Categories: Indeks

MBMA Pacu Produksi Nikel Terintegrasi, Efisiensi Biaya Dorong Kinerja Kuartal I 2026

INVESTORJATIM.COM – PT Merdeka Battery Materials Tbk (BEI: MBMA) membuka tahun 2026 dengan akselerasi kinerja yang solid, ditopang lonjakan produksi di hampir seluruh lini bisnis serta penguatan efisiensi biaya. Anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (BEI: MDKA) ini kian menunjukkan efektivitas strategi integrasi nikel dari hulu hingga hilir di tengah dinamika harga komoditas global.

Sepanjang kuartal I 2026, kinerja segmen hulu menjadi motor utama pertumbuhan. Operasi penambangan nikel PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) mencatat produksi limonit melonjak 195% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi 5,4 juta wet metric tonnes (wmt), sementara produksi saprolit naik 72% YoY menjadi 2,3 juta wmt. Peningkatan ini didorong oleh ekspansi kapasitas penambangan dan optimalisasi operasional. Sejalan dengan itu, volume penjualan juga meningkat, dengan limonit naik 126% YoY menjadi 4,8 juta wmt dan saprolit tumbuh 42% YoY menjadi 1,9 juta wmt.

Di segmen pengolahan, smelter Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) memproduksi 19.990 ton nikel dalam bentuk Nickel Pig Iron (NPI), meningkat 23% YoY. Kinerja ini mencerminkan stabilitas operasi pasca overhaul furnace pada 2025. Sementara itu, produksi High-Grade Nickel Matte (HGNM) naik 9% YoY menjadi 10.361 ton, tetap terjaga di tengah volatilitas harga nikel global.

Pada segmen hilir, PT ESG New Energy Material menghasilkan 5.194 ton nikel dalam bentuk Mixed Hydroxide Precipitate (MHP). Capaian ini didukung oleh peningkatan integrasi pasokan melalui fasilitas Feed Preparation Plant dan jaringan pipa slurry yang menghubungkan tambang SCM dengan kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).

Adapun proyek High Pressure Acid Leach (HPAL) yang dikembangkan PT Sulawesi Nickel Cobalt (SLNC) terus menunjukkan progres, dengan target commissioning jalur pertama pada paruh kedua 2026. Di saat yang sama, fasilitas Acid, Iron, Metal (AIM) yang dioperasikan PT Merdeka Tsingshan Indonesia (MTI) semakin stabil seiring kemajuan proses commissioning, memperkuat rantai nilai pengolahan mineral terintegrasi Perseroan.

Peningkatan volume produksi, terutama dari NPI dan bijih limonit, turut diiringi perbaikan efisiensi biaya dan ekspansi margin. Margin NPI menguat seiring meningkatnya penggunaan saprolit internal, sementara biaya tunai limonit menurun secara tahunan berkat efisiensi penambangan dan logistik. Ke depan, MBMA menargetkan pertumbuhan produksi lanjutan di seluruh lini operasional melalui percepatan integrasi hilir dan ekspansi kapasitas.

Dari sisi keberlanjutan, Perseroan mencatat skor risiko ESG Sustainalytics sebesar 34,1, lebih baik dibandingkan rata-rata industri di level 41,4.

Direktur Utama MBMA Teddy Oetomo mengatakan peningkatan produksi dan efisiensi biaya menjadi penopang utama kinerja awal tahun. “Kami melihat peningkatan volume produksi serta efisiensi biaya mulai tercermin pada kinerja kuartal I. Fokus kami tetap pada percepatan proyek hilir dan penguatan integrasi operasional,” ujarnya. (Onny)

REDAKSI

Recent Posts

Mulai Dibangun! Kapal Pinisi Serbaguna 52 Meter Pesanan Sulsel Dikerjakan di PT PAL

INVESTORJATIM.COM – Pembangunan Kapal Pinisi Serbaguna pesanan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan resmi dimulai. PT PAL…

5 jam ago

Naik Kelas! UMKM dan Karang Taruna Binaan Pemkot Surabaya Ditempa Jadi Pengusaha Roti

INVESTORJATIM.COM – Sebanyak 25 warga Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya, digembleng menjadi pengusaha baru dalam pelatihan…

5 jam ago

Dua Kapal Selam Scorpene Mulai Dibangun di Surabaya, PT PAL Kebut Transfer Teknologi Prancis

INVESTORJATIM.COM – Pesanan pembuatan dua kapal selam Scorpene Evolved untuk TNI AL kini memasuki tahap…

12 jam ago

Emil Dardak Dorong Digitalisasi Jatim Tak Sekadar Transaksi, Harus Ciptakan Nilai Ekonomi

INVESTORJATIM.COM — Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendorong transformasi ekonomi dan…

14 jam ago

Kadin Jatim Dorong UMKM Naik Kelas, Ekspor Masih Jadi Pekerjaan Rumah

INVESTORJATIM.COM — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur menilai kinerja usaha mikro, kecil, dan…

23 jam ago

Perkuat Ketersediaan Pupuk Subsidi di Jatim, Pupuk Indonesia Tambah Alokasi 114.134 Ton

INVESTORJATIM.COM – PT Pupuk Indonesia (Persero) memperkuat ketersediaan pupuk bersubsidi di Jawa Timur untuk menghadapi…

1 hari ago