokan hunian.

Dari sisi pembiayaan, BI mengungkapkan bahwa pengembang masih mengandalkan dana internal perusahaan untuk membiayai pembangunan properti residensial.

Baca Juga:  BI Dorong Korporasi Gandeng UMKM untuk Perkuat Pertumbuhan Ekonomi

Berdasarkan hasil survei, dana internal perusahaan memiliki pangsa sebesar 73,94% dari total kebutuhan pembiayaan pembangunan properti residensial.

Sementara itu, dari sisi konsumen, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih menjadi skema utama untuk membeli rumah di pasar primer.

BI mencatat pangsa pembelian rumah melalui fasilitas KPR mencapai 70,68% dari total skema pembelian pada triwulan III/2026.

Besarnya porsi pembiayaan melalui KPR menunjukkan bahwa fasilitas kredit perbankan masih memegang peranan penting dalam mendukung transaksi properti residensial.

Di sisi lain, dominasi dana internal dalam pembiayaan pembangunan memperlihatkan besarnya peran modal perusahaan dalam menopang aktivitas pengembang.

Secara keseluruhan, hasil SHPR triwulan III/2026 menggambarkan pasar properti residensial primer yang masih menghadapi tantangan dari sisi penjualan. Meskipun harga rumah tetap tumbuh positif, laju kenaikannya melambat dibandingkan triwulan sebelumnya, sementara transaksi mengalami kontraksi. (Onny)

Komentar