BEI Mulai Terapkan Transaksi Short Selling 1 Oktober, Ini Daftar Saham dan Aturannya

BEI resmi menerapkan transaksi Short Selling dan Intraday Short Selling (IDSS).

INVESTORJATIM.COM – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menerapkan transaksi Short Selling dan Intraday Short Selling (IDSS) mulai 1 Oktober 2026.

Pada tahap awal, baru dua sekuritas yang mendapat lisensi, yakni Ajaib Sekuritas Asia dan Semesta Indovest Sekuritas.

IDSS adalah mekanisme jual saham yang belum dimiliki, dengan kewajiban membeli kembali di hari yang sama sebelum perdagangan tutup. Mekanisme ini memberi alternatif strategi baru bagi investor.

Transaksi IDSS hanya berlaku untuk saham yang masuk daftar BEI. Per 28 September 2026, ada lima saham yang bisa ditransaksikan: ASII, BBCA, BRPT, BUMI, dan INDF. Kelimanya dipilih karena likuiditas dan free float tinggi.

BEI juga membatasi kuota transaksi per Anggota Bursa berdasarkan nilai transaksi harian:

– Di bawah Rp 750 miliar: maksimal 0,02 persen dari jumlah saham tercatat per hari

– Rp 750 miliar – Rp 1,5 triliun: maksimal 0,03 persen per hari

– Di atas Rp 1,5 triliun: maksimal 0,05 persen per hari

Baca Juga:  Direktur Utama BEI Mengundurkan Diri Menyusul Kondisi Pasar Modal

Pembatasan ini untuk menjaga risiko pasar agar short selling tumbuh bertahap.

Dari sisi investor, ada syarat jaminan awal minimal Rp 50 juta atau 50 persen dari nilai transaksi, diambil yang lebih tinggi. Jika harga saham naik, jaminan bisa tergerus dan memicu margin call.

Jika jaminan tidak dipenuhi, akan ada pembelian paksa (forced buy). Untuk IDSS, forced buy otomatis dilakukan setiap akhir hari, sehingga posisi tidak bisa dibawa ke hari berikutnya.

Hingga 31 Desember 2026, fasilitas ini baru bisa diakses investor individu domestik. Setelah itu, akan dibuka bertahap untuk investor lebih luas.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan AB BEI, Irvan Susandy, mengatakan penerapan IDSS dilakukan terukur.

“Penerapan IDSS ini merupakan langkah lanjutan dalam upaya BEI menyediakan mekanisme transaksi yang lebih beragam sekaligus mendukung pengembangan pasar yang lebih dinamis,” ujar Irvan. (onny)

Komentar