Khofifah Dukung Sensus Ekonomi 2026, BPS Jatim Optimistis Pendataan Rampung Akhir Agustus

Istimewa

INVESTORJATIM.COM — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan mengikuti pendataan yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur di kediamannya di kawasan Jemursari, Surabaya, Rabu (24/6).

Pendataan tersebut dipantau langsung oleh Herum Fajarwati selaku Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPS Provinsi Jawa Timur bersama jajaran. Dalam proses tersebut, Khofifah mengikuti seluruh tahapan wawancara sesuai mekanisme yang telah ditetapkan BPS sebagai bagian dari pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Khofifah menegaskan bahwa partisipasinya merupakan bentuk dukungan nyata terhadap upaya pemerintah menghadirkan data ekonomi yang akurat, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.

Menurutnya, Sensus Ekonomi merupakan agenda strategis nasional yang membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat. Data yang dihimpun melalui sensus akan menjadi fondasi penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih efektif dan tepat sasaran di masa mendatang.

“Data yang kita berikan hari ini akan menjadi fondasi dalam merumuskan berbagai kebijakan pembangunan ke depan,” ujar Khofifah dalam keterangan resminya, Rabu, 24/6/2026.

Baca Juga:  Surabaya Diusulkan Jadi Lokasi Munas XVIII HIPMI 2026

Ia juga mengajak masyarakat Jawa Timur untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan informasi yang benar, lengkap, dan jujur kepada petugas sensus yang melakukan pendataan, baik di rumah tangga maupun tempat usaha.

Khofifah menjelaskan, Sensus Ekonomi yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali memiliki peran strategis dalam memetakan kondisi riil aktivitas ekonomi masyarakat. Hasil pendataan tersebut akan menjadi acuan dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kebijakan pembangunan di tingkat daerah maupun nasional.

Lebih lanjut, ia menilai data yang berkualitas turut berkontribusi dalam meningkatkan akurasi berbagai program pemerintah, termasuk penyaluran bantuan sosial dan program pemberdayaan masyarakat. Dengan data yang valid, potensi kesalahan sasaran seperti inclusion error maupun exclusion error dapat diminimalkan.

Sementara itu, Herum Fajarwati menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Gubernur Jawa Timur terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh petugas yang bertugas di lapangan.

Herum mengungkapkan, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Timur melibatkan 41.538 petugas yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota. Kabupaten Malang menjadi wilayah dengan jumlah petugas terbanyak, sedangkan Kota Surabaya didukung oleh 1.980 petugas pendata.

Baca Juga:  Khofifah Luncurkan Beasiswa Pendidikan Jatim 2026, Sediakan Lebih dari 143 Ribu Kuota untuk Siswa dan Mahasiswa

BPS mencatat, hingga akhir Juni 2026 sekitar 10 persen target pendataan di Jawa Timur telah berhasil diselesaikan. Pendataan yang berlangsung secara door to door sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 tersebut menyasar seluruh aktivitas usaha nonpertanian guna menghasilkan gambaran komprehensif mengenai struktur dan perkembangan perekonomian nasional.

Dengan dukungan masyarakat, BPS optimistis seluruh proses pendataan dapat diselesaikan sesuai target pada akhir Agustus 2026, sehingga menghasilkan data ekonomi yang berkualitas untuk mendukung perencanaan pembangunan yang lebih tepat dan berkelanjutan. (Onny)

Komentar