Kementan Gandeng ITS Percepat Hilirisasi Energi dan Alsintan Pertanian

Menteri Pertanian RI Dr Ir Andi Amran Sulaiman MP saat memberikan keynote speech dalam upacara Wisuda ke-133 ITS pada Minggu (19/4). Ist.

INVESTORJATIM.COM — Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat kolaborasi dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk mendorong hilirisasi energi dan alat mesin pertanian (alsintan) guna mendukung kemandirian pangan serta energi nasional.

Komitmen tersebut disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat menghadiri Wisuda ke-133 ITS pada Minggu (19/4). Dalam kesempatan itu, Amran menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi teknologi pertanian karya anak bangsa.

Menurutnya, Indonesia perlu mempercepat transformasi pertanian dari sistem tradisional menuju pertanian modern berbasis teknologi agar tidak terus bergantung pada impor.

“ITS memiliki semua solusi yang dibutuhkan pemerintah dari sektor-sektor prioritas saat ini,” ujar Amran dalam keterangannya, Minggu, 19/4/2026.

Dia menjelaskan, Kementan bersama ITS sepakat memulai hilirisasi alat pertanian dan sumber energi secara mandiri. Sejumlah inovasi yang disiapkan antara lain Bensin Sawit (Benwit), perahu traktor listrik untuk lahan rawa, serta alat panjat kelapa Moto Climber ITS (MOCITS).

Amran menilai inovasi tersebut mampu menjawab tantangan global, terutama di tengah ancaman krisis pangan, energi, dan air.

Baca Juga:  Terbitlah Terbang. Petani Kampung Hidroponik Surabaya Bahagia Berkat Ide Emas Mahasiswa ITS

“Kami melihat inovasi nyata, mulai dari alat panjat kelapa, traktor listrik untuk lahan rawa, hingga pengembangan biogasoline,” katanya.

Usai memberikan keynote speech, Amran meninjau pameran inovasi ITS dan menyoroti pengembangan bio-gasoline Benwit yang dipimpin Dosen Teknik Material dan Metalurgi ITS Hosta Ardhyananta.

Produk berbasis kelapa sawit itu disebut mampu mencapai campuran 70% atau E70 tanpa perubahan signifikan pada mesin kendaraan. Teknologi tersebut diproyeksikan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar fosil.

“Jika ini dikawal terus, mimpi kita menuju kemandirian energi bukan lagi sekadar angan,” ujarnya.

Amran juga mendorong peneliti ITS segera mematenkan hasil riset tersebut agar dapat dipercepat ke tahap komersialisasi.

Pada kesempatan yang sama, ITS menandatangani nota kesepahaman dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV guna mendukung pengembangan dan distribusi inovasi ke masyarakat luas.

Menurut Amran, sinergi dengan BUMN perkebunan akan membuka ruang lebih besar bagi pemanfaatan hasil riset di sektor industri.

Selain energi, Kementan juga memberi perhatian pada alat panjat kelapa MOCITS yang sebelumnya telah dipesan sebanyak 10 unit. Alat tersebut dirancang untuk menggantikan metode panjat manual yang berisiko tinggi bagi petani.

Baca Juga:  Mahasiswa ITS Rancang Bendungan Tahan Gempa

Amran menilai potensi hilirisasi komoditas kelapa dan sawit sangat besar. Jika dikelola optimal dari hulu hingga hilir, nilainya dapat mencapai Rp10.000 triliun.

Sementara itu, Rektor ITS Bambang Pramujati menyatakan pihaknya siap memastikan inovasi kampus selaras dengan kebutuhan industri dan pemerintah.

“Kami akan berusaha menghasilkan produk inovasi yang memang dibutuhkan masyarakat,” katanya.

Kolaborasi ITS dan Kementan juga dinilai mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama pendidikan berkualitas, energi bersih dan terjangkau, serta kemitraan untuk mencapai tujuan.(Onny Asmara)

Komentar