Categories: HeadlineIndeks

Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur Diproyeksi Menguat hingga 5,5% di Tengah Ketidakpastian Global

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, saat berbicara dalam ajang High Level Meeting (HLM) di Surabaya,

SURABAYA, INVESTORJATIM —Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, menyatakan bahwa perekonomian Jawa Timur tetap solid dan diperkirakan tumbuh di kisaran 4,7%–5,5% hingga akhir 2025, meskipun situasi ekonomi global masih penuh ketidakpastian.

Berbicara dalam High Level Meeting (HLM) di Surabaya, Selasa (25/11/2025), ia menjelaskan bahwa eskalasi geopolitik mulai dari perang Rusia hingga dinamika Pemilihan Presiden AS masih menekan ekonomi dunia dan memicu retaliasi tarif impor yang memperburuk volatilitas global.

Menurut Ibrahim, tekanan tarif Amerika terhadap Indonesia yang berhasil ditekan dari 32% menjadi 19% tetap menyisakan ketidakpastian tinggi. Minat investor global terhadap aset aman seperti emas menunjukkan bahwa perekonomian dunia masih berada pada fase ketidakstabilan dan pemulihan yang berjalan slower for longer.

Dampaknya juga dirasakan pada nilai tukar berbagai negara, termasuk rupiah, yang diprediksi masih volatil dalam beberapa waktu ke depan. Meski begitu, Indonesia mampu mempertahankan pertumbuhan di atas 5 persen yang disebut Ibrahim sebagai “batas ekologi pertumbuhan” untuk menjaga stabilitas negara berkembang.

Jawa Timur Berperan Besar dalam Ekonomi Nasional

Dengan pangsa ekonomi 14,54%, Jawa Timur menjadi motor penting bagi perekonomian nasional dan kerap dipilih sebagai lokasi uji coba berbagai program kementerian berkat infrastruktur dan ekosistem logistik yang kuat.

Pertumbuhan Jatim saat ini ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang mendominasi 60,78%. Ibrahim menekankan perlunya memperkuat investasi yang kontribusinya baru 27,24%. Ia berharap angka tersebut dapat didorong di atas 30% agar fondasi pertumbuhan ekonomi semakin kokoh.

Dari sisi sektoral, struktur ekonomi Jatim masih ditopang industri pengolahan (33,24%), diikuti perdagangan, pertanian, dan konstruksi. Beberapa sektor menunjukkan pertumbuhan kuat pada triwulan III, seperti pertanian, konstruksi, informasi-komunikasi, hingga jasa pendidikan.

Inflasi Terkendali, Namun Tetap Perlu Waspada

Inflasi Jawa Timur berada pada level 2,69% (yoy), lebih rendah dari nasional 2,86%. Namun, Ibrahim mengingatkan perlunya kewaspadaan pada periode November – Desember yang historisnya mencatat kenaikan harga, terutama untuk telur ayam, beras, dan minyak goreng.

Jika inflasi dua bulan terakhir dapat dijaga sekitar 0,7%, maka tingkat inflasi Jatim diperkirakan tetap dalam batas aman hingga akhir tahun. (ONNY)

REDAKSI

Recent Posts

Optimalkan Potensi PLTA Dalam Negeri, PLN Nusantara Power Andalkan Teknologi AI

INVESTORJATIM.COM – Upaya mewujudkan swasembada energi tidak hanya dilakukan dengan membangun pembangkit baru, tetapi juga…

10 jam ago

Strategi Belanja Akhir Bulan: Pilih Kebutuhan Prioritas untuk Kurangi Kerepotan Harian

INVESTORJATIM.COM – Memasuki akhir Oktober, banyak aktivitas yang datang bersamaan, mulai dari tuntutan pekerjaan yang…

17 jam ago

Waspada Suhu 40 Derajat, Pakar ITS Ingatkan Risiko Heatwave bagi Kesehatan

INVESTORJATIM.COM – Musim kemarau yang berkepanjangan memicu gelombang panas atau heatwave dengan suhu mencapai 40…

20 jam ago

Kejar Kesiapan Tempur, PT PAL Overhaul Dua Kapal Perang Andalan TNI AL

INVESTORJATIM.COM – PT PAL Indonesia (Persero) tengah menangani pemeliharaan dan perbaikan atau Maintenance, Repair, and…

22 jam ago

Survei Kepuasan: Layanan TPS Raih Skor 4,75 dan 100 Persen Bebas Pungl

INVESTORJATIM.COM – Penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) di…

23 jam ago

OJK Catat Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.231 Triliun hingga Agustus 2026

INVESTORJATIM.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis industri keuangan syariah nasional terus bertumbuh di tengah…

1 hari ago