INVESTORJATIM.COM – PT PAL Indonesia melanjutkan penguatan bisnis ekspor industri pertahanan dengan mempersiapkan peluncuran kapal Landing Dock (LD) Philippines #1 sepanjang 124 meter pada akhir Juni 2026. Kapal tersebut merupakan unit pertama dari kontrak pembangunan dua kapal Landing Dock generasi lanjutan untuk Philippine Navy yang diproduksi di galangan PT PAL, Surabaya.
Peluncuran ini menjadi kelanjutan capaian perusahaan setelah sukses meluncurkan Frigate Merah Putih sepanjang 140 meter pada akhir 2025. Proyek tersebut sekaligus menegaskan kepercayaan pasar internasional terhadap kemampuan industri pertahanan maritim Indonesia.
Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, mengatakan percepatan pembangunan LD Philippines #1 menunjukkan kesiapan fasilitas produksi, efektivitas manajemen rantai pasok, serta kompetensi sumber daya manusia perusahaan dalam memenuhi target proyek tanpa mengurangi standar kualitas internasional.
“Akselerasi luar biasa ini menjadi bukti nyata kapabilitas dan integritas insan PAL. Di tengah target waktu yang ketat, seluruh tim engineering, produksi, hingga manajemen bekerja bersama untuk memastikan proyek strategis ini selesai tepat waktu dan sesuai standar mutu,” ujarnya.
Menurut Kaharuddin, pencapaian tersebut merupakan hasil transformasi yang dijalankan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari penguatan fundamental keuangan, modernisasi fasilitas produksi, percepatan waktu pembangunan kapal (dock time), hingga integrasi sistem digital.
Transformasi tersebut berdampak pada efisiensi proses produksi. PT PAL mampu memangkas waktu pembangunan LD Philippines #1 di dok menjadi hanya enam bulan, lebih cepat dibandingkan pembangunan dua kapal pendahulunya untuk Angkatan Laut Filipina, yakni BRP Tarlac (LD-601) dan BRP Davao del Sur (LD-602).
Kaharuddin menilai proyek ini memiliki nilai strategis karena menjadi bagian dari penguatan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Filipina. Selain itu, kontrak pembangunan kapal tersebut merupakan repeat order yang mencerminkan kepuasan pengguna terhadap kualitas produk dan layanan PT PAL.
“Kontrak lanjutan ini menjadi indikator nyata kepercayaan pengguna terhadap kualitas produk, ketepatan pengiriman, serta dukungan layanan yang diberikan PT PAL,” katanya.
Sebelumnya, PT PAL telah membangun dan menyerahkan dua kapal Landing Platform Dock untuk Philippine Navy, yakni BRP Tarlac dan BRP Davao del Sur, yang hingga kini menjadi bagian penting armada angkut strategis negara tersebut.
Saat ini, pembangunan LD Philippines #1 telah memasuki salah satu tahapan penting dalam siklus produksi kapal. Peluncuran kapal menandai selesainya fase konstruksi utama platform kapal dan menjadi awal tahapan berikutnya berupa penyelesaian sistem, integrasi peralatan, hingga pengujian performa di laut (sea trial) sebelum diserahkan kepada pengguna.
Keberhasilan proyek ini dinilai semakin memperkuat posisi PT PAL sebagai pemain industri galangan dan pertahanan maritim yang mampu bersaing di pasar global, sekaligus memperluas kontribusi Indonesia dalam rantai pasok industri pertahanan internasional. (Onny)














Komentar