INVESTORJATIM.COM — Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendorong munculnya narasi baru mengenai Kota Surabaya. Menurutnya, Surabaya tidak hanya dikenal sebagai kota pahlawan dan pusat metropolitan, tetapi juga perlu dikenang sebagai kota yang memiliki kiprah besar dari para santri.
Hal tersebut disampaikan Emil saat melepas ratusan santri yang mengikuti Santri Fun Walk di halaman Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya.
Emil mengatakan, selama ini Surabaya identik dengan sejumlah ikon seperti Tugu Pahlawan, Jalan Tunjungan hingga Jembatan Suramadu. Namun, ia berharap identitas tersebut dapat diperluas dengan memasukkan kontribusi para santri dalam sejarah dan kehidupan masyarakat Surabaya.
“Kita ingin kalau orang membayangkan Surabaya, mereka akan teringat Tugu Pahlawan, Jalan Tunjungan, mungkin Jembatan Suramadu, dengan berbagai ciri khas Surabaya. Tapi kita juga berharap, orang kalau ingat Surabaya akan ingat kiprah dari santri-santri Surabaya yang hebat,” kata Emil dikutip pada rilisnya, Senin, 26/10/2026.
Santri Fun Walk digelar PCNU Kota Surabaya sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri 2026. Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda olahraga bersama, tetapi juga menjadi momentum untuk menunjukkan keberadaan dan kontribusi santri di tengah perkembangan Kota Surabaya sebagai kota metropolitan.
Emil menilai Surabaya memiliki dua sisi kebanggaan. Di satu sisi, Surabaya merupakan salah satu kota terbesar di Asia Tenggara dengan perkembangan modern yang pesat. Di sisi lain, kota ini memiliki sejarah panjang perjuangan bangsa yang turut diwarnai kiprah para santri.
“Surabaya ini adalah salah satu kota terbesar di Asia Tenggara, kota yang penuh sejarah. Bahkan kantor PCNU ini sudah ikut mengukir sejarah perjalanan bangsa, sejarah kepahlawanan bangsa. Inilah jejak luar biasa, tinta emas yang ditorehkan santri-santri Surabaya,” ujarnya.
Menurut Emil, nilai ketawadhuan, kesederhanaan dan keikhlasan yang melekat pada kehidupan santri dapat menjadi penyeimbang di tengah hiruk-pikuk kehidupan metropolitan.
“Di tengah metropolisnya Kota Surabaya, kita melihat bukti nyata adanya ketawadhuan dari para santri yang mewarnai kehidupan di kota ini. Maka boleh juga kita gelorakan bahwa Surabaya ini adalah juga kota kebanggaan para santri,” tegasnya. (Onny)
INVESTORJATIM.COM – Bagi masyarakat di sekitar Sungai Maron, Pacitan, Jawa Timur, sungai bukan sekadar aliran…
INVESTORJATIM.COM – Tren lari yang kini jadi gaya hidup anak muda Surabaya dimanfaatkan Baitul Maal…
INVESTORJATIM.COM – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendorong organisasi kekerabatan dan kemasyarakatan memperkuat…
INVESTORJATIM.COM – Pengembangan energi bersih bukan hanya soal mengurangi emisi, tetapi juga bagaimana Indonesia membangun…
INVESTORJATIM.COM – Di saat literasi asuransi masih 45% dan inklusi baru 28%, PT Asuransi Jiwa…
INVESTORJATIM.COM – Wacana Zero ODOL 2027 dan kemacetan truk logistik di jalan raya…