Proyek Ekspor LDP #1 Jadi Motor Penggerak Industri Lokal, PT PAL Libatkan Lebih dari 100 Mitra Nasional

PT PAL berkomitmen menjadikan setiap proyek strategis sebagai katalis bagi pertumbuhan industri lokal.

INVESTORJATIM.COM – Proyek ekspor kapal Landing Dock Philippines (LDP) #1 tak hanya menjadi bukti daya saing PT PAL Indonesia di pasar internasional, tetapi juga menjadi pengungkit bagi pertumbuhan industri pendukung dalam negeri. Di balik pembangunan kapal tersebut, PT PAL menggandeng lebih dari 100 mitra lokal sebagai bagian dari strategi memperkuat rantai pasok nasional sekaligus mendorong industri Indonesia naik kelas menuju standar global.

Bagi PT PAL Indonesia, keberhasilan meraih kontrak ekspor bukan sekadar pencapaian bisnis. Perseroan memandang setiap proyek strategis sebagai peluang untuk menciptakan pertumbuhan yang lebih inklusif dengan melibatkan pelaku industri nasional dalam rantai produksi bernilai tambah.

Dalam proyek Landing Dock Philippines (LDP) #1, PT PAL menggandeng lebih dari 100 perusahaan lokal dari berbagai sektor industri. Langkah ini menjadi wujud komitmen perusahaan dalam membangun rantai nilai nasional yang kuat sekaligus meningkatkan kapabilitas industri pendukung agar mampu memenuhi standar kualitas internasional.

Baca Juga:  Pinisi “Super” Lahir di Sulsel: Bukan Sekadar Kapal, Tapi Senjata Baru Layanan Publik di Laut

PT PAL meyakini penguatan industri nasional tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Sinergi yang berkelanjutan antara perusahaan utama dan industri pendukung dinilai menjadi fondasi penting untuk mewujudkan industri maritim dan pertahanan yang mandiri, kompetitif, serta memiliki daya saing global.

Chief Technology and Risk Officer (CTRO) PT PAL Indonesia, Briljan Gazalba, mengatakan setiap peluang bisnis yang diperoleh perusahaan harus mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi industri nasional.

“Ketika PT PAL mendapatkan kepercayaan dari pelanggan, maka kepercayaan tersebut harus diterjemahkan menjadi kesempatan bagi industri pendukung nasional untuk tumbuh bersama. Semakin banyak industri berkualitas yang terlibat, semakin kuat pula fondasi industri maritim dan pertahanan Indonesia di masa depan,” ujar Briljan.

Menurut Briljan, proyek ekspor tersebut juga menjadi sarana untuk memperkuat kemandirian industri maritim dan pertahanan nasional. PT PAL tidak hanya membangun rantai pasok domestik, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas, sertifikasi, dan standardisasi komponen agar para mitra lokal mampu menembus pasar internasional.

Melalui pola kemitraan yang berkelanjutan, PT PAL turut meningkatkan kualitas, efisiensi, dan kemampuan teknis industri pendukung. Dampaknya tidak hanya tercermin pada bertambahnya kapasitas produksi, tetapi juga membuka lapangan kerja, meningkatkan kompetensi tenaga kerja nasional, serta memperbesar tingkat kandungan dalam negeri (TKDN).

Baca Juga:  Bidik After Market Industri Otomotif, DRMA Hadirkan DC Battery Lithium 12V untuk R2

Seiring meningkatnya kepercayaan pasar global terhadap produk galangan nasional, PT PAL berkomitmen menjadikan setiap proyek strategis sebagai katalis bagi pertumbuhan industri lokal. Dengan strategi tersebut, perusahaan berharap semakin banyak pelaku industri nasional yang mampu naik kelas dan menjadi bagian dari rantai pasok industri maritim serta pertahanan dunia. (Onny)

Komentar