OJK dorong dana pensiun menjadi sumber pendanaan jangka panjang bagi ekonomi Jawa Timur.
SURABAYA, INVESTORJATIM — Dana pensiun dipandang semakin krusial dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur menekankan bahwa industri ini perlu diperkuat agar mampu berperan sebagai sumber pendanaan jangka panjang yang lebih stabil bagi perekonomian daerah maupun nasional.
OJK menyampaikan bahwa arah penguatan tersebut selaras dengan implementasi Roadmap Pengembangan dan Penguatan Dana Pensiun 2024–2028, terutama terkait peningkatan resiliensi industri hingga percepatan transformasi digital. Langkah ini diharapkan membuat dana pensiun mampu menyesuaikan diri terhadap dinamika ekonomi yang terus berubah.
“Kami berharap Dana Pensiun tidak hanya menjadi penyedia manfaat pensiun, tetapi juga dapat berfungsi sebagai investor institusional yang mendukung pendanaan jangka panjang ekonomi nasional,” ujar Nasirwan, Kepala Direktorat Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 1, OJK Jatim.
Kepala Direktorat Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Jatim, Asep Hikayat, menjelaskan bahwa hingga September 2025 terdapat 10 dana pensiun yang beroperasi di Jawa Timur dengan total aset mencapai Rp4,55 triliun. Mayoritas dana ditempatkan pada instrumen investasi, terutama Surat Berharga Negara (SBN). Menurutnya, sejumlah indikator seperti ROI, ROA, dan rasio pendanaan telah menunjukkan perbaikan menuju target Rencana Bisnis 2025, walaupun sektor ini masih menghadapi tantangan internal dan eksternal.
“Pertumbuhan Dana Pensiun memang melambat dan masih dibayangi risiko investasi serta volatilitas pasar. Tantangan seperti keterbatasan SDM, penguatan tata kelola, kepatuhan, manajemen risiko, hingga kebutuhan digitalisasi harus segera ditangani agar sektor ini mampu berkembang berkelanjutan,” ujarnya.
Dari sisi makro, Ekonom Ahli Bank Indonesia Jawa Timur, M. Barik Bathaluddin, mengungkapkan ekonomi Jatim tumbuh 5,22% pada triwulan III 2025, didorong investasi dan konsumsi pemerintah. Ia menilai industri dana pensiun memiliki peluang memperbesar kontribusi apabila pengelolaan aset dilakukan secara adaptif dan prudent.
“Ketepatan strategi investasi menjadi faktor utama untuk menjaga nilai aset dan memastikan pemenuhan kewajiban bagi peserta di tengah kondisi pasar yang dinamis,” katanya.
OJK mendorong seluruh pengelola dana pensiun di Jatim untuk menyusun rencana bisnis yang tidak hanya berorientasi kepatuhan, tetapi juga mampu menjadi pedoman strategis dalam menjawab tantangan ekonomi mendatang. Peningkatan kualitas layanan peserta serta penguatan kontribusi terhadap perekonomian diharapkan menjadi fokus utama industri ini ke depan. (ONNY)
INVESTORJATIM.COM – PT Merdeka Gold Resources Tbk (IDX: EMAS) kembali menebar sinyal ekspansi agresif di…
INVESTORJATIM.COM – Akses internet cepat tak lagi eksklusif bagi kota besar. Di tengah masih lebarnya…
INVESTORJATIM.COM – Di tengah tekanan industri logistik yang semakin kompetitif dan penuh ketidakpastian, isu tata…
INVESTORJATIM.COM - Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memperkuat komitmen sosialnya dengan menggelar program…
INVESTORJATIM.COM - Harga emas batangan produksi UBS dan Galeri24 yang dipasarkan melalui Pegadaian mengalami kenaikan…
INVESTORJATIM.COM – Indonesia tak pernah kekurangan agenda pelestarian alam. Namun di tengah derasnya tren gaya…