Categories: FinanceIndeksNational

OJK Terbitkan POJK Nomor 7 Tahun 2026, Perkuat Permodalan BPR untuk Tingkatkan Daya Saing

INVESTORJATIM.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 7 Tahun 2026 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum dan Pemenuhan Modal Inti Minimum Bank Perekonomian Rakyat (BPR). Regulasi tersebut diterbitkan sebagai langkah memperkuat struktur permodalan industri BPR agar lebih kompetitif di tengah persaingan sektor perbankan yang semakin ketat.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan penguatan permodalan diharapkan dapat meningkatkan daya saing BPR sekaligus memperkuat kemampuan bank dalam menjalankan fungsi intermediasi dan mengelola risiko usaha.

“Melalui permodalan yang kuat diharapkan BPR dapat meningkatkan daya saingnya, menjalankan fungsi intermediarinya dengan baik, dan dapat menyerap risiko yang timbul atas kegiatan operasionalnya,” ujar Dian dalam keterangan resmi, Jumat, 3/7/2026.

Menurut OJK, penerbitan POJK Nomor 7 Tahun 2026 merupakan penyempurnaan atas ketentuan sebelumnya, yakni POJK Nomor 5/POJK.03/2015 yang mengatur mengenai permodalan BPR. Regulasi baru tersebut juga diselaraskan dengan berbagai ketentuan dan standar akuntansi terbaru yang berlaku bagi industri BPR.

Beberapa regulasi yang menjadi acuan penyelarasan antara lain POJK Nomor 7 Tahun 2024 tentang Bank Perekonomian Rakyat dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah, POJK Nomor 1 Tahun 2024 tentang Kualitas Aset BPR, serta Surat Edaran OJK Nomor 21 Tahun 2024 tentang Panduan Akuntansi Perbankan bagi BPR.

Melalui aturan baru ini, OJK memberikan sejumlah penyesuaian dalam pemenuhan modal inti minimum. Salah satunya adalah memperluas sumber pemenuhan modal melalui penambahan modal disetor maupun modal sumbangan berupa aset tetap dalam bentuk tanah dan bangunan dengan persyaratan tertentu.

Selain itu, regulator juga memberikan relaksasi berupa perpanjangan batas waktu pemenuhan kelengkapan administrasi dalam proses pemenuhan persyaratan modal disetor.

Dari sisi struktur permodalan, POJK Nomor 7 Tahun 2026 turut mengakomodasi penyesuaian komponen modal, termasuk memasukkan saldo surplus revaluasi aset tetap sebagai bagian dari komponen modal inti.

Di sisi lain, OJK juga memperkuat aspek penegakan aturan (enforcement) melalui penyempurnaan ketentuan sanksi bagi BPR yang tidak memenuhi kewajiban pemenuhan modal inti minimum. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong kepatuhan industri terhadap ketentuan permodalan yang telah ditetapkan.

Dengan penguatan struktur modal tersebut, OJK berharap industri BPR memiliki skala usaha (economies of scale) yang lebih baik sehingga mampu memperkuat ketahanan bisnis, meningkatkan kapasitas penyaluran kredit kepada masyarakat, serta menghadapi dinamika dan persaingan industri perbankan secara lebih optimal.

POJK Nomor 7 Tahun 2026 resmi mulai berlaku pada 30 Juni 2026. (Onny)

REDAKSI

Recent Posts

Hari Batik Nasional, fave Hotel Sidoarjo Gandeng Pengrajin Kampung Batik Jetis

INVESTORJATIM.COM – Memperingati Hari Batik Nasional, fave hotel Sidoarjo berkolaborasi dengan Batik Namiroh, salah satu…

16 jam ago

BEI Mulai Terapkan Transaksi Short Selling 1 Oktober, Ini Daftar Saham dan Aturannya

INVESTORJATIM.COM – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menerapkan transaksi Short Selling dan Intraday Short Selling…

23 jam ago

TTL Dorong Kepedulian Lingkungan Sejak Dini Lewat Sarana Pemilahan Botol Plastik

INVESTORJATIM.COM - PT Terminal Teluk Lamong (TTL) terus mendorong tumbuhnya kepedulian terhadap lingkungan sejak usia…

3 hari ago

TTL Dorong Edukasi Lingkungan Sejak Dini di Sekolah Tambak Osowilangun

INVESTORJATIM.COM — PT Terminal Teluk Lamong (TTL) memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dengan mendukung program…

3 hari ago

144 Siswa SMKN di Kediri Belajar Bisnis Roti, Dibimbing Langsung Baker Bogasari

INVESTORJATIM.COM – Sebanyak 144 siswa kelas 11 jurusan kuliner SMKN 3 Kediri belajar mengembangkan bisnis…

3 hari ago

BEI Sosialisasikan POJK 13/2026, Bahas Aturan Pemegang Saham Bursa

INVESTORJATIM.COM — Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyosialisasikan Peraturan OJK (POJK)…

4 hari ago