Categories: IndeksNational

PWI Pusat Soroti Ketentuan Digital dalam Perjanjian Dagang RI–AS, Tegaskan Kedaulatan Data dan Pers Nasional

JAKARTA, INVESTORJATIM.COM – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat mencermati secara serius perkembangan pembahasan ketentuan digital dalam perjanjian perdagangan antara Republik Indonesia dan Amerika Serikat. Ketentuan tersebut dinilai berpotensi berdampak signifikan terhadap ekosistem pers nasional, kedaulatan data, serta keberlangsungan industri media di Tanah Air.

Dalam pernyataan resminya, Akhmad Munir, Ketua Umum PWI Pusat menegaskan bahwa isu ini melampaui kepentingan sektoral industri media semata. Persoalan tersebut menyangkut kedaulatan informasi, kedaulatan data, dan kedaulatan ekonomi nasional.

“Dalam beberapa tahun terakhir, sekitar 70–80 persen belanja iklan digital nasional mengalir ke platform digital global. Kondisi ini telah melemahkan daya tahan industri media nasional dan mengganggu keseimbangan ekosistem informasi,” ujar Ketum PWI Pusat dalam pernyataannya.

PWI Pusat menilai, apabila regulasi nasional semakin dibatasi oleh komitmen internasional yang tidak memperhitungkan kondisi domestik, dampaknya dapat mempercepat pelemahan industri pers dan mempersempit ruang demokrasi.

Perlu Kajian Komprehensif

PWI Pusat mendorong pemerintah untuk melakukan penghitungan dampak secara komprehensif sebelum mengambil keputusan terkait ketentuan digital dalam perjanjian perdagangan tersebut. Kajian yang dimaksud meliputi dampak ekonomi terhadap industri media dan sektor terkait, potensi kehilangan penerimaan negara, serta dampak sosial berupa kemungkinan pemutusan hubungan kerja (PHK) dan penurunan kualitas jurnalisme.

Selain itu, PWI menekankan pentingnya mengkaji implikasi kebijakan terhadap kedaulatan data nasional. “PWI siap berkontribusi menyediakan data dan analisis sebagai bahan pertimbangan kebijakan, agar keputusan yang diambil benar-benar berbasis pada kepentingan nasional jangka panjang,” tegas Munir.

Fenomena Global

PWI juga menyoroti bahwa persoalan relasi antara negara dan platform digital global merupakan fenomena global yang kompleks. Sejumlah negara, termasuk Australia, telah menghadapi tantangan serupa dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan nasional dan dominasi platform digital lintas negara.

Oleh karena itu, Indonesia dinilai perlu belajar dari praktik internasional, membangun jejaring solidaritas dengan komunitas pers global, serta memperkuat posisi tawar nasional dalam menghadapi kekuatan korporasi digital global.

Media Nasional Aset Strategis Bangsa

PWI Pusat menegaskan bahwa media nasional harus diperlakukan sebagai aset strategis bangsa yang memiliki fungsi demokratis dan konstitusional. Negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan keberlanjutan pers sebagai pilar demokrasi sebagaimana dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Pers.

“PWI tidak menolak kerja sama internasional dan mendukung diplomasi ekonomi. Namun, kerja sama tersebut tidak boleh mengorbankan kedaulatan informasi dan keberlangsungan pers nasional,” ungkapnya.

PWI mendorong agar setiap ketentuan yang menyangkut ekonomi digital dan tata kelola data tetap memberikan ruang bagi negara untuk melindungi kepentingan nasional, termasuk ekosistem pers Indonesia.

“Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan profesional PWI Pusat dalam menjaga keberlanjutan jurnalisme dan kualitas demokrasi Indonesia,” pungkasnya.(Redaksi)

REDAKSI

Recent Posts

UNAIR Lepas 25 Tim Ekspedisi Patriot, Perkuat Pemberdayaan Kawasan Transmigrasi di Papua hingga Gorontalo

INVESTORJATIM.COM — Universitas Airlangga (UNAIR) resmi melepas 25 Tim Ekspedisi Patriot (TEP) untuk menjalankan program…

20 jam ago

Hotel Bintang Tiga Kian Kompetitif, @HOM Simpang Lima Semarang Andalkan Lokasi Strategis dan Layanan untuk Jaga Daya Saing

INVESTORJATIM.COM — Persaingan industri perhotelan di Kota Semarang semakin ketat seiring meningkatnya aktivitas bisnis, wisata,…

24 jam ago

Tak Hanya Menambang Emas, Pani Investasi pada SDM Lewat Kelas Inspirasi bagi Ratusan Pelajar Pohuwato

INVESTORJATIM.COM — Di tengah kebutuhan akan sumber daya manusia (SDM) yang semakin kompetitif, investasi pada…

1 hari ago

Khofifah: Banyuwangi Ethno Carnival 2026 Buktikan Budaya Lokal Mampu Tembus Pasar Global

INVESTORJATIM.COM — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai penyelenggaraan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026…

2 hari ago

EXCOTEL Design Hotel Surabaya Bidik Pasar Family Staycation Lewat Tiga Paket Menginap

INVESTORJATIM.COM - EXCOTEL Design Hotel Surabaya memperkuat strategi bisnis di segmen family staycation dan pemesanan…

2 hari ago

PWI Pusat Minta Hotman Paris Minta Maaf kepada Wartawan, Tegaskan Profesi Pers Harus Dihormati

INVESTORJATIM.COM — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat meminta advokat Hotman Paris Hutapea menyampaikan permohonan maaf…

2 hari ago