Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra memberikan sambutan pada acara SIG Infrastructure Summit yang bertema "Bangga Bangun Indonesia", di Renaissance Hotel Nusa Dua, Bali, pada Desember 2025.(Ist)
JAKARTA, INVESTORJATIM — Kondisi overcapacity dan perlambatan pertumbuhan pasar semen domestik sepanjang 2025 tidak menyurutkan langkah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) untuk tetap agresif membaca peluang. Melalui SIG Infrastructure Summit 2025 bertema “Bangga Bangun Indonesia”, SIG menegaskan strategi transformasi bisnis dan penguatan kolaborasi guna menciptakan peluang pertumbuhan di tahun 2026.
Direktur Sales dan Marketing SIG, Dicky Saelan, mengatakan perseroan terus mempercepat transformasi bisnis dengan menghadirkan solusi bahan bangunan dan layanan pendukung yang inovatif serta relevan dengan kebutuhan pasar yang semakin dinamis. SIG juga memperkuat kedekatan dengan pelanggan di berbagai daerah untuk memahami karakteristik kebutuhan proyek sekaligus meningkatkan efisiensi rantai pasok.
“SIG terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pelanggan melalui pengembangan semen hijau, produk inovatif, dan solusi konstruksi terintegrasi. Kami memastikan setiap produk dan layanan SIG tidak hanya memenuhi kebutuhan teknis proyek, tetapi juga mendukung target keberlanjutan jangka panjang,” ujar Dicky dalam acara yang digelar di Renaissance Hotel Nusa Dua, Bali, Desember 2025.
Melalui forum tersebut, SIG mempertemukan pelaku industri konstruksi, mitra bisnis, perbankan, serta pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional. SIG menegaskan posisinya sebagai pemimpin industri bahan bangunan yang tidak hanya menyediakan semen dan produk turunannya yang ramah lingkungan, tetapi juga layanan jasa pendukung konstruksi dengan dukungan fasilitas operasi yang tersebar luas di seluruh Indonesia.
Sejalan dengan prospek pemulihan industri semen dan ekonomi nasional, sektor perbankan melihat peluang pertumbuhan tetap terbuka. VP of Industry and Regional Research PT Bank Mandiri Tbk, Dendi Ramdani, menyampaikan bahwa berdasarkan proyeksi internal, penjualan semen nasional diperkirakan masih dapat tumbuh sekitar 2,5% pada 2026. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan belanja infrastruktur dan sektor properti, meskipun tantangan overcapacity, tingkat utilisasi yang belum optimal, serta tekanan efisiensi masih membayangi industri.
“Kondisi ini menuntut pelaku industri untuk terus beradaptasi melalui inovasi dan penguatan nilai tambah. Strategi SIG dalam menghadirkan solusi konstruksi berkelanjutan sejalan dengan kebutuhan tersebut,” ujar Dendi.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendorong penerapan konstruksi berkelanjutan melalui penggunaan material bangunan ramah lingkungan dan rendah karbon. Reni juga memperkenalkan inovasi semen hijau SIG yang diproduksi dengan material serta proses yang lebih ramah lingkungan, sehingga mampu menurunkan emisi karbon hingga 38% dibandingkan semen konvensional, dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) di atas 90%.
Salah satu produk unggulan tersebut adalah semen hidraulis SIG PwrPro, yang dirancang untuk menghasilkan beton bermutu tinggi sekaligus ramah lingkungan. Produk ini telah digunakan dalam sejumlah proyek strategis nasional, antara lain Thamrin Nine Tower, Flyover Purwosari, Kawasan Industri Batang, Sabo Dam Merapi, serta Kendal Industrial Park. Selain itu, SIG juga mendorong pemanfaatan produk turunan semen hijau berupa bata interlock presisi sebagai solusi konstruksi untuk mendukung program pembangunan 3 juta rumah per tahun yang dicanangkan pemerintah.
Sementara itu, Wakil Direktur Utama SIG, Andriano Hosny Panangian, menegaskan komitmen perusahaan dalam menyediakan solusi konstruksi yang sejalan dengan arah industri konstruksi global yang semakin mengedepankan agenda dekarbonisasi. Menurutnya, inovasi material dan teknologi menjadi kunci untuk menekan emisi tanpa mengorbankan keandalan infrastruktur.
“Kami meyakini pembangunan infrastruktur Indonesia harus berjalan seiring dengan transisi menuju ekonomi rendah karbon agar tetap kompetitif di tingkat global. Melalui SIG Infrastructure Summit, kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi, menggali peluang proyek strategis, dan menghadirkan solusi konstruksi berkelanjutan yang memberikan nilai tambah nyata bagi pembangunan nasional,” ujar Andriano.(pul)
INVESTORJATIM.COM — PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) menggelar kegiatan halalbihalal bersama petani tebu rakyat di…
INVESTORJATIM.COM – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli turun langsung menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) XVI periode…
INVESTORJATIM.COM - Di tengah kondisi pasar otomotif nasional yang masih melandai, PT Suzuki Indomobil Sales…
INVESTORJATIM.COM – PT Merdeka Gold Resources Tbk (IDX: EMAS) kembali menebar sinyal ekspansi agresif di…
INVESTORJATIM.COM – Akses internet cepat tak lagi eksklusif bagi kota besar. Di tengah masih lebarnya…
INVESTORJATIM.COM – Di tengah tekanan industri logistik yang semakin kompetitif dan penuh ketidakpastian, isu tata…