BEI Gelar Public Expose Live, 45 Emiten Paparkan Strategi dan Prospek Bisnis

Public Expose Live 2026 yang diselenggarakan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menambah informasi investor pasar modal.

INVESTORJATIM.COM – Investor dinilai perlu melihat lebih dari sekadar pergerakan harga saham sebelum menentukan keputusan investasi. Pemahaman terhadap kinerja, strategi bisnis, hingga prospek perusahaan menjadi bagian penting dalam menilai potensi dan risiko investasi.

Karena itu, keterbukaan informasi menjadi salah satu elemen penting dalam membangun kepercayaan investor. Salah satu sarana yang dapat dimanfaatkan investor untuk memperoleh informasi langsung dari perusahaan adalah Public Expose Live 2026 yang diselenggarakan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Melalui kegiatan tersebut, manajemen Perusahaan Tercatat memaparkan perkembangan bisnis, kinerja, strategi, serta prospek usaha secara langsung kepada investor dan masyarakat.

Sepanjang 2026, Public Expose Live digelar dalam dua rangkaian. Rangkaian pertama telah berlangsung secara virtual pada 9–11 Juni 2026 dan diikuti delapan Perusahaan Tercatat sebagai bagian dari upaya peningkatan free float.

Adapun rangkaian kedua berlangsung pada 7–11 September 2026 dalam rangka memperingati HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia. Sebanyak 45 Perusahaan Tercatat dijadwalkan ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga:  Cadangan Gua Macan Naik 25%, Merdeka Copper Gold Perkuat Prospek Tambang Tembaga-Emas di Tujuh Bukit

Penyelenggaraan secara virtual dinilai memperluas akses investor terhadap informasi perusahaan. Investor dari berbagai daerah dapat mengikuti pemaparan manajemen tanpa harus hadir secara langsung di lokasi kegiatan.

Direktur BEI Saidu Salihin mengatakan keterbukaan informasi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor terhadap pasar modal.

“Kepercayaan merupakan fondasi penting bagi pasar modal. Kepercayaan tersebut perlu terus kita jaga melalui keterbukaan informasi yang jelas, akurat, dan konsisten,” ujar Saidu.

Menurut dia, informasi mengenai kondisi usaha, pertumbuhan perusahaan, pengelolaan risiko, serta strategi manajemen dalam menghadapi masa depan menjadi aspek penting bagi investor sebelum menentukan keputusan investasi.

Dia berharap Public Expose Live 2026 dapat memperkuat hubungan antara perusahaan dan investor melalui keterbukaan informasi serta dialog yang lebih terbuka.

“Harapan kami, kegiatan ini dapat menghasilkan pemahaman yang lebih baik, komunikasi yang lebih terbuka, serta kepercayaan yang terus terjaga. Ketiganya merupakan fondasi penting untuk membangun pasar modal Indonesia yang berintegritas, berkelanjutan, dan berdaya saing global,” katanya.

Baca Juga:  OJK Jatuhkan Sanksi ke Repower Asia dan Multi Makmur Lemindo, Denda Tembus Miliaran Rupiah

Bagian dari Reformasi Pasar Modal

Penyelenggaraan Public Expose Live 2026 juga menjadi bagian dari implementasi 8 Rencana Aksi Akselerasi Reformasi Pasar Modal.

Program tersebut diarahkan antara lain untuk memperluas akses informasi, memperkuat perlindungan investor, serta mendukung pertumbuhan pasar modal yang berkelanjutan.

Bagi investor, Public Expose Live dapat menjadi salah satu sumber informasi untuk mengenal perusahaan secara lebih mendalam. Informasi dari paparan publik dapat digunakan untuk melengkapi analisis berdasarkan laporan keuangan maupun keterbukaan informasi lainnya.

Namun, informasi yang disampaikan dalam Public Expose Live bukan merupakan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham tertentu.

Investor tetap perlu melakukan analisis secara mandiri dengan mempertimbangkan profil risiko dan tujuan investasi masing-masing sebelum mengambil keputusan.

Investor dan masyarakat dapat mengikuti Public Expose Live 2026 secara virtual pada 7–11 September 2026 melalui kanal resmi Public Expose Live BEI. (onny)

Komentar