INVESTORJATIM.COM — Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur menggelar Dialog Kebangsaan bertajuk Merawat Bhinneka Tunggal Ika, Memperkuat Persatuan Bangsa di Tengah Polarisasi Digital sebagai upaya memperkuat persatuan sekaligus menjaga stabilitas daerah yang menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi dan investasi.
Kegiatan yang berlangsung di Resto Nine Surabaya, dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Pol. Nanang Avianto, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua DPRD Jatim Musyafak Rouf, unsur TNI, kejaksaan, pengadilan, organisasi kemasyarakatan, hingga insan pers.
Kapolda Jatim Irjen Pol. Nanang Avianto menegaskan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Jawa Timur tetap aman dan kondusif. Dia meminta masyarakat tidak mudah mempercayai narasi provokatif maupun informasi yang belum terverifikasi di media sosial, termasuk isu yang menyebut Jawa Timur akan menjadi lokasi kerusuhan.
“Situasi kamtibmas di Jawa Timur tetap aman, tertib, dan kondusif. Tidak ada satu pun indikasi yang membenarkan narasi bahwa Jawa Timur akan menjadi lokasi kerusuhan,” ujar Nanang, Senin, 3/8/2026.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital memang mempercepat arus informasi, tetapi juga membuka ruang bagi penyebaran hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, hingga provokasi yang berpotensi mengganggu persatuan bangsa. Karena itu, masyarakat diminta mengedepankan etika bermedia sosial, memverifikasi informasi sebelum membagikannya, serta menyelesaikan setiap perbedaan melalui dialog dan musyawarah.
Nanang juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjadi agen perdamaian di ruang digital dengan terus menanamkan nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika kepada generasi muda.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai tantangan menjaga persatuan kini bergeser ke ruang digital. Berdasarkan data yang dipaparkannya, penetrasi masyarakat Jawa Timur dalam ekosistem digital telah mencapai 83,41 persen atau lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 81,72 persen.
Menurut Khofifah, tingginya akses digital harus diimbangi dengan penguatan literasi digital agar masyarakat tidak mudah terprovokasi informasi palsu yang dapat memicu perpecahan.
Ia menegaskan stabilitas keamanan merupakan modal utama dalam menarik investasi dan menjaga pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. Menurutnya, aspek keamanan selalu menjadi pertimbangan utama investor sebelum menanamkan modal.
“Kalau Jawa Timur aman, investasi akan masuk, pertumbuhan ekonomi meningkat, dan kesejahteraan masyarakat akan semakin baik. Karena itu menjaga persatuan dan harmoni adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya.
Ketua DPRD Jawa Timur Musyafak Rouf menambahkan dialog lintas elemen seperti ini penting untuk memperkuat semangat kebangsaan di tengah derasnya arus informasi digital. Dia mengajak masyarakat lebih bijak menyikapi berbagai konten di media sosial agar tidak mudah terpengaruh isu yang dapat mengganggu kerukunan.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Bidang Hukum dan Pembelaan Wartawan PWI Jawa Timur Samiadji Makin Rahmat menekankan media memiliki peran strategis sebagai penyaring informasi dan perekat kebangsaan. Dia mengingatkan masyarakat agar selalu mengedepankan verifikasi sebelum menyebarkan informasi sehingga ruang digital tetap menjadi sarana memperkuat persatuan, bukan memicu polarisasi.(Red/Onny)
INVESTORJATIM.COM – PT PLN Nusantara Power (PLN NP) memperkuat program pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan kesiapsiagaan…
INVESTORJATIM.COM – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memulai rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru…
INVESTORJATIM.COM – Di tengah meningkatnya kompleksitas tantangan ekonomi dan keuangan, kemampuan memprediksi sekaligus mengantisipasi risiko…
INVESTORJATIM.COM — Kelangkaan LPG 3 kilogram (kg) di sejumlah wilayah mendorong masyarakat Kabupaten Lumajang beralih…
INVESTORJATIM.COM — Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, Lutfil Hakim, menegaskan industri media massa…
INVESTORJATIM.COM – PT Pertamina Patra Niaga resmi menurunkan harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi,…