Khofifah Luncurkan Beasiswa Pendidikan Jatim 2026, Sediakan Lebih dari 143 Ribu Kuota untuk Siswa dan Mahasiswa

INVESTORJATIM.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat komitmennya dalam memperluas akses pendidikan melalui peluncuran Program Beasiswa Pendidikan Jawa Timur 2026. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmi meluncurkan komitmen bersama program tersebut dengan total kuota lebih dari 143.000 penerima yang mencakup siswa SMA/SMK swasta dan mahasiswa baru perguruan tinggi swasta (PTS) di seluruh Jawa Timur.

Peluncuran program berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, sebagai bentuk sinergi antara Pemprov Jatim dan lembaga pendidikan swasta dalam menyediakan pendidikan yang berkualitas, merata, dan terjangkau bagi masyarakat.

Khofifah mengatakan program ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan seluruh anak di Jawa Timur mendapatkan kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan, terlepas dari kondisi ekonomi keluarga mereka.

“Melalui program ini, kita ingin memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Khofifah, Jumat, 19/6/2026.

Program tersebut terdiri atas 81.131 kuota beasiswa dan keringanan biaya pendidikan bagi calon siswa SMA/SMK swasta serta 62.000 kuota beasiswa dan bantuan pembiayaan bagi calon mahasiswa baru di 84 perguruan tinggi swasta yang telah menyatakan komitmennya mendukung program tersebut.

Baca Juga:  Panen dan Tanam Tebu Serentak di Malang, Program Bongkar Ratoon Digenjot untuk Percepat Swasembada Gula

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Jawa Timur, jumlah sekolah swasta yang berpartisipasi dalam program ini terus meningkat. Pada tahun ajaran 2026/2027, tercatat sebanyak 2.106 sekolah ikut ambil bagian, terdiri atas 860 SMA swasta dan 1.246 SMK swasta. Jumlah tersebut meningkat 18,84 persen atau bertambah 334 sekolah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 1.772 sekolah.

Dari total kuota yang tersedia, sebanyak 44.421 siswa akan menerima beasiswa penuh. Sementara 36.710 siswa lainnya memperoleh berbagai bentuk keringanan biaya pendidikan, mulai dari pembebasan uang gedung, potongan SPP, hingga bantuan pendidikan lainnya. Secara keseluruhan, jumlah penerima manfaat pada 2026 mencapai 81.131 orang atau meningkat 8.290 penerima dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 72.841 orang.

Khofifah menilai program ini menjadi solusi atas keterbatasan daya tampung sekolah negeri di Jawa Timur. Berdasarkan data Dinas Pendidikan Jatim, jumlah lulusan SMP/MTs/sederajat pada 2026 mencapai 618.479 siswa. Sementara kapasitas SMA dan SMK negeri hanya tersedia untuk 244.621 siswa atau sekitar 39,55 persen dari total lulusan.

Baca Juga:  Surabaya Diusulkan Jadi Lokasi Munas XVIII HIPMI 2026

Artinya, sekitar 373.858 lulusan atau 60,45 persen harus melanjutkan pendidikan melalui sekolah swasta maupun jalur pendidikan lainnya. Menurut Khofifah, kolaborasi dengan sekolah dan perguruan tinggi swasta menjadi kunci untuk menutup kesenjangan akses pendidikan tersebut.

Selain meluncurkan program beasiswa, Pemprov Jatim juga memberikan penghargaan kepada SMA dan SMK swasta dengan kontribusi beasiswa terbesar. Langkah ini diharapkan dapat mendorong semakin banyak lembaga pendidikan berpartisipasi dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

“Tidak boleh ada satu pun anak Jawa Timur yang tertinggal dari pendidikan hanya karena alasan ekonomi. Ini adalah tanggung jawab bersama untuk mencetak generasi unggul dan berdaya saing,” kata Khofifah. (Onny)

Komentar