Categories: Indeks

PGN Rilis Kinerja Kuartal III/2025, Laba Menyusut Meski Penjualan Tumbuh

Petugas PGN malakukan pengecekan instalasi jaringan gas.

JAKARTA, INVESTORJATIM – PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) atau PGN melaporkan kinerja keuangan hingga Januari–September 2025 dengan catatan penurunan laba, meski pendapatan tumbuh positif. Dalam laporan keuangan yang dirilis perseroan, beban pokok pendapatan yang meningkat tajam menjadi faktor utama tertekannya profitabilitas.

Berdasarkan siaran tertulis dari PGN, peningkatan beban pembelian gas tersebut menjadi tekanan terbesar bagi kinerja sepanjang 2025. “Kenaikan harga gas di hulu serta dinamika pasokan memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap beban pokok pendapatan. Namun kami tetap menjaga stabilitas suplai gas untuk pelanggan industri dan sektor lainnya,” ungkap keterangan tersebut.

Sepanjang sembilan bulan pertama 2025, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 9,68% year-on-year (YoY) menjadi US$237,89 juta, dari US$263,38 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Penurunan laba terjadi meski PGN mencatat kenaikan pendapatan. Pendapatan konsolidasian tumbuh 6,26% YoY dari US$2,82 miliar menjadi US$2,99 miliar. Namun, beban pokok pendapatan naik lebih tinggi, yakni 8,59% YoY menjadi US$2,42 miliar. Kondisi ini menyebabkan laba bruto merosot 14,49% YoY menjadi US$502,17 juta.

Perseroan juga menghadapi tekanan dari sisi keuangan. Dijelaskan, selain kenaikan beban pokok, perseroan juga mencatat beban keuangan sebesar US$49,36 juta serta rugi selisih kurs US$15,36 juta hingga kuartal III/2025. Ini turut menekan kinerja bottom line perusahaan.

Dengan kondisi tersebut, laba periode berjalan PGN tercatat turun 1,7% YoY menjadi US$338,61 juta.

Dari sisi operasional, pendapatan dari pihak berelasi mencapai US$1,03 miliar atau naik 9,41% YoY. Kontributor terbesar berasal dari segmen niaga dan gas bumi dengan nilai US$544,21 juta, tumbuh 12,25% YoY. Sementara pendapatan dari pihak ketiga tercatat US$1,88 miliar, naik tipis 0,92% YoY.

Manajemen PGN menjelaskan bahwa permintaan gas dari industri dan pelanggan besar masih berada pada tingkat stabil, sehingga mendukung pertumbuhan pendapatan. “Fundamental permintaan masih solid. Ini menjadi dasar kami dalam menjaga pasokan dan meningkatkan layanan distribusi,” kata manajemen.

Di sisi lain, pembelian gas bumi mencapai US$1,56 miliar hingga September 2025, naik 15,32% YoY dari US$1,35 miliar dan menyumbang 64,37% terhadap total beban pokok pendapatan.

Meski demikian, perseroan melihat peluang pertumbuhan. Menurut siaran tertulis itu, PGN terus memperluas jaringan gas, meningkatkan pemanfaatan LNG, serta mendiversifikasi portofolio energi. Upaya efisiensi dan optimalisasi operasional akan tetap menjadi fokus kami untuk memperbaiki margin ke depan. (ARIF)

 

REDAKSI

Recent Posts

Strategi Belanja Akhir Bulan: Pilih Kebutuhan Prioritas untuk Kurangi Kerepotan Harian

INVESTORJATIM.COM – Memasuki akhir Oktober, banyak aktivitas yang datang bersamaan, mulai dari tuntutan pekerjaan yang…

2 jam ago

Waspada Suhu 40 Derajat, Pakar ITS Ingatkan Risiko Heatwave bagi Kesehatan

INVESTORJATIM.COM – Musim kemarau yang berkepanjangan memicu gelombang panas atau heatwave dengan suhu mencapai 40…

5 jam ago

Kejar Kesiapan Tempur, PT PAL Overhaul Dua Kapal Perang Andalan TNI AL

INVESTORJATIM.COM – PT PAL Indonesia (Persero) tengah menangani pemeliharaan dan perbaikan atau Maintenance, Repair, and…

8 jam ago

Survei Kepuasan: Layanan TPS Raih Skor 4,75 dan 100 Persen Bebas Pungl

INVESTORJATIM.COM – Penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) di…

8 jam ago

OJK Catat Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.231 Triliun hingga Agustus 2026

INVESTORJATIM.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis industri keuangan syariah nasional terus bertumbuh di tengah…

18 jam ago

Dubes RI Dorong PT PAL Tembus Pasar Industri Maritim Timur Tengah

INVESTORJATIM.COM – PT PAL Indonesia (Persero) membidik perluasan pasar industri maritim dan pertahanan di kawasan…

1 hari ago