PT PAL Kantongi Proyek Gas Mako Natuna, Perluas Bisnis ke Sektor Energi Lepas Pantai

Ekspansi bisnis berlanjut, PT PAL menangkan proyek infrastruktur gas Mako.

INVESTORJATIM.COM – Di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional dan upaya pemerintah memperkuat pasokan gas domestik, PT PAL Indonesia kembali memperluas lini bisnisnya. BUMN galangan kapal dan industri pertahanan tersebut resmi mengantongi kontrak proyek pengembangan Lapangan Gas Mako di Laut Natuna, Kepulauan Riau, yang sekaligus menjadi langkah strategis perusahaan memasuki pasar energi lepas pantai yang bernilai tinggi.

PT PAL Indonesia menandatangani kontrak kerja sama dengan West Natuna Exploration Limited (WNEL) untuk pelaksanaan proyek Engineering, Procurement, Construction and Transportation (EPCT) Conductor Support Frame (CSF) pada Proyek Pengembangan Mako di Wilayah Kerja Duyung, Laut Natuna.

Dalam kerja sama tersebut, WNEL menunjuk PT PAL sebagai kontraktor utama yang bertanggung jawab atas pekerjaan rekayasa, pengadaan material, konstruksi, hingga transportasi struktur Conductor Support Frame yang akan menjadi bagian penting dari infrastruktur produksi Lapangan Gas Mako.

General Manager Sales & Marketing PT PAL Indonesia, Aris Wacana Putra, mengatakan kontrak tersebut menjadi langkah strategis perusahaan untuk memperluas pasar komersial sekaligus memperkuat kontribusi industri nasional dalam mendukung pengembangan sektor energi.

Baca Juga:  Kaharuddin Djenod Kembali Ditunjuk Pimpin PT PAL Indonesia

“Kepercayaan ini menunjukkan kapabilitas rekayasa dan manufaktur yang selama ini dikembangkan PT PAL untuk menjawab kebutuhan pembangunan infrastruktur eksploitasi gas lepas pantai. Selain memperluas portofolio bisnis perusahaan, proyek ini juga menjadi kontribusi nyata industri nasional dalam mendukung penguatan ketahanan energi Indonesia,” ujarnya.

Proyek Mako merupakan salah satu proyek pengembangan lapangan gas strategis nasional yang telah mencapai Final Investment Decision (FID) pada Maret 2026. Berlokasi di Laut Natuna, proyek tersebut diproyeksikan menjadi salah satu sumber pasokan gas domestik yang penting untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Keterlibatan PT PAL dalam proyek ini menandai perluasan kompetensi perusahaan dari sektor perkapalan dan pertahanan menuju industri energi lepas pantai. Selain membuka peluang bisnis baru di Wilayah Kerja Duyung, proyek tersebut juga mempertegas kemampuan perusahaan dalam mengerjakan konstruksi maritim berteknologi tinggi.

Pengalaman panjang PT PAL di sektor offshore menjadi modal utama dalam memenangkan proyek tersebut. Sejak 2005, perusahaan telah menangani berbagai proyek migas lepas pantai, antara lain EPC Zelda Platform milik CNOOC SES Ltd, EPCI Wellhead Platform Ujung Pangkah milik Amerada Hess, EPC KE-32 Platform milik Kodeco Energy, EPCI Wellhead Platform Wortel dan EPC Wellhead Platform Peluang milik Santos Pty Ltd, EPC Jacket Bukit Tua milik Petronas, EPCI Gas Compressor, hingga EPCI Platform Madura BD.

Baca Juga:  Industri Pertahanan Nasional Kian Percaya Diri, PT PAL Luncurkan Frigate Merah Putih Perdana

Selain mendukung pengembangan infrastruktur energi nasional, proyek ini juga diharapkan mampu meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) serta mendorong keterlibatan rantai pasok lokal melalui partisipasi berbagai industri pendukung dalam negeri.

PT PAL menargetkan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai standar kualitas, keselamatan, dan jadwal yang telah ditetapkan dengan dukungan transformasi digital berbasis Industri Maritim 4.0 (IM4).

Kontrak Proyek Mako sekaligus memperkuat posisi PT PAL sebagai perusahaan rekayasa maritim nasional yang terus melakukan diversifikasi ke sektor-sektor strategis bernilai tambah tinggi. Ekspansi ke industri energi lepas pantai diharapkan dapat membuka sumber pendapatan baru sekaligus memperbesar kontribusi perusahaan terhadap pertumbuhan ekonomi dan ketahanan energi Indonesia. (Onny)

Komentar