
INVESTORJATIM.COM — PT Pertamina International Shipping (PIS) membukukan kinerja positif sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih US$572,48 juta, naik 2,49% dibandingkan tahun sebelumnya. Di saat industri pelayaran global masih dibayangi tantangan geopolitik dan volatilitas pasar, perusahaan juga memastikan distribusi energi nasional tetap terjaga dengan mengangkut 107,69 miliar liter minyak mentah, produk kilang, BBM, dan LPG ke berbagai wilayah Indonesia.
Kinerja tersebut ditopang pendapatan usaha sebesar US$3,33 miliar sepanjang 2025. Perseroan menyebut pertumbuhan laba didorong oleh efisiensi biaya, penguatan armada, serta ekspansi portofolio bisnis, termasuk peningkatan kontribusi dari bisnis non-captive.
Pjs. Corporate Secretary PIS Vega Pita mengatakan pertumbuhan laba dan pendapatan merupakan hasil dari kombinasi penguatan armada, ekspansi bisnis, disiplin operasional, dan efisiensi biaya yang dijalankan secara konsisten.
“Pertumbuhan laba bersih dan pendapatan yang kami capai di 2025 merupakan hasil dari kombinasi penguatan armada, ekspansi bisnis, disiplin operasional, dan efisiensi biaya yang konsisten kami jalankan di seluruh lini bisnis. Ini membuktikan bahwa PIS bisa terus bertumbuh di tengah tantangan geopolitik industri yang dinamis,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (
Di sisi operasional, PIS mencatat lonjakan pada bisnis angkutan LNG dengan 11 pengiriman atau meningkat 5,5 kali lipat dibandingkan realisasi 2024. Perseroan juga memperluas portofolio bisnis gas dan petrokimia melalui pengangkutan Vinyl Chloride Monomer (VCM) sebanyak 28 pengiriman.
Diversifikasi usaha turut diperkuat melalui pengangkutan perdana 30.216 metrik ton slab steel. Langkah ini menjadi bagian dari strategi PIS memperluas layanan logistik maritim di luar angkutan energi sekaligus mendukung hilirisasi industri nasional.
Sepanjang 2025, PIS mengelola dan mengawasi 111 kapal. Menurut Vega, penguatan armada menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kapasitas layanan sekaligus memperkuat daya saing perusahaan di industri pelayaran global.
Selain mencatat kinerja bisnis, PIS juga memberikan kontribusi kepada negara sebesar Rp4,87 triliun dalam bentuk pajak dan dividen. Perseroan juga mendukung industri perkapalan nasional melalui pemeliharaan kapal dan peningkatan kapabilitas pelaut Indonesia.
Dalam aspek keberlanjutan, PIS berhasil menurunkan emisi karbon sebesar 116.761 ton CO2e atau 158% di atas target 2025, terutama melalui optimalisasi pelayaran yang meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar. Atas upaya tersebut, perusahaan meraih peringkat ESG BB dari MSCI.
Di bidang tanggung jawab sosial dan lingkungan, PIS menjangkau 76.151 penerima manfaat. Bersama doctorSHARE, perusahaan menghadirkan layanan Rumah Sakit Kapal selama 60 hari di Waigeo yang melayani 4.099 pasien di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Perseroan juga menanam 38.000 mangrove, 3.200 lamun, 625 karang, serta melakukan penandaan terhadap tujuh hiu paus sebagai bagian dari upaya konservasi ekosistem laut.
“Capaian sepanjang 2025 menjadi modal penting bagi PIS untuk terus memperkuat daya saing di industri maritim global yang berkelanjutan,” kata Vega. (Onny)








Komentar