
INVESTORJATIM.COM – PT Petrokimia Gresik mengembangkan inovasi pemanfaatan produk samping silika sebagai bahan penyaring belerang cair dalam proses produksi asam sulfat. Inovasi ini menjadi upaya perusahaan meningkatkan nilai tambah produk samping sekaligus menekan kebutuhan bahan penyaring dari pihak eksternal.
Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob mengatakan inovasi tersebut telah memperoleh Sertifikat Paten Sederhana dari Kementerian Hukum Republik Indonesia.
Sertifikat paten diserahkan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas kepada Senior Vice President (SVP) Operasi III Petrokimia Gresik Bambang Ariwibowo yang mewakili manajemen perusahaan dalam kegiatan What’s Up Campus Calls Out (WCCO) Kementerian Hukum di Airlangga Convention Center.
“Selama ini, penyaringan belerang cair menggunakan diatomaceous earth yang diperoleh dari pihak lain. Melalui inovasi ini, kami tidak hanya menemukan solusi atas produk samping silika yang dihasilkan perusahaan, tetapi juga menghadirkan alternatif bahan penyaring yang dapat mendukung efisiensi proses produksi,” ujar Daconi dalam keterangan resminya.
Silika yang digunakan berasal dari produk samping proses produksi aluminium fluorida (AlF3). Dalam satu bulan, unit produksi tersebut menghasilkan sekitar 990 ton silika berbentuk padatan.
Volume tersebut membuat perusahaan perlu menyediakan pengelolaan dan area penyimpanan yang memadai. Kondisi itu kemudian mendorong Petrokimia Gresik mengembangkan pemanfaatan silika sebagai alternatif bahan penyaring dalam produksi asam sulfat.
Asam sulfat merupakan salah satu bahan penting dalam produksi pupuk. Dalam prosesnya, belerang cair perlu disaring untuk menghasilkan bahan yang bersih dan sesuai standar mutu.
Melalui inovasi tersebut, silika hasil samping produksi AlF3 dapat dimanfaatkan sebagai bahan penyaring sehingga kebutuhan pembelian diatomaceous earth dapat ditekan.
Dari sisi finansial, pemanfaatan silika diproyeksikan memberikan potensi penghematan sekitar Rp259,6 juta per tahun.
Daconi mengatakan inovasi tersebut sejalan dengan upaya perusahaan membangun proses industri yang lebih efisien dan berkelanjutan.
“Produk samping tidak selalu menjadi beban pengelolaan. Dengan riset dan inovasi yang tepat, material tersebut dapat dikembangkan menjadi solusi yang mendukung efisiensi dan keberlanjutan proses industri,” jelasnya.
Petrokimia Gresik juga membuka peluang pengembangan pemanfaatan silika untuk kebutuhan industri lain dengan karakteristik proses serupa. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas nilai ekonomi produk samping sekaligus mendorong optimalisasi sumber daya perusahaan.(Onny)








Komentar