Proyek yang ditargetkan selesai pada 31 Januari 2026 tersebut berhasil di-energize pada 15 Januari 2026 atau 15 hari lebih awal. Penyelesaian lebih cepat ini mendapat apresiasi dari Tenaga Switchgear (TSG) selaku Project Delivery Partner (PDP) dan Tenaga Nasional Berhad (TNB) sebagai pemilik jaringan listrik.
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menegaskan capaian ini menjadi bukti kemampuan engineering dan konstruksi nasional yang mampu memenuhi standar internasional.
“Keberhasilan proyek ECRL ini menunjukkan bahwa kapabilitas engineering dan konstruksi ketenagalistrikan PLN Nusantara Power telah memenuhi standar global. Penyelesaian lebih cepat dari target menjadi bukti bahwa perusahaan Indonesia mampu bersaing dan dipercaya dalam proyek strategis lintas negara. Ini bukan hanya pencapaian bisnis, tetapi juga kebanggaan nasional,” ujarnya, dalam keterangan resmi, Senin (16/2/2026).
Direktur Utama PLN NPC, Djarot Hutabri, menambahkan proyek ini merupakan proyek luar negeri pertama PLN NPC yang menjadi pijakan penting untuk ekspansi global.
“Capaian ini mencerminkan profesionalisme dan komitmen seluruh tim dalam menghadirkan layanan konstruksi ketenagalistrikan yang andal dan tepat waktu. Apresiasi dari TSG dan TNB memperkuat kepercayaan mitra terhadap kualitas kerja kami,” kata Djarot.
Dalam proyek tersebut, PLN NPC mengerjakan skema design and build untuk elektrifikasi ECRL Feeder Station yang meliputi pembangunan 132 kV Switching Station, instalasi Overhead Transmission Line (OHL), serta Underground Cable sepanjang 3 kilometer beserta pekerjaan pendukung lainnya.
Proyek ini merupakan bagian dari sistem elektrifikasi jalur ganda sepanjang 665 kilometer yang menghubungkan Port Klang di Selangor hingga Kota Bharu di Kelantan. ECRL sendiri merupakan proyek kereta api listrik yang sepenuhnya menggunakan tenaga elektrik untuk operasional penumpang dan kargo.
Jaringan ini diproyeksikan mampu menekan emisi karbon hingga satu juta ton CO₂ per tahun setelah beroperasi pada 2027, sekaligus meningkatkan konektivitas antara wilayah Pantai Timur dan kawasan tengah Semenanjung Malaysia.
Sebagai bagian dari konsorsium EPCC, PLN NP berperan dalam pengadaan peralatan utama, sementara PLN NPC mengeksekusi konstruksi dan komisioning. Proyek ini telah berjalan sejak Juni 2024 dan ditargetkan selesai secara keseluruhan pada 2026.
Dengan pengalaman lebih dari dua dekade di sektor pembangkitan dan transmisi, PLN NPC menawarkan solusi EPC terintegrasi, mulai dari pembangkit listrik, transmisi, gardu induk, hingga program peningkatan keandalan sistem. Portofolio energi baru terbarukan seperti tenaga air, panas bumi, dan surya turut memperkuat posisi PLN NP Group dalam mendukung agenda transisi energi dan penerapan prinsip ESG di tingkat regional.
Keberhasilan proyek ECRL menjadi langkah strategis PLN Nusantara Power untuk memperluas portofolio internasional serta mempertegas posisinya sebagai mitra konstruksi ketenagalistrikan yang kompetitif dan berstandar global. (Onny)
INVESTORJATIM.COM - Telkomsel menghadirkan “Paket Hot Promo” sebagai pilihan paket internet terbaru yang dirancang untuk…
INVESTORJATIM.COM – Di tengah dorongan memperkuat industri maritim nasional, PT PAL Indonesia justru memilih merayakan…
INVESTORJATIM.COM - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menunjuk MHD Aftabuddin Rijaluzzaman sebagai Pelaksana Tugas…
INVESTORJATIM.COM – Di tengah tekanan global untuk memangkas emisi karbon, PT PLN Nusantara Power (PLN…
INVESTORJATIM.COM — PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) menggelar kegiatan halalbihalal bersama petani tebu rakyat di…
INVESTORJATIM.COM – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli turun langsung menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) XVI periode…