PLTG Kolaka Resmi Beroperasi, Energi Gas Jadi Pengungkit Baru Pertumbuhan Sulawesi Tenggara

JAKARTA, INVESTORJATIM.COM – Di tengah akselerasi industri dan meningkatnya aktivitas ekonomi di Sulawesi Tenggara, kehadiran pasokan listrik yang andal menjadi kunci utama. Menjawab kebutuhan tersebut, PT PLN Nusantara Power (PLN NP) menandai beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Kolaka melalui seremoni Commercial Operation Date (COD) yang digelar di Kolaka, Sabtu (31/1/2026). Pembangkit hasil relokasi PLTG Maleo Unit 3 ini kini siap menjadi tulang punggung baru sistem kelistrikan daerah dengan kapasitas terpasang 26,2 MW atau 22,7 MW netto.

PLTG Kolaka secara resmi mencapai COD pada 17 Desember 2025 setelah mengantongi Sertifikat Laik Operasi (SLO). Dengan status tersebut, pembangkit dapat beroperasi penuh dan terintegrasi dalam sistem kelistrikan nasional, sekaligus memperkuat pasokan listrik di wilayah yang mengalami pertumbuhan industri dan kebutuhan pelanggan tegangan tinggi.

Relokasi unit pembangkit ini merupakan bagian dari strategi optimalisasi aset PLN Nusantara Power untuk menempatkan sumber energi secara lebih tepat sasaran. Proyek tersebut dikerjakan oleh PLN Nusantara Power Services (PLN NPS), anak usaha PLN NP, yang menangani seluruh tahapan mulai dari pembongkaran unit di lokasi awal, pengiriman, pemasangan ulang, pembangunan fasilitas pendukung, hingga proses commissioning, sinkronisasi, reliability run, dan kesiapan operasi komersial.

Baca Juga:  PLN Nusantara Power Targetkan Semua Karyawan Jadi Relawan Tahun Ini

Direktur Operasi Pembangkit Gas PLN Nusantara Power, Komang Parmita, menegaskan bahwa peristiwa COD ini memiliki makna yang lebih luas dari sekadar pengoperasian pembangkit.

“Beroperasinya PLTG Kolaka adalah bukti bahwa listrik bukan hanya soal energi, tetapi fondasi pemerataan pembangunan dan kesejahteraan. Relokasi PLTG Maleo Unit 3 menjadi PLTG Kolaka menunjukkan komitmen kami menghadirkan pasokan listrik di lokasi yang membutuhkan, dengan waktu yang tepat serta biaya yang semakin efisien,” ujarnya.

Menurutnya, PLTG Kolaka memberikan kontribusi nyata terhadap keandalan sistem kelistrikan Sulawesi Tenggara, meningkatkan stabilitas pasokan, efisiensi operasi, serta pengelolaan aset pembangkit yang mengedepankan keselamatan dan kepatuhan lingkungan.

“Listrik yang andal membuka ruang bagi industri untuk tumbuh, UMKM untuk berkembang, dan layanan publik berjalan optimal. Inilah peran strategis pembangkit dalam menjaga denyut ekonomi dan sosial masyarakat,” tambah Komang.

Sementara itu, EVP Perencanaan Strategis PLN (Persero), Parulian Noviandri, menilai pengoperasian PLTG Kolaka sebagai bagian dari agenda besar PLN Group dalam memperkuat sistem ketenagalistrikan nasional.

“COD PLTG Kolaka mencerminkan kehadiran konkret PLN Group dalam memastikan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan, sekaligus responsif terhadap peningkatan kebutuhan listrik di Sulawesi Tenggara,” jelasnya.

Baca Juga:  600 Huntara di Aceh Tamiang Segera Dihuni, PLN Pastikan Infrastruktur Listrik Tuntas

Ia menyoroti besarnya potensi pertambangan dan hilirisasi di wilayah tersebut yang menuntut pembangkit dengan fleksibilitas tinggi.

“Pembangkit gas seperti PLTG Kolaka mampu merespons perubahan beban dengan cepat. Karakter ini sangat sesuai dengan kebutuhan industri smelter yang dinamis, sehingga menjaga sistem tetap stabil,” katanya.

Parulian menambahkan, relokasi pembangkit ini juga menunjukkan konsistensi PLN Group dalam mengantisipasi lonjakan permintaan listrik melalui penguatan infrastruktur pembangkitan, transmisi, dan distribusi.

“Lebih dari itu, COD ini menjadi sinyal positif bagi iklim investasi daerah. Ketersediaan listrik yang cukup dan andal adalah prasyarat utama masuknya investasi baru. Dengan PLTG Kolaka beroperasi, peluang ekonomi di Sulawesi Tenggara semakin terbuka,” ujarnya.

Keberhasilan proyek PLTG Kolaka merupakan hasil sinergi PLN Group, khususnya PLN Nusantara Power, bersama pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan. Melalui pembangkit ini, PLN NP menegaskan komitmennya menghadirkan energi yang andal, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara secara inklusif. (Onny)

Komentar