Surabaya Symposium of Oncology 2025 dengan tema “Multidisciplinary Approach in Women’s and Children’s Oncology”, sebuah kegiatan ilmiah yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas tenaga medis Indonesia
SURABAYA, INVESTORJATIM — Kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, khususnya pada perempuan dan anak. Data Globocan 2020 menunjukkan kanker payudara dan kanker endometrium sebagai jenis kanker paling banyak dijumpai sekaligus penyumbang utama kematian akibat kanker.
Diperkirakan sepanjang 2025 terdapat 9.550 kasus kanker baru pada anak dan 5.140 kasus pada remaja. Secara global, angka diagnosis bahkan diproyeksikan menembus 35 juta kasus per tahun pada 2050.
Di tengah meningkatnya kasus, banyak pasien Indonesia masih memilih berobat ke luar negeri karena menilai layanan kesehatan di sana lebih maju. Kondisi ini mendorong fasilitas kesehatan di tanah air untuk terus meningkatkan kompetensi tenaga medis, kualitas layanan, serta komunikasi klinis terhadap pasien.
Menjawab kebutuhan tersebut, Adi Husada Cancer Center (AHCC) kembali menggelar SYMPONI 2025: Surabaya Symposium of Oncology bertema “Multidisciplinary Approach in Women’s and Children’s Oncology”, Sabtu (22/11/2025) di Hotel Ciputra Surabaya. Kegiatan ilmiah tahunan ini memasuki tahun kedua penyelenggaraan dan menjadi puncak perayaan ulang tahun AHCC ke-8.
General Manager AHCC, dr. Silvia Haniwijaya Tjokro, M.Kes., menjelaskan bahwa simposium ini selalu digelar pada November sebagai bagian rangkaian perayaan sewindu AHCC yang dimulai sejak Oktober, bertepatan dengan momentum Breast Cancer Awareness Month. Sepanjang periode tersebut, AHCC mengadakan edukasi publik mulai dari fun walk, seminar ilmiah berskala kecil, hingga diskusi dengan para dokter. Simposium onkologi menjadi puncak aktivitas, yang diinisiasi oleh mahasiswa dengan dukungan akademisi, vendor, dan para dokter dari dalam maupun luar AHCC.
“Tahun ini kami menghadirkan pembicara dari berbagai disiplin, termasuk dr. Brahmana dan dr. Nurmaya dari Picasso Hospital Petaling Jaya, Malaysia, yang merupakan sister company AHCC,” ujarnya, Sabtu (22/11/2025).
Silvia menambahkan, total sekitar 150 peserta dari Surabaya, Jawa Timur, hingga beberapa daerah di Kalimantan hadir dalam kegiatan ini.
Simposium disusun berbasis pendekatan multidisiplin konsep kerja tim yang diyakini menjadi kunci dalam penanganan kanker. Tiga tema besar diangkat dalam forum ini:
1. Global Perspectives in Breast Cancer Care
2. Advancing Care in Endometrial Cancer
3. Comprehensive Care for Children with Cancer
Melalui forum ini, AHCC berharap terbentuk jejaring rujukan yang lebih solid sekaligus meningkatkan kemampuan tenaga medis dalam menegakkan diagnosis dan menyusun terapi secara lebih holistik. Tema “Optimal Healing” ditegaskan sebagai target nyata untuk memulihkan kualitas hidup pasien perempuan dan mengembalikan masa depan pasien anak.
Melengkapi perayaan sewindu, AHCC juga menghadirkan sejumlah program khusus seperti promo akomodasi dan penjemputan gratis bagi pasien terapi radiasi serta bantuan biaya radioterapi bagi pasien kurang mampu.
Marketing Manager AHCC, Virgie Keen, menyebut delapan tahun perjalanan AHCC menjadi fase kematangan pusat layanan kanker tersebut. “Pengalaman selama sewindu mengajarkan satu hal penting: kanker tidak bisa dilawan sendirian,” ujarnya. (ONNY)
INVESTORJATIM.COM - Pemerintah mempercepat upaya mewujudkan swasembada gula nasional melalui program peremajaan tanaman tebu secara…
INVESTORJATIM.COM — Isu perubahan iklim dan rendahnya literasi keuangan menjadi dua tantangan yang akan dihadapi…
INVESTORJATIM.COM — Pengembangan hidrogen hijau di Indonesia memasuki fase yang semakin konkret. Di tengah upaya…
INVESTORJATIM.COM — Pemerintah mendorong penerapan teknologi closed barn atau kandang tertutup sebagai salah satu solusi…
INVESTORJATIM.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik resmi mengoperasikan Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Logam…
INVESTORJATIM.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan tiga strategi utama untuk memperkuat literasi dan inklusi…