MBMA dan MDKA Perkuat Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular untuk Industri EV

PT Merdeka Copper Gold Tbk telah mereklamasi 49,60 hektare lahan tambang sepanjang 2025 sehingga total reklamasi mencapai 143,56 hektare.

INVESTORJATIM.COM – PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dan induk usahanya, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), memperkuat strategi keberlanjutan melalui pengembangan ekonomi sirkular, penggunaan energi bersih, dan efisiensi energi untuk mendukung industri kendaraan listrik nasional.

Presiden Direktur PT Merdeka Battery Materials Tbk, Teddy Oetomo, mengatakan pengembangan industri kendaraan listrik harus didukung rantai pasok yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Salah satu langkah yang dilakukan MBMA ialah membangun fasilitas Acid Iron Metal (AIM) melalui PT Merdeka Tsingshan Indonesia (MTI), perusahaan patungan MBMA dan Eternal Tsingshan Group Limited.

Fasilitas tersebut memanfaatkan sisa bijih pirit dari Tambang Tembaga Wetar untuk menghasilkan asam sulfat dan uap yang digunakan dalam produksi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) di pabrik High Pressure Acid Leach (HPAL).

“Melalui integrasi operasional yang kami bangun, MBMA ingin mendorong praktik industri yang lebih efisien dan bertanggung jawab,” ujar Teddy.

Baca Juga:  Free Float Minim, Saham “Tidur” Mengintai Emiten Jatim

Selain itu, seluruh entitas operasional MBMA telah mengantongi sertifikasi ISO 14001:2015 untuk sistem manajemen lingkungan hingga akhir 2025. Perseroan juga membentuk Tim Manajemen Energi di PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) dan MTI untuk memperkuat efisiensi energi dan pengurangan emisi.

Di sisi lain, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) terus memperluas penggunaan energi terbarukan di area operasional perusahaan.

Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk, Albert Saputro, mengatakan perusahaan terus mendorong operasional pertambangan yang lebih efisien dan rendah emisi.

Merdeka menggunakan listrik bersih melalui pembelian Renewable Energy Certificate (REC) dari PLN dan pemanfaatan panel surya di sejumlah tambang.

Tambang Emas Tujuh Bukit telah menggunakan listrik berbasis tenaga air sejak 2022. Sementara Tambang Emas Pani mulai menggunakan listrik bersih dari PLTA Bakaru sejak 1 Januari 2026.

Panel surya juga telah digunakan di Tambang Tembaga Wetar, Tambang Emas Tujuh Bukit, dan Tambang Nikel SCM.

Sepanjang 2025, optimalisasi efisiensi bahan bakar di Tambang Nikel SCM menghasilkan penghematan 563.293 liter B40. Seluruh entitas anak Merdeka juga telah menggunakan bahan bakar B40 untuk mendukung pengurangan emisi.

Baca Juga:  Cadangan Nikel MBMA Melonjak 48%, Perkuat Pasokan Hilirisasi Baterai

Selain itu, Merdeka mereklamasi 49,60 hektare lahan tambang sepanjang 2025 sehingga total reklamasi mencapai 143,56 hektare. Program rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) perusahaan juga mencakup 6.084 hektare area di luar wilayah tambang.

Seluruh entitas anak Merdeka kini telah tersertifikasi ISO 14001:2015 dan perseroan mempertahankan peringkat A dalam MSCI ESG Ratings selama tiga tahun berturut-turut. (Onny)

Komentar