Proyek Plate Mill 2 GDST Siapkan Dana Rp1,3 Triliun

Awal 2026 Proyek Plate Mill 2 GDST Siapkan Dana Rp1,3 Triliun

SURABAYA, INVESTOR JATIM  – PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk. (GDST) bersiap memperkuat kapasitas produksinya melalui proyek Plate Mill 2 yang saat ini memasuki tahap commissioning. Fasilitas baru senilai Rp1,3 triliun itu ditargetkan mulai beroperasi komersial pada Januari 2026 dan akan menjadi pendorong utama ekspansi bisnis perusahaan.

Direktur GDST Hadi Sucipto mengatakan, beroperasinya Plate Mill 2 akan meningkatkan kapasitas produksi perseroan dari 400.000 ton menjadi 1 juta ton per tahun. Fasilitas baru ini dirancang untuk menghasilkan plat baja dengan ukuran lebih lebar hingga 3 meter dan ketebalan lebih besar, serta kecepatan produksi yang lebih tinggi.

“Plate Mill 2 akan memperluas jangkauan pasar kami, terutama di segmen kapal dan tangki yang membutuhkan plat berukuran besar. Namun pasar domestik tetap menjadi prioritas utama,” ujar Hadi dalam public expose di Surabaya, Kamis (6/11/2025).

Menurutnya, Plate Mill 2 juga menjadi langkah strategis GDST untuk memperkuat daya saing di tengah fluktuasi harga baja global dan naiknya harga bahan baku akibat penguatan dolar AS. Dengan fasilitas baru tersebut, perusahaan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan memenuhi permintaan pelanggan dengan waktu pengiriman lebih cepat.

Baca Juga:  Emdeki Utama Alihkan Fokus ke Pasar Agrikultur di Tengah Lesunya Industri Baja dan Smelter

Di sisi lain, kinerja perseroan hingga kuartal III/2025 masih mengalami tekanan. GDST mencatat penjualan sebesar Rp1,78 triliun, turun 13,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,06 triliun. Laba bersih juga menurun tipis 3,9% menjadi Rp64,9 miliar dari Rp67,6 miliar pada periode yang sama 2024.

Hadi menjelaskan, penurunan penjualan terutama disebabkan turunnya harga jual plat baja dan kenaikan biaya bahan baku. Meski demikian, perseroan tetap optimistis dapat mencapai target penjualan 2025 sebesar Rp2,4 triliun. “Kami masih yakin target tahun ini bisa tercapai, bahkan mungkin bisa melampaui,” katanya.

Saat ini, pasar domestik masih menjadi kontributor terbesar terhadap total penjualan dengan porsi 93,2%. GDST berkomitmen memperluas pasar dalam negeri, terutama dengan meningkatnya proyek infrastruktur dan aktivitas galangan kapal di berbagai daerah.

Sementara itu, pasar ekspor yang berkontribusi sekitar 6,8% mulai menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, GDST berhasil mengekspor 22.000 ton plat baja ke Filipina dan Korea Selatan, naik 590% dibandingkan tahun sebelumnya. Perusahaan juga aktif menjajaki pasar Eropa untuk memperluas penetrasi global.

Baca Juga:  Gunawan Diajaya Steel (GDST) Operasikan Pabrik Baru Plate Mill 2 Desember Tahun Ini

“Dengan kombinasi ekspansi kapasitas melalui Plate Mill 2 dan strategi fleksibilitas dalam kuantitas, pengiriman, dan ukuran pesanan, kami yakin bisa menjaga pertumbuhan di tengah persaingan industri baja yang semakin ketat,” tutur Hadi.

Ia menambahkan, fleksibilitas ini menjadi keunggulan kompetitif GDST karena pelanggan bersedia membayar lebih untuk pesanan khusus (custom order). “Pendekatan ini meningkatkan kepercayaan pelanggan sekaligus memperkuat posisi kami di pasar,” pungkasnya. (Onny Asmara)

Komentar