
INVESTORJATIM.COM – Optimisme terhadap pertumbuhan pasar otomotif di Jawa Timur mendorong KIA memperluas jaringan dealernya di Indonesia. Bersama Azimut Group, KIA resmi membuka showroom baru di kawasan Spazio Surabaya untuk memperkuat penetrasi pasar sekaligus meningkatkan layanan purna jual di wilayah tersebut.
Presiden Direktur KIA Azimut Group, Rudy Surjanto, mengatakan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang berada di atas rata-rata nasional menjadi sinyal positif bagi industri otomotif, khususnya kendaraan penumpang.
“Kalau melihat pertumbuhan ekonomi kuartal pertama, Indonesia memang tumbuh sekitar 5,61 persen. Namun yang menarik, Jawa Timur justru berada di atas rata-rata nasional. Ini menambah keyakinan kami bahwa pasar Jawa Timur masih sangat potensial dan tumbuh lebih cepat dibandingkan nasional,” ujarnya saat meresmikan Diler KIA di Spazio Surabaya Senin (11/5/2026).
Menurut Rudy, transformasi KIA yang kini berada langsung di bawah principal Korea Selatan melalui skema regional principal management (RPM) menjadi momentum penting bagi pengembangan merek tersebut di Indonesia. Keterlibatan langsung principal dinilai menunjukkan keseriusan KIA dalam memperkuat pasar domestik, termasuk melalui rencana produksi lokal dan pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia.
“Dengan Korea langsung masuk ke Indonesia, komitmennya sudah terlihat jelas. Mereka akan memproduksi kendaraan secara lokal, menghadirkan line-up yang sesuai kebutuhan pasar Indonesia, dan memperkuat jaringan dealer secara bertahap,” katanya.
Sebagai langkah awal ekspansi di Jawa Timur, KIA bersama Azimut Group membuka showroom baru di Spazio Surabaya. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat mendekatkan produk dan layanan KIA kepada konsumen di Surabaya dan sekitarnya.
Rudy menjelaskan, pengembangan jaringan dealer saat ini masih difokuskan di Surabaya dan Malang. Namun, seiring pertumbuhan penjualan, ekspansi akan dilanjutkan ke kota-kota lain di Jawa Timur maupun wilayah Indonesia lainnya.
“Kami optimistis karena KIA merupakan brand global dengan reputasi kuat. Di Korea tahun ini KIA menjadi nomor satu, di Australia nomor dua, dan di banyak negara lain penerimaannya juga sangat baik,” ujarnya.
Selain memperluas jaringan penjualan, KIA juga menaruh perhatian besar pada layanan purna jual. Menurut Rudy, tantangan industri otomotif saat ini bukan hanya menjual kendaraan, tetapi menjaga kenyamanan dan kepercayaan konsumen melalui layanan after sales.
“Menjual produk mungkin lebih mudah, tetapi yang paling penting adalah after sales. Ini menjadi fokus utama kami agar konsumen merasa nyaman dan percaya terhadap layanan KIA di Indonesia,” katanya.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, KIA East Java menyiapkan layanan mobile service sehingga teknisi dapat langsung mendatangi rumah atau lokasi pelanggan untuk melakukan perawatan kendaraan. KIA juga tengah membangun dealer berkonsep 3S (sales, service, sparepart) dengan desain terbaru guna meningkatkan kenyamanan pelanggan sekaligus memperkuat citra premium merek tersebut.
Sementara itu, Presiden Direktur KIA Sales Indonesia, Jong Sung Park, mengatakan Surabaya memiliki peran strategis dalam pengembangan bisnis KIA di Indonesia karena pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan kendaraan yang terus meningkat.
“Kami melihat Surabaya sebagai salah satu pusat pertumbuhan utama KIA di Indonesia. Melalui pembukaan dealer baru bersama Azimut Group di Spazio Surabaya, kami ingin memastikan pelanggan mendapatkan layanan yang lebih dekat, nyaman, dan terpercaya, mulai dari pembelian kendaraan hingga layanan purna jual,” ujarnya.
Menurut Jong Sung, konsumen saat ini tidak hanya mempertimbangkan kualitas produk, tetapi juga pengalaman kepemilikan kendaraan secara menyeluruh, mulai dari pembiayaan, layanan purna jual, hingga ketersediaan suku cadang.
Sebagai bentuk komitmen terhadap pasar Indonesia, KIA menghadirkan berbagai program bagi konsumen, seperti gratis biaya perawatan selama empat tahun dan garansi tujuh tahun untuk All-New Carens dan New Stonic.
Dalam waktu dekat, KIA juga menyiapkan sejumlah model baru untuk pasar Indonesia, termasuk jajaran kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Pada ajang Indonesia International Motor Show Surabaya 2026 mulai 26 Mei mendatang, KIA disebut akan memperkenalkan model anyar yang belum resmi diluncurkan.
KIA juga tengah menyiapkan produk dengan pendekatan local wisdom design yang dirancang khusus sesuai karakter pasar Indonesia. Bahkan, Carens EV disebut memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) hingga 70 persen.
“Kalau principal sudah berani membuat local design dan local product, artinya mereka benar-benar serius di Indonesia,” tutup Rudy. (Onny)













Komentar