Kadin Jatim: Danantara Solusi Sekaligus Opportunity

Wakil Ketua Umum Kadin Jatim Prof. Tommy Kayhatu. Foto: Kadin Jatim

SURABAYA, InvestorJatim – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur menilai pendirian Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) jadi solusi sekaligus opportunity bagi pelaku usaha.

Karena itu, Kadin Jatim menyambut baik atas peluncuran Danantara oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (24/2/2025).

Wakil Ketua Umum Kadin Jatim Prof. Tommy Kayhatu mengungkapkan, mestinya pengusaha memandang keberadaan Danantara sebagai hal yang positif. Karena jika Danantara ini berjalan dengan baik, maka badan ini akan mampu melakukan investasi dan dapat menarik investor asing untuk bekerja sama melakukan joint ventures. Sehingga proyek-proyek riil seperti hilirisasi oleh pemerintah sekarang, khususnya di bidang sumber daya alam akan berubah menjadi industrialisasi yang akan mampu menyerap banyak tenaga kerja .

“Dan sebagai pengusaha, kita punya kesempatan untuk bermitra karena dana yang dikelola besar sekali dan tidak mungkin mereka mengerjakan sendiri. Seorang pengusaha itu kan basic-nya entrepreneurship. Entrepreneurship itu melihat tantangan sebagai peluang.

Apalagi ini bukan tantangan tetapi opportunity. Ya harusnya pengusaha tidak ragu, tetapi memandang ini sebagai satu bagian yang positif,” tegas Prof. Tommy Kayhatu di Surabaya, Selasa (25/2/2025).

Lebih lanjut ia mengungkapkan, Danantara sebenarnya adalah mimpi besar ekonom Indonesia Profesor Sumitro Djojohadikusumo yang sekaligus ayah  Presiden Prabowo.

“Beliau ingin Indonesia memiliki satu super holding di mana dananya berasal dari deviden BUMN yang dikelola secara tersendiri untuk membantu perekonomian nasional dalam rangka menciptakan peluang-peluang atau opportunity-opportunity baru,” ungkap Prof. Tommy.

Tetapi Danantara ini harus dipegang oleh seorang yang sangat professional, memiliki idenya yang juga profesional dan mampu melakukan investasi atau menarik investasi atau bahkan melakukan investasi ke luar negara Republik Indonesia dengan satu tujuan keuntungan bagi republik ini.

“Jadi boleh dibilang ini pola pikirnya semi dikerjakan oleh swasta. jadi orang-orang yang pro untuk mendapatkan investasi, baik itu real investment maupun financial investment,” tandasnya.

Danantara itu ibaratnya alternatif ketika investor asing tidak mau masuk ke Indonesia untuk melakukan investasi di hilir seperti hilirisasi nikel.

“Karena pengalaman kami di Kadin Jawa Timur, beberapa kali bicara dengan investor dari Uni Eropa kita buntu. ya kita bertanya-tanya kenapa begini, kenapa mereka tidak mau melakukan investasi nikel, Kenapa mereka hanya beli bahan mentahnya.

Padahal itu sangat merugikan kita. Nah, ketika kita terperangkap pada situasi seperti itu, mestinya dengan kehadiran Danantara bisa menyelesaikan,” terangnya.

Apalagi yang masuk jajaran Pemimpin Danantara adalah orang-orang yang tidak diragukan lagi kepiawaiannya di bidang ekonomi dan investasi. Seperti Sosan Perkasa Roeslani, Eric Thohir dan Dony Oskaria dan Pandu Patria Sjahrir.

“Mereka semua adalah seorang profesional di bidangnya,” tegas Prof.Tommy.

Namun demikian, Guru Besar Universitas Ciputra Surabaya ini tidak menampik jika ada beberapa pengusaha yang merasa khawatir Danantara ini akan menjadi kekuatan luar biasa besar yang mendapatkan backup dari regulator, yaitu pemerintah Republik Indonesia hingga kemudian berubah menjadi perusahaan yang memonopoli seluruh sektor.

“Memang kemungkinan itu ada. Tetapi seperti halnya kita tahu bahwa Danantara diciptakan oleh pemerintah bukan untuk mematikan usaha-usaha yang lain tetapi untuk mendorong usaha-usaha lain yang terlibat, termasuk sektor swasta yang selama ini sudah berjuang untuk republik ini tidak akan ditinggalkan,” kata Tommy optimistis.

Terlebih Danantara memiliki orientasi untuk pengembangan Usaha Mikro Kecin dan Menengah (UMKM) dan juga memiliki tujuan untuk bermitra dengan pengusaha lokal.

“Itu yang sudah dicanangkan oleh bapak presiden. Agar kekhawatiran tersebut tidak terjadi, maka harus ada regulasi yang jelas dan pengawasan dan transparansi. Ini yang harus ditekankan,” pungkas Prof. Tommy. ros

REDAKSI

Recent Posts

IIMS Surabaya 2026 Lampaui Target, Kunjungan Tembus 36 Ribu Orang

INVESTORJATIM.COM – Gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) Surabaya 2026 resmi berakhir pada Minggu (31/5/2026)…

22 menit ago

Queen Dawet: Ketika Mimpi Besar Dimulai dari Dapur Rumahan

INVESTORJATIM.COM — Perjalanan bisnis sering kali dimulai dari mimpi sederhana. Hal itu pula yang dialami…

17 jam ago

LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan hingga September 2026, DPK Perbankan Tumbuh 11,39%

INVESTORJATIM.COM — Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan untuk mempertahankan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) pada periode…

1 hari ago

Pakar UNAIR Kembangkan Nanomaterial Sel Surya Transparan, Masuk Nominasi Lindau Nobel Laureate Meetings 2026

INVESTORJATIM.COM — Upaya pengembangan energi terbarukan di Indonesia kembali mencatatkan kemajuan. Dosen Fakultas Teknologi Maju…

1 hari ago

EXCOTEL Design Hotel Surabaya Salurkan CSR Idul Adha 1447 H, Serahkan Kambing untuk Warga Sekitar

INVESTORJATIM.COM — Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, EXCOTEL Design Hotel Surabaya menyalurkan bantuan…

1 hari ago

Arus Peti Kemas Pelindo Tumbuh 7% hingga April 2026, Cerminkan Kuatnya Aktivitas Ekonomi Nasional

INVESTORJATIM.COM — Aktivitas ekonomi nasional menunjukkan tren positif pada awal 2026. Salah satu indikatornya terlihat…

2 hari ago