Categories: Business

Pelindo Bagikan 1.500 APD Bagi Pekerja Pelabuhan

Pembagian 1.500 alat pelindung diri (APD) bagi tenaga kerja bongkar muat (TKBM) di 13 terminal yang dikelola PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) yang dilakukan secara simbolis oleh Direktur SDM SPTP Edi Priyanto kepada perwakilan TKBM TPK Nilam dan disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur Himawan Estu Bagijo, Rabu (08/02/2023).Foto:Ist

SURABAYA, investorjatim – Perusahaan operator terminal peti kemas terbesar di Indonesia, PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) membagikan 1.500 alat pelindung diri (APD) bagi tenaga kerja bongkar muat (TKBM) di 13 terminal yang dikelola perseroan.

Pembagian APD tersebut sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Pembagian APD dilakukan secara simbolis oleh Direktur SDM SPTP Edi Priyanto kepada perwakilan TKBM TPK Nilam dan disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur Himawan Estu Bagijo.

Corporate Secretary SPTP Widyaswendra mengatakan pembagian APD bagi TKBM dimaksudkan untuk meningkatkan budaya K3 bagi para pekerja di pelabuhan. Dia menyebut pelabuhan merupakan area kerja dengan risiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi. Penggunaan APD merupakan salah satu upaya perusahaan dalam meminimalkan tingkat kecelakaan kerja. Alat pelindung diri yang dibagikan kepada para pekerja TKBM adalah helm dan rompi keselamatan.

“Penggunaan APD merupakan upaya terakhir dalam pengendalian kecelakaan kerja. Lebih penting dari hal tersebut adalah membentuk budaya sadar K3 bagi seluruh pekerja TKBM yang bekerja di area PT Pelindo Terminal Petikemas,” ucap Widyaswendra, Rabu (08/02/2023).

Selain membagikan APD, PT Pelindo Terminal Petikemas juga menggelar workshop K3 bagi pekerja TKBM. Workshop tersebut untuk mengingatkan kembali para pekerja mengenai bahaya-bahaya yang ada di area kerja. Termasuk juga mengenai upaya-upaya pengendalian untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur Himawan Estu Bagijo menyebut upaya pembagian APD kepada pekerja TKBM sebagai gerakan kampanye untuk membangun kesadaran bekerja dengan aman. Lebih lanjut, Himawan juga berpesan kepada para pekerja TKBM untuk selalu memperhatikan kondisi kesehatan. Kecelakaan kerja terjadi salah satunya akibat para pekerja tidak mempedulikan kondisi kesehatan.

“Lingkungan kerja juga berpengaruh pada kondisi kesehatan para pekerja, maka dari itu perhatikan dan patuhi dengan baik seluruh pedoman K3,” ucapnya.(ROS)

REDAKSI

Recent Posts

BEI Revisi Lagi Aturan ARB, Saham Gocap Hanya Turun Rp1

INVESTORJATIM.COM – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali melakukan penyesuaian aturan batas bawah penolakan otomatis…

9 menit ago

Mahasiswa ITS Sulap Kandang Bambu Jadi Kandang Pintar, Laku Hingga Papua

INVESTORJATIM.COM – Peternakan ayam petelur konvensional yang masih mengandalkan tenaga manusia kini mulai ditransformasi menjadi…

22 menit ago

KDKMP Pangkas Rantai Pasok, Petani Sidoarjo Tebus Pupuk Subsidi Sesuai HET

INVESTORJATIM.COM – Kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mulai memberikan dampak terhadap akses petani mendapatkan…

17 jam ago

BEI Berlakukan Batas Auto Rejection Bawah 7 Persen hingga Akhir 2026

INVESTORJATIM.COM – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memberlakukan penyesuaian batas Auto Rejection Bawah (ARB) saham…

23 jam ago

APBD Jatim 2027 Prioritaskan Layanan Dasar hingga Kredit UMKM Rp200 Miliar

INVESTORJATIM.COM - Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun…

1 hari ago

IKA UMM Konsolidasikan 168.000 Alumni, Dorong Kolaborasi dan Penguatan Jejaring

INVESTORJATIM.COM — Ikatan Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Malang (IKA UMM) mulai memperkuat konsolidasi sekitar 168.000…

2 hari ago