Direktur-Keuangan-SDM-dan-Manajemen-Risiko-TPS-Sapto-Wasono-Soebagio-memberikan-sambutan.jpeg
INVESTORJATIM.COM – Di tengah tekanan industri logistik yang semakin kompetitif dan penuh ketidakpastian, isu tata kelola, risiko, dan kepatuhan tak lagi sekadar formalitas, melainkan menjadi “tameng” utama keberlangsungan bisnis. PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menangkap sinyal ini dengan mempercepat penguatan fondasi internal melalui pendekatan Governance, Risk and Compliance (GRC) yang lebih sistematis dan terintegrasi.
Komitmen manajemen TPS dalam mengelola perusahaan sebagai bisnis berkelanjutan terus ditindaklanjuti. Salah satunya melalui penguatan pengelolaan berbasis Tata Kelola, Risiko, dan Kepatuhan (Governance, Risk and Compliance/GRC).
Langkah konkret tersebut diwujudkan dengan mengikutsertakan tim manajemen dalam pelatihan dan uji kompetensi GRC Certified Professional (GRCP) yang dilaksanakan pada 13–15 April 2026 di Gedung ASECC Tower Universitas Airlangga, Surabaya.
Sebagai bagian dari Pelindo Group, TPS beroperasi dalam lingkungan usaha strategis yang menuntut standar GRC yang kuat. Penerapan GRC menjadi fondasi penting dalam menjaga kesinambungan layanan, meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan, serta memastikan seluruh proses bisnis berjalan selaras dengan regulasi nasional dan praktik terbaik internasional.
Dalam ekosistem Pelindo Group yang terintegrasi, GRC berperan sebagai sistem pengendalian strategis untuk memastikan tata kelola perusahaan berjalan transparan, risiko dikelola secara terukur, serta kepatuhan terhadap regulasi diterapkan secara konsisten. Bagi TPS, GRC bukan hanya instrumen pengawasan, tetapi juga menjadi alat pengambilan keputusan yang mendukung kinerja perusahaan secara komprehensif.
Dinamika industri logistik global, akselerasi transformasi digital, serta meningkatnya ekspektasi pengguna jasa menuntut perusahaan memiliki sumber daya manusia yang memahami pengelolaan tata kelola, risiko, dan kepatuhan secara menyeluruh. Karena itu, pelatihan GRC menjadi kebutuhan strategis untuk membekali insan TPS dengan kompetensi dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan memitigasi risiko, sekaligus memastikan kebijakan perusahaan tetap sejalan dengan prinsip tata kelola yang baik.
Pelatihan dan sertifikasi GRCP ini ditujukan untuk membangun kapabilitas profesional internal dalam mengintegrasikan tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan ke dalam setiap proses bisnis.
Senior Vice President Keuangan dan Manajemen Risiko TPS, Jeanny Harjono, menyatakan bahwa penguatan kompetensi GRC merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam menjaga kepercayaan publik. “Sertifikasi GRCP merupakan investasi strategis TPS untuk memastikan setiap keputusan bisnis diambil secara prudent, berbasis risiko, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku,” ujarnya dalam keterangan resmi Kamis (16/4/2026).
Penerapan GRC di TPS menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menghadapi berbagai spektrum risiko, mulai dari operasional, finansial, kepatuhan, hingga risiko strategis, seiring meningkatnya kompleksitas bisnis di sektor logistik. (Onny)
INVESTORJATIM.COM - Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memperkuat komitmen sosialnya dengan menggelar program…
INVESTORJATIM.COM - Harga emas batangan produksi UBS dan Galeri24 yang dipasarkan melalui Pegadaian mengalami kenaikan…
INVESTORJATIM.COM – Indonesia tak pernah kekurangan agenda pelestarian alam. Namun di tengah derasnya tren gaya…
INVESTORJATIM.COM – Lonjakan tren gaya hidup aktif yang kian menguat, terutama di kalangan generasi muda,…
INVESTORJATIM.COM – Di tengah bara ketegangan geopolitik global yang terus menyala dan mengguncang rantai pasok…
INVESTORJATIM.COM - Kinerja Kuartal I Tahun 2026 PT Terminal Teluk Lamong (TTL) tumbuh 4,51 persen…