
SURABAYA — Kelompok 32 KKN Tematik Bela Negara SDGs UPN “Veteran” Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong penguatan ekonomi lokal berbasis masyarakat. Pada Senin, 15 Juli 2025, mereka memulai program kerja konten kreatif untuk membranding Kampung Kuliner Arek Karangasem (KULAK) yang berlokasi di RW 11, Kelurahan Ploso, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya. Program ini menjadi bagian penting dalam strategi digitalisasi UMKM yang dirancang untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha kecil melalui media sosial.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memproduksi dan mempublikasikan berbagai konten visual menarik yang mengangkat produk-produk UMKM lokal, mulai dari kue basah, jajanan pasar, hingga olahan nasi dan minuman. Konten-konten tersebut dipublikasikan melalui akun Instagram @kulak.eleven, yang kini menjadi wadah promosi digital bagi UMKM di wilayah RW 11.
Selain foto dan desain grafis, mahasiswa juga tengah menggarap konten video kreatif yang rencananya akan dipublikasikan minggu depan sebagai upaya memperluas jangkauan pasar secara digital.
Untuk menjaga keberlanjutan pengelolaan akun @kulak.eleven setelah program KKN berakhir, tanggung jawab pengurusannya akan diteruskan kepada anak dari Wakil Ketua RW 11, yang juga merupakan anggota Karang Taruna RW 11. Pengelolaan akun akan tetap dilakukan secara kolaboratif bersama jajaran Karang Taruna setempat, dengan harapan agar promosi digital UMKM di wilayah tersebut dapat terus berjalan secara aktif dan konsisten.
Dengan adanya dukungan dari Karang Taruna, kesinambungan branding Kampung Kuliner Arek Karangasem diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi pelaku usaha lokal.
Ketua Divisi Publikasi, Dokumentasi, dan Desain (PDD) Kelompok KKN 32, Faliq Firashan, mengungkapkan bahwa program ini dirancang tidak hanya untuk membantu mempromosikan produk UMKM, tetapi juga untuk membangun kesadaran pelaku usaha mengenai pentingnya konten digital sebagai media pemasaran yang efektif.
“Harapannya, UMKM khususnya di RW 11 Kelurahan Ploso semakin maju karena adanya promosi melalui konten kreatif. Semoga program kerja ini dapat menjadi inspirasi bagi para pelaku usaha untuk mulai membuat konten-konten menarik dan informatif agar produk mereka dikenal luas oleh masyarakat,” ujarnya.
Langkah mahasiswa KKN ini disambut dengan antusias oleh para pelaku usaha di Kampung Kuliner Arek Karangasem. Tidak sedikit dari mereka yang mengaku terbantu dengan kehadiran mahasiswa, terutama dalam aspek dokumentasi produk, pengambilan gambar, hingga pengelolaan akun media sosial.
Tak berhenti di sektor promosi digital, Kelompok 32 juga menjalankan program kerja bertema “Minyak Jelantah Menjadi Rupiah” yang dilaksanakan pada Jumat, 18 Juli 2025, bertempat di Balai RT 06 RW 04. Kegiatan ini mengangkat isu pengelolaan minyak jelantah sebagai langkah nyata dalam mengedukasi masyarakat mengenai bahaya pencemaran lingkungan serta potensi ekonomis dari limbah rumah tangga.

Sosialisasi tersebut dihadiri oleh sejumlah Kader Surabaya Hebat (KSH) dan warga setempat yang menunjukkan antusiasme tinggi. Materi disampaikan oleh Yossyefa Nabila Choirunnisa Putri dan Rishad Daristama Baihaqi selaku perwakilan mahasiswa, yang menekankan pentingnya pengelolaan minyak bekas pakai agar tidak mencemari saluran air maupun lingkungan sekitar. Mereka juga menjelaskan bagaimana minyak jelantah dapat dikumpulkan dan dijual kepada pengepul resmi untuk kemudian dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif.
“Minyak jelantah yang dikumpulkan secara terorganisir dapat bernilai ekonomis. Selain menghindari pencemaran, hasil penjualannya bisa dimanfaatkan oleh warga untuk tambahan modal usaha, uang jajan anak, atau kebutuhan sehari-hari,” terang Rishad Daristama dalam paparannya.
Ibu Yuli, Sekretaris RW 04, turut menyampaikan dukungannya terhadap program ini. Ia menilai bahwa edukasi semacam ini sangat penting mengingat masih banyak warga yang belum memahami dampak buruk minyak jelantah terhadap lingkungan. Ia bahkan menyebutkan bahwa saat kerja bakti, sering kali ditemukan kerak dan sumbatan di got yang disebabkan oleh pembuangan minyak sisa ke saluran air.
“Program ini sangat bagus. Banyak warga belum tahu bahwa minyak bekas bisa dijual dan menghasilkan uang. Selain itu, pencemaran lingkungan juga bisa dicegah. Selama ini, got di sekitar kami sering tersumbat karena jelantah dibuang sembarangan. Dengan adanya program ini, semoga warga, khususnya para pelaku UMKM dan ibu rumah tangga, lebih peduli dan sadar bahwa jelantah bisa jadi cuan,” tuturnya.
Melalui dua program kerja tersebut, Kelompok KKN 32 ingin menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak hanya dapat dilakukan dari sisi ekonomi, tetapi juga melalui edukasi lingkungan dan literasi digital. Kombinasi antara konten kreatif dan kampanye keberlanjutan diharapkan mampu menciptakan dampak yang luas dan berkelanjutan bagi masyarakat Kelurahan Ploso.
Penulis : Haris Machmudi









Komentar