Cadangan Gua Macan Naik 25%, Merdeka Copper Gold Perkuat Prospek Tambang Tembaga-Emas di Tujuh Bukit

Tambang emas dan tembaga yang di kelola oleh PT Merdeka Copper Gold Tbk.

INVESTORJATIM.COM – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) kembali memperkuat prospek pertumbuhan bisnis tambang tembaga dan emasnya. Perseroan mengumumkan pembaruan Estimasi Sumber Daya Mineral (Mineral Resource Estimate/MRE) Proyek Porfiri Tembaga-Emas Gua Macan di kawasan mineral Tujuh Bukit, Banyuwangi, Jawa Timur, dengan kenaikan sumber daya mineral sebesar 25% dibandingkan estimasi sebelumnya.

Proyek Gua Macan yang berada di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Bumi Suksesindo (BSI) kini memiliki estimasi sumber daya mineral sebesar 276 juta ton dengan kadar rata-rata 0,23 gram emas per ton (g/t) dan 0,16% tembaga (Cu). Total kandungan logamnya diperkirakan mencapai 2 juta ons emas dan 430 ribu ton tembaga.

Angka tersebut meningkat sekitar 70 juta ton, atau bertambah 0,4 juta ons emas dan 103 ribu ton tembaga, dibandingkan pembaruan sumber daya yang diumumkan pada Desember 2025.

Peningkatan tersebut juga diikuti lonjakan sumber daya berkategori Indicated yang hampir dua kali lipat menjadi 217 juta ton dari sebelumnya 112 juta ton. Kenaikan ini ditopang hasil pengeboran tambahan sebanyak 26 lubang diamond drill serta penyempurnaan model geologi.

Baca Juga:  Jangan Hanya Andalkan Utang Bank, BEI Dorong Emiten Konvensional Lirik Sukuk

Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk, Albert Saputro, mengatakan pencapaian tersebut menjadi tonggak penting yang menunjukkan keberhasilan strategi eksplorasi internal Perseroan.

“Berawal dari target eksplorasi yang dikembangkan pada 2023, Gua Macan kini berkembang menjadi sumber daya porfiri tembaga-emas yang signifikan dan berada di dekat Tambang Emas Tujuh Bukit yang telah beroperasi,” ujarnya Senin (13/7/2026).

Perseroan menyebut zona Main Porphyry kini menjadi kontributor utama nilai ekonomi proyek. Zona ini menyimpan sekitar 110 juta ton sumber daya dengan kadar 0,36 g/t emas dan 0,23% tembaga, atau setara 1,3 juta ons emas dan 257 ribu ton tembaga. Meski hanya mencakup sekitar 40% total tonase, zona tersebut menyumbang sekitar 65% kandungan emas dan 60% kandungan tembaga di Gua Macan.

Mineralisasi di Gua Macan telah teridentifikasi pada area sekitar 1 kilometer persegi hingga kedalaman pengeboran sekitar 600 meter. Sistem mineralisasi masih terbuka ke arah bawah (open at depth), sehingga membuka peluang penambahan sumber daya melalui eksplorasi lanjutan.

Baca Juga:  ETF: “Senjata Hybrid” Investor, Fleksibel seperti Saham, Aman seperti Reksa Dana

Selain itu, pembaruan model Net Smelter Return (NSR) menunjukkan material bernilai ekonomi tertinggi berada pada inti mineralisasi yang relatif dangkal dan berkesinambungan di zona Main Porphyry. Merdeka akan melanjutkan pengujian variabilitas metalurgi untuk mengevaluasi potensi peningkatan tingkat perolehan logam (recovery) pada tahap studi rekayasa berikutnya.

Estimasi sumber daya terbaru telah diklasifikasikan sesuai JORC Code 2012 dan Kode KCMI 2017, dengan batas bawah NSR minimal US$8 per ton, yang menunjukkan prospek ekonomis untuk pengembangan tambang terbuka di masa mendatang.

Albert menambahkan, pertumbuhan sumber daya yang berkelanjutan, didukung kedekatan dengan infrastruktur operasional Tujuh Bukit, semakin memperkuat posisi Gua Macan sebagai salah satu proyek strategis dalam portofolio tembaga dan emas Merdeka.

Menurutnya, pengembangan proyek ke depan tidak hanya mengandalkan aspek teknis, tetapi juga dilakukan melalui perencanaan yang bertanggung jawab, dialog terbuka dengan masyarakat, serta komitmen menciptakan nilai bersama dalam jangka panjang. (Onny)

Komentar