Categories: Indeks

IHSG Melesat 10,5%, OJK Sebut Stabilitas Keuangan Nasional Tetap Terjaga

Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB).

INVESTORJATIM.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor jasa keuangan (SJK) nasional tetap terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat tensi geopolitik di Timur Tengah, kebijakan tarif Amerika Serikat (AS), serta perlambatan ekonomi dunia. Di sisi lain, pasar keuangan domestik mulai menunjukkan pemulihan yang ditandai dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), arus modal asing yang kembali masuk, dan meningkatnya dana kelolaan industri investasi.

Penilaian tersebut disampaikan OJK dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) yang digelar pada 29 Juli 2026.

Kepala Departemen Surveillance dan Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi OJK Agus Firmansyah mengatakan kondisi global masih dibayangi meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah gagalnya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran pada awal Juli 2026. Kondisi itu memicu kenaikan harga minyak dunia dan meningkatkan risiko terhadap perekonomian global.

Selain itu, Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2026 menjadi 3% dari sebelumnya 3,1%. Namun, investasi di sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dinilai masih menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi dunia.

Di saat yang sama, kebijakan tarif baru AS terhadap 60 negara mitra dagang turut meningkatkan premi risiko global dan berpotensi memperpanjang volatilitas harga komoditas.

Meski demikian, kondisi ekonomi Indonesia dinilai masih cukup solid. Inflasi Juli 2026 tercatat sebesar 2,88% secara tahunan (year-on-year/yoy), sementara aktivitas manufaktur kembali berada di zona ekspansi dengan Purchasing Managers’ Index (PMI) sebesar 50,2.

OJK menilai stabilitas sektor keuangan nasional tetap terjaga berkat sinergi kebijakan fiskal dan moneter.

IHSG Menguat, Asing Kembali Masuk

Kinerja pasar modal membaik sepanjang Juli 2026. IHSG ditutup di level 6.236,13 atau menguat 10,51% secara bulanan (month-to-month/mtm), meski secara tahun berjalan (year-to-date/ytd) masih terkoreksi 27,88%.

Tekanan jual investor asing juga mereda. Setelah membukukan net sell Rp19,63 triliun pada Juni, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp1,62 triliun sepanjang Juli.

Likuiditas pasar turut membaik, tercermin dari penyempitan rata-rata bid-ask spread menjadi 1,33% dari 1,75% pada bulan sebelumnya. Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp14,31 triliun.

Di pasar obligasi, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) naik 0,14% menjadi 430,46. Meski demikian, indeks tersebut masih terkoreksi 2,35% secara ytd. Yield Surat Berharga Negara (SBN) rata-rata meningkat 6,15 basis poin seiring tingginya persepsi risiko global.

Di tengah kenaikan yield, investor asing masih mencatatkan pembelian bersih SBN sebesar Rp6,39 triliun hingga 29 Juli 2026.

Dana Kelolaan Investasi Tembus Rp1.025 Triliun

Industri pengelolaan investasi juga mencatatkan pertumbuhan. Nilai aset kelolaan (asset under management/AUM) mencapai Rp1.025,12 triliun per 30 Juli 2026 atau naik 2,08% dibandingkan bulan sebelumnya.

Sementara itu, Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana mencapai Rp663,26 triliun dengan net subscription sebesar Rp3,43 triliun sepanjang Juli 2026.

Jumlah investor pasar modal juga terus bertambah. Hingga akhir Juli 2026, terdapat tambahan 1,10 juta investor baru sehingga total investor mencapai 30,06 juta atau tumbuh 47,63% secara year-to-date.

Penghimpunan Dana Korporasi Capai Rp121,96 Triliun

Aktivitas penghimpunan dana di pasar modal masih berlangsung solid. Hingga akhir Juli 2026, nilai fundraising korporasi mencapai Rp121,96 triliun.

Dana tersebut berasal dari tujuh penawaran umum perdana saham (IPO), 12 penawaran umum terbatas (PUT), sembilan penawaran umum efek bersifat utang dan/atau sukuk (EBUS), serta 105 penawaran umum berkelanjutan EBUS. OJK juga mencatat masih terdapat 15 rencana penawaran umum dalam pipeline dengan nilai indikatif Rp11,88 triliun.

Pada sektor Securities Crowdfunding (SCF), sepanjang Juli 2026 terdapat 17 efek baru dan delapan penerbit baru dengan dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp25,79 miliar. Secara kumulatif, penghimpunan dana melalui SCF telah mencapai Rp2,01 triliun.

Bursa Karbon dan Derivatif Bertumbuh

OJK juga mencatat perkembangan positif pada pasar derivatif dan Bursa Karbon Indonesia.

Sejak Januari 2025 hingga akhir Juli 2026, sebanyak 113 pihak telah memperoleh persetujuan prinsip sebagai pelaku pasar derivatif. Volume transaksi selama Juli mencapai 63.171 lot, sehingga secara kumulatif Januari—Juli 2026 mencapai 297.853 lot.

Adapun Bursa Karbon Indonesia telah memiliki 155 pengguna jasa sejak beroperasi pada September 2023. Total volume transaksi mencapai 1,98 juta ton CO2 ekuivalen (tCO2e) dengan nilai transaksi Rp93,89 miliar.

OJK Jatuhkan Denda Rp91,09 Miliar

Di bidang pengawasan, OJK terus memperkuat penegakan hukum di sektor Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (PMDK).

Sepanjang Januari hingga Juli 2026, OJK menjatuhkan sanksi administratif kepada 104 pihak dengan total denda Rp91,09 miliar. Sanksi tersebut disertai pencabutan izin, pembekuan izin, pembatalan surat tanda terdaftar, peringatan tertulis, hingga perintah tertulis.

Selain itu, OJK mengenakan denda keterlambatan sebesar Rp196,55 miliar kepada 506 pihak. Khusus sepanjang Juli 2026, OJK menjatuhkan denda Rp4,83 miliar atas berbagai pelanggaran di sektor pasar modal, keuangan derivatif, dan bursa karbon.

OJK menegaskan akan terus menjaga stabilitas sektor jasa keuangan melalui penguatan pengawasan, perlindungan konsumen, pendalaman pasar keuangan, serta pengembangan industri jasa keuangan guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. (Onny)

REDAKSI

Recent Posts

Laba PT Aspirasi Hidup Indonesia Melonjak 33,3% pada Semester I 2026, AZKO Tambah Jaringan hingga 276 Toko

INVESTORJATIM.COM – PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (AHI/ACES) membukukan kinerja positif sepanjang Semester I/2026. Perseroan…

20 jam ago

Dialog Kebangsaan Jatim: Kapolda dan Khofifah Kompak Ajak Tangkal Hoaks demi Jaga Iklim Investasi

INVESTORJATIM.COM — Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur menggelar Dialog Kebangsaan bertajuk Merawat Bhinneka Tunggal Ika,…

1 hari ago

PLN Nusantara Power Latih Perempuan Tangguh Bencana, Salurkan Bantuan untuk BPBD Kampar

INVESTORJATIM.COM – PT PLN Nusantara Power (PLN NP) memperkuat program pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan kesiapsiagaan…

2 hari ago

Risma Suntik Mental Pejuang ke 7.060 Maba ITS, Kampus Siapkan Talenta Penjawab Tantangan Bangsa

INVESTORJATIM.COM – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memulai rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru…

2 hari ago

Guru Besar ITS Kembangkan Kecerdasan Pengambilan Keputusan, Bidik Deteksi Dini Krisis Ekonomi

INVESTORJATIM.COM – Di tengah meningkatnya kompleksitas tantangan ekonomi dan keuangan, kemampuan memprediksi sekaligus mengantisipasi risiko…

2 hari ago

Kelangkaan LPG 3 Kg Dorong Warga Lumajang Beralih ke Jaringan Gas PGN, Pasokan Terjamin dan Pembayaran Makin Mudah

INVESTORJATIM.COM — Kelangkaan LPG 3 kilogram (kg) di sejumlah wilayah mendorong masyarakat Kabupaten Lumajang beralih…

2 hari ago