Emil Dardak Ungkap Strategi Jatim Dorong UMKM Lewat Impact Financing

INVESTORJATIM.COM — Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengungkap strategi pemerintah provinsi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui penguatan pembiayaan berdampak atau impact financing bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Hal itu disampaikan Emil saat menjadi salah satu pembicara utama dalam Indonesia Impact Investment Summit (IIIS) 2026 yang digelar Indonesia Impact Alliance di Ballroom Hotel Pullman Jakarta.

Emil mengatakan penguatan pembiayaan menjadi penting mengingat sebagian besar UMKM di Jawa Timur masih berada pada skala usaha mikro. Dari total 4,59 juta UMKM di Jatim, sebanyak 99,7% merupakan usaha mikro.

Di sisi lain, penyaluran kredit perbankan kepada UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) baru mencapai 36,7%. Kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya kebutuhan terhadap pembiayaan dengan biaya murah.

Meski demikian, Emil menyebut kualitas kredit UMKM Jatim relatif baik. Tingkat UMKM berkinerja buruk (non-performing) tercatat hanya 1,97%, terendah di Pulau Jawa, dibandingkan rata-rata nasional 2,24% dan Pulau Jawa 2,51%.

“Angka ini membuktikan kedisiplinan dan keandalan para pelaku usaha kecil di Jatim dalam memenuhi kewajiban kredit,” kata Emil Rabu lalu.

Menurutnya, penguatan pembiayaan turut menopang kinerja ekonomi Jawa Timur. Pada Semester I/2026, ekonomi Jatim tumbuh 5,84% dan memberikan kontribusi 14,34% terhadap perekonomian nasional.

Sementara itu, realisasi KUR di Jawa Timur telah mencapai Rp69,8 triliun atau 15,7% dari total KUR nasional. Penyaluran tersebut dimanfaatkan lebih dari 100.000 usaha mikro.

Emil juga menyoroti Program Kredit Sejahtera (Prokesra) yang kini mengandalkan skema Dana Bergulir (Dagulir). Skema tersebut memungkinkan Pemprov Jatim mempertahankan bunga pembiayaan sekitar 2% meski terjadi kenaikan suku bunga acuan.

Selain pembiayaan perbankan dan APBD, Pemprov Jatim mendorong pemanfaatan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui skema blended financing. Dana ZIS dapat menjadi pembiayaan konsesional sekaligus membantu menurunkan biaya dana dan risiko awal bagi usaha rintisan.

“Dengan skema Blended Finance, efeknya bisa mencapai 60 hingga 80 unit usaha,” ujarnya.

Emil menegaskan investasi berdampak tidak semata mengejar keuntungan, tetapi juga menciptakan ekosistem bisnis yang adil dan berkelanjutan, termasuk melalui pemerataan pembangunan serta pemberdayaan perempuan dan penyandang disabilitas. (Onny)

REDAKSI

Recent Posts

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,84%, Investasi Semester I/2026 Capai Rp72,7 Triliun

INVESTORJATIM.COM — Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyebut perekonomian Jawa Timur tumbuh 5,84%…

14 jam ago

Ekonomi Jatim Tumbuh, Kadin Soroti Kualitas Lapangan Kerja dan Daya Saing Industri

INVESTORJATIM.COM — Forum Jurnalis Ekonomi-Bisnis Surabaya (FORJEBS) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Refleksi Jawa…

15 jam ago

Jaga Reputasi di Tengah Gempuran AI, BRI Gembleng Humas Daerah di Surabaya

INVESTORJATIM.COM – Satu isu lokal di daerah bisa meledak menjadi perbincangan nasional hanya dalam hitungan…

16 jam ago

Disambangi Bappenas, Pelindo Beberkan Jurus Tekan Biaya Logistik dari Tanjung Perak

INVESTORJATIM.COM – Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 dan 2028 tidak disusun dari balik meja di…

22 jam ago

Wagub Emil Dorong Narasi Baru Surabaya sebagai Kota Kebanggaan Santri

INVESTORJATIM.COM — Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendorong munculnya narasi baru mengenai Kota…

1 hari ago

Sungai Maron, Wujud Energi Berkeadilan yang Menghidupkan Lingkungan dan Ekonomi Warga

INVESTORJATIM.COM – Bagi masyarakat di sekitar Sungai Maron, Pacitan, Jawa Timur, sungai bukan sekadar aliran…

2 hari ago