Mudik Gratis PTPN I Regional 5 Berangkatkan 600 Perantau, Rute Diperluas hingga Semarang

Regional Head PTPN I Regional 5 Subagiyo saat melepas rombongan mudik gratis PTPN I regional 5

SURABAYA, INVESTORJATIM.COM – Menjelang arus mudik Lebaran yang kian padat, program mudik gratis kembali menjadi oase bagi para perantau yang ingin pulang kampung tanpa harus terbebani biaya perjalanan. Tahun ini, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 5 memberangkatkan sekitar 600 peserta dalam program mudik bersama menuju sejumlah kota di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Regional Head PTPN I Regional 5 Subagiyo mengatakan, program mudik gratis tersebut menjadi bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat, khususnya para pekerja dan warga perantauan yang ingin berkumpul dengan keluarga saat Hari Raya.

“Untuk mudik bersama tahun ini, kami memberangkatkan kurang lebih 600 peserta dengan tujuan tujuh kota, mulai dari Banyuwangi hingga Yogyakarta dan Semarang,” ujar Subagiyo, ketika memberangkatkan armada mudik gratis di halaman kantor PTPN I regional 5, Selasa (17/3/2026).

Ia menjelaskan, program ini merupakan bagian dari kontribusi sosial perusahaan untuk menghadirkan perjalanan mudik yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.

Menurutnya, banyak perantau yang setiap tahun menantikan momen pulang kampung untuk berkumpul dengan keluarga. Melalui program ini, perusahaan ingin memastikan mereka dapat pulang dengan aman tanpa harus menghadapi risiko perjalanan yang berat.

Baca Juga:  Kemenhub Siap 520 Bus untuk Mudik Gratus Moda Darat pada Angkutan Lebaran 2025

“Kami ingin masyarakat yang merantau bisa berkumpul dengan keluarga dengan aman dan nyaman. Itu yang menjadi harapan kami dari kegiatan mudik bersama ini,” katanya.

 

Subagiyo menambahkan, pelaksanaan mudik tahun ini memiliki perbedaan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya digelar dengan dukungan berbagai pihak, tahun ini program tersebut dikelola secara mandiri oleh perusahaan.

“Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini kami benar-benar mengelola kegiatan ini secara mandiri. Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik,” ujarnya.

Adapun tema yang diusung pada program tahun ini adalah “Mudik Aman Berbagi Harapan.” Tema tersebut mencerminkan komitmen perusahaan untuk memastikan para peserta dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman, sekaligus membawa kebahagiaan bagi keluarga di kampung halaman.

Subagiyo menuturkan, melalui program ini perusahaan juga ingin mendorong masyarakat untuk menghindari perjalanan mudik menggunakan sepeda motor yang berisiko tinggi.

“Harapannya peserta bisa pulang tanpa harus berdesak-desakan di perjalanan, tidak menggunakan kendaraan roda dua, sehingga dari sini sampai ke tempat tujuan bisa tiba dengan selamat,” ujarnya.

Baca Juga:  BYD Salurkan Bantuan Rp1,5 Miliar untuk Korban Banjir Sumatera

Selain itu, makna “berbagi harapan” juga diharapkan dapat membawa semangat positif bagi para pemudik.

“Ketika mereka sampai di kampung halaman dan berkumpul dengan keluarga, ada kebahagiaan yang dibawa. Harapannya saat kembali nanti mereka juga membawa semangat baru untuk berkarya dan meningkatkan produktivitas,” katanya.

Dari sisi rute, PTPN I Regional 5 menambah satu tujuan baru pada tahun ini, yakni Semarang. Sebelumnya, rute mudik hanya sampai Yogyakarta.

“Tahun ini ada tambahan tujuan ke Semarang. Mudah-mudahan ke depan bisa terus berkembang, bahkan kalau memungkinkan bisa menjangkau hingga Jakarta,” ujar Subagiyo.

Meski demikian, jumlah peserta mudik tahun ini relatif sama dengan tahun sebelumnya, yakni sekitar 600 orang.

Menurut Subagiyo, hal tersebut karena program mudik gratis pada tahun ini digelar secara serentak oleh banyak perusahaan BUMN, sehingga peserta terbagi di berbagai program mudik yang diselenggarakan oleh masing-masing perusahaan.

“Karena tahun ini banyak BUMN yang mengadakan mudik bersama secara serentak, maka konsentrasi pemudik juga terbagi. Namun yang terpenting, masyarakat tetap memiliki banyak pilihan untuk pulang kampung dengan aman,” katanya. (Onny)

Baca Juga:  3.500 Pekerja Terdampak Perusakan Kebun Ijen, PTPN I Regional 5 Serahkan Kasus ke APH

 

Komentar