Memotivasi Beautypreneur di Surabaya, Mengubah Passion Jadi Profit

Para pembicara di Nose Roadshow Seminar Beauty Alchemy: Turning Passion to Profit.

SURABAYA, investorjatim – Perusahaan OEM kosmetik, PT Nose Herbal Indo terus memotivasi para beautypreneur dan beauty enthusiast di Surabaya untuk membangun dan mengembangkan bisnis kecantikan yang sukses melalui seminar sehari bertajuk “Nose Roadshow Seminar Beauty Alchemy: Turning Passion to Profit” di Harris Hotel & Conventions, Bundaran Satelit, Surabaya, Senin (27/05/2023).

Seminar tersebut menghadirkan 6 pembicara berpengalaman di bidang industri kecantikan.
Mereka adalah Adythia Pratama Guerrilla (Marketing Strategist), Michelle Valencia (Brand Owner SKINOURU), Rendi Diman dari tim Marketing NUMASKIN, Hanindia Narendrata (CEO dan Co-Founder COMPAS.co.id), Nopitri Yuliyanto (Business Development BIGSELLER) dan Redynal Umar (Head of Sales ChatPlusAI).

GM Marketing PT NoseHerbal Indo. Sri Rahayu Widya Ningrum mengungkapkan banyak individu yang memiliki passion di bidang kecantikan dan ingin membangun bisnis mereka sendiri.
Namun, banyak dari mereka yang menemui kendala dalam memulai dan mengembangkan bisnisnya. Kurangnya pengetahuan dan pengalaman dalam bidang bisnis dan manajemen menjadi salah satu faktor utama penghambat.

“Dengan mengikuti seminar ini, kami harap para peserta dapat memperoleh pengetahuan dan wawasan yang dibutuhkan untuk membangun bisnis kecantikan yang sukses, kami juga berharap seminar ini dapat menjadi wadah bagi para pelaku bisnis kecantikan untuk saling bertukar informasi dan membangun kolaborasi,” katanya.

Dia menjelaskan, PT Nose Herbal Indo sendiri sudah 10 tahun hadir menjadi mitra para maklon yang ingin mengembangkan produk kecantikan. Sampai saat ini sudah lebih 1000 produk merek lokal dan 50 persen diantaranya masih eksis di tengah persaingan ketat sesame produk juga produk impor dari China.

Untuk mengembangkan produk selain gandeng BRIN, dengan perguruan tinggi seperti Unpad tidak hanya sekadar memproduksi. Melainkan juga mengetahui konsepnya, visi dan segmen produknya kemana sehingga formulanya tidak sama dengan brand lain ataupun brand yang diproduksi oleh Nose.

Rendi Diman dari tim Marketing NUMASKIN menegaskan tertarik menjadi maklon Nose karena konsepnya pas dan berbeda. Produk NUMASKIN focus ke wanita berawal dari reseller kini memiliki produk sendiri yang dikenal dengan produk andalannya toner dan moisturizer.

“Awal modal dari reseller, jualan multi brand sejak tahun 2019. Dan mulai 2021 punya brand sendiri bekerjasama dengan Nose,” jelasnya.

Sementara Redynal Umar Head of Sales ChatPlusAI menambahkan Chatplus AI, salah satu software all e-commerce CS. Membantu para penjual menjawab semua pertanyaan dari setiap buyer. Tujuannya bagaimana tingkatkan brand produk dan menjaga penjualan.

“Pusat di Shanghai China dengan 60 ribu perusahaan yang dihandle. Hadir di Indonesia mulai 2021 dan hampir semua brand besar sudah pakai. Target sampai akhir tahun, ingin merambah semua katagori termasuk UMKM. Biasanya mereka bermasalah di CS padahal kuncinya ada disini,” katanya Reydinal Umar didampingi GM Wang Kun Co Founder Chatplus AI.

Brand Owner SKINOURU Michelle Valencia menyatakan bahwa banjirnya produk-produk kecantikan impor terutama dari China dalam beberapa tahun terakhir membuktikan bahwa Indonesia memang pasar potensial.

“Tapi kita tidak perlu khawatir, asal kita bisa maksimalkan pasarnya,” kata Michelle yang mulai menggeluti bisnis kecantikan sejak 2005 ini, melanjutkan bisnis keluarganya.

Dia juga berpesan agar beautypreneur tahan banting dengan komplain para konsumen di medsos.

Data Kemenperin menunjukkan industri kecantikan di Indonesia berkembang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir dengan melahirkan banyak brand kosmetik lokal. Selain meningkatnya populasi penduduk Indonesia berusia muda, kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan dan penampilan diri juga turut memberikan andil bertumbuhnya industri kecantikan nasional.

Dari berbagai produk yang dihasilkan perusahaan kosmetik di Indonesia, segmen pasar terbesar didominasi segmen perawatan diri (personal care) dengan volume pasar sebesar 3,18 miliar dollar AS pada 2022, disusul skincare sebesar 2,05 miliar dollar AS, kosmetik 1,61 miliar dollar AS, dan wewangian 39 juta dollar AS.

Potensi market size secara nasional pada 2023 bisa mencapai 467.919 produk atau meningkat lebih dari 10 kali lipat dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Sementara itu, secara global diperkirakan dapat mencapai 473.21 miliar dollar AS pada 2028 dengan pertumbuhan rata-rata 5,5 persen per tahun. RD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *