Konjen AS Apresiasi Transformasi PT PAL, Buka Peluang Kolaborasi Strategis di Sektor Maritim dan Pertahanan

Kunjungan resmi Konsul Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, Christopher Green (kiri), ke galangan kapal PT PAL.

INVESTORJATIM.COM – Transformasi digital yang dijalankan PT PAL Indonesia mendapat apresiasi dari Pemerintah Amerika Serikat. Kunjungan resmi Konsul Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, Christopher Green, ke galangan kapal pelat merah tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama bilateral Indonesia–Amerika Serikat, khususnya di sektor maritim, industri pertahanan, dan pengembangan teknologi.

Dalam kunjungan perdananya ke PT PAL Indonesia pada Kamis (25/6), Christopher Green menegaskan bahwa PT PAL merupakan salah satu mitra industri strategis yang memiliki peran penting dalam mendukung keamanan kawasan dan ketahanan ekonomi.

“Kami memandang PT PAL sebagai mitra industri penting yang dapat berkontribusi pada tujuan bersama kami dalam mempromosikan keamanan regional, ketahanan ekonomi, dan kolaborasi industri yang terpercaya,” ujar Christopher Green.

Ia juga mengapresiasi transformasi PT PAL melalui implementasi Industry Maritime 4.0 (IM4) yang dinilai berhasil meningkatkan efisiensi proses produksi. Menurutnya, digitalisasi mampu memangkas waktu pembangunan kapal maupun proses docking secara signifikan sehingga meningkatkan daya saing PT PAL di industri perkapalan global.

Baca Juga:  PT PAL Bersiap Luncurkan Kapal Landing Dock Pesanan Filipina, Bukti Kepercayaan Pasar Ekspor

“Prestasi ini tidak hanya meningkatkan keunggulan operasional PT PAL, tetapi juga memperkuat daya saing Indonesia di industri pembuatan kapal global bersama negara-negara pembuat kapal yang sudah mapan. Kami berharap dapat menjajaki peluang kerja sama yang lebih erat pada tahun-tahun mendatang,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Teknologi dan Manajemen Risiko PT PAL Indonesia, Briljan Gazalba, mengatakan transformasi perusahaan menjadi fondasi dalam membangun ekosistem industri maritim dan pertahanan nasional yang lebih kuat. Menurutnya, PT PAL juga mendapat mandat dari pemerintah untuk mengonsolidasikan industri maritim nasional.

“Sebagai National Consolidator industri pertahanan nasional, kami membuka ruang kolaborasi dengan berbagai mitra strategis global yang memiliki visi serupa dalam membangun rantai pasok pertahanan yang tangguh, inovatif, dan berkelanjutan. Kami percaya kemitraan yang dilandasi kepercayaan serta transfer kapabilitas akan memberikan nilai tambah, tidak hanya bagi kedua negara, tetapi juga bagi stabilitas kawasan Indo-Pasifik,” ujar Briljan.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak turut membahas penguatan kolaborasi industri pertahanan Indonesia dan Amerika Serikat, termasuk pengembangan trusted industrial partnership untuk membangun rantai pasok pertahanan yang lebih tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.

Baca Juga:  Kaharuddin Djenod Kembali Ditunjuk Pimpin PT PAL Indonesia

Bagi PT PAL, kunjungan Konsul Jenderal Amerika Serikat menjadi sinyal positif bagi terbukanya peluang kerja sama yang lebih luas, mulai dari pengembangan teknologi maritim, penguatan rantai pasok industri pertahanan, peningkatan kapabilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO), hingga berbagai inisiatif strategis yang mendukung keamanan dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik. (Onny)

Komentar